
Jam 3 soree Nathan sudah fresh dan siap kembali kerumah sakit dibantu oleh sang calon istri. Ya siapa lagi kalau bukan Anya.
Nathan yang kalem dan Cool tiba-tiba berubah jadi manja apa-apa maunya sama Anya. Maid pun merasa mendapatkan gaji buta karena kebutuhan Nathan sudah tidak diurusi oleh salah satu maid lagi.
" Sayang nya Mas nanti pergi sama Nala ya. Nah ini pegang kalau mau ada yang dibeli " Nathan mengambil dompetnya, mengeluarkan salah satu card unlimited dan diberikan ke Anya.
Anya mengambil kartu yang diberikan Nathan tadi sambil menatapnya. " Mas apa ini ga berlebihan, aku kan belum jadi istri mas, kenapa udah dikasih nafkah ?
aku aja udah habisin uang mas banyak buat biaya Belle di rumah sakit "
Nathan tersenyum kemudian memegang kedua pipi Anya.
" Sayang, aku kerja uangnya bingung untuk apa. Pemasukan dari perusahaan yang diurus Fal juga aku dapat, jadi karena udah ada kamu dan Belle aku minta kamu pakai uang yang ada disini ,biar berguna uang aku. " Kekeh Nathan sambil mencium pipi Anya yang tak kalah gemas dengan Belle.
" Orang kaya sih bebas ya,ga takut aku habisin ? " Anya tersenyum tak habis pikir dengan gaya orang kaya didepannya itu.
" Aku cuma takut kamu tinggalin " Nathan memeluk Anya. Dan Anya pun tersenyum ,ia terharu atas apa yang diucap Nathan.
Walau terlihat seperti gombal, tapi Anya merasakan kalau Nathan memang sangatlah tulus.
Mereka berpelukan hingga Belle mengeluarkan suaranya.
" Ehek eheeehe "
Anya dan Nathan saling tatap kemudian tertawa.
" Ngiri ya papa peluk-peluk mama hmm " Belle diangkat dari boxnya dan digendong oleh Nathan.
" Antar papa ke depan yuk sayang, papa mau berangkat cari uang yang banyak biar Mama dan kamu bisa shoping seperti Onty Nala." Nathan berjalan sambil mengajak bicara Belle.
Seolah mengerti Belle hanya tertawa senang. Hingga sampai di bawah , Tas Nathan dimasukan Anya ke dalam mobil.
Belle pun diserahkan ke Anya .
" Sayang-sayangnya Papa, papa berangkat dulu ya. " Natha mencium Belle kemudian mencium kening Anya.
Anya hanya tersenyum saja.
" Sayang nanti kalau pergi jangan nakal ya, bawa satu maid untuk jagain Belle kalau kamu repot. " Ucap Nathan sambil mengelus pipi Belle.
" Hmm ga usah mas, aku bisa gendong Belle " Tolak Anya secara halus.
" Ya udah enaknya sayang nya Mas aja ya " Nathan tersenyum ke Anya.
" Nala, Kakak nitip Anya sama Belle ya bawa satu maid yang tadi kakak bilang ke kamu " ujar Nathan saat melihat kepala Nala yang terlihat mengintip ke arahnya.
" Udah ngintip tapi ketahuan " Nala pun keluar dari balik tembok.
" Ngapain ngintip sih ,kurang kerjaan kamu " Tiba-tiba Fal datang dan mengagetkan semua yang ada di teras .
__ADS_1
" Kali gitu ada adegan-adegan romantis " Nala cekikikan.
Tidak lama Nathan mengecup bibir Anya Cup.
Dan dibarengi dengan kedatangan Sasi dari dalam rumah dan Gerald yang tau-tau tiba disamping Fal.
Anya pun merasa malu karena disaksikan oleh banyak orang. Dia memukul dada Nathan.
" Ih mas resek " Anya mau mode ngambek tapi malu.
" Gak apa-apa biar mereka tau kamu calon istri Mas. " Kekeh Nathan.
" Fal ini Anya, calon istri kakak " Nathan memperkenalkan Anya. Anya hanya mengangguk sopan dan malu.
" Nah ini Belle anaknya Anya lucu ya , Belle ini Adik Papa laki-laki satu-satunya. " Ujar Nathan lagi sambil mengelus Pipi Belle
" Halo Belle sayang , nanti main sama Daddy ya "
" Daddy ? " semua langsung mengucap bersamaan.
" Iya aku mau dipanggil Daddy sama Belle " Jawab Fal santai sambil ingin menggendong Belle . Nathan Pun langsung mengambil Belle dari Anya dan menyerahkan ke Fal.
" Tar Kesentuh, jadi aku aja yang kasih ke Fal " Ujar Nathan disambut gelengan kepala Nala.
" Eh ini Gerald yang kamu ceritain Fal? " Tanya Nathan saat berbalik ada satu sosok pria berbadan tegap .
" Ah iya perkenalkan saya Gerald Tuan, eh Pak " Gerald memperkenalkan diri.
" Lo panggil Fal apa? " Tanya Nathan ke Gerald karena sepertinya Fal dan Gerald sudah akrab seperti yang ia lihat.
" Dia panggil aku Fal Kak , aku yang minta ,lagi juga kita seumuran dengan Gerald kak " Fal yang menyahut. Karena Fal melihat Gerald agak sungkan.
" Ah ya udah panggil Nath aja Ger sama seperti Lo panggil Fal " Ucap Nathan santai.
" Boleh Abang aja ga? sebenernya saya pengen banget punya abang " Ucap Gerald disambut senyuman manis dari Nala. Padahal ga ada hubungannya sama Nala ya 😂.
" Bebas asal jangan Pak atau Tuan hahaha " Nathan tertawa lepas dan disaksikan oleh semua yang ada disana khususnya Fal dan Nala.
Sejak kapan kakaknya bisa tertawa begitu.
" Sip Bang " sahut Gerald senang.
" Oh ya masalah pekerjaan Lo kita bahas malam ya Lo disini kan? ga kemana-mana ? " Tanya Nathan ke Gerald.
" Iya dia tinggal disini kak " Nala yang menyahut.
Nathan langsung melihat ke arah adik perempuan satu-satunya itu.
" Adek gue suka sama Lo tuh Ger , baguslah jangan sukain yang ini ya. Ini gue udah stempel sebagai hak milik gue . Besok dia jadi kakak ipar Lo " Nathan menepuk bahu Gerald tapi pandangannya ke arah Anya .
__ADS_1
" Ahshiap bang " Gerald tersenyum ke arah Nathan. Ia juga tau Nathan tadi mencium bibir gadis mungil disamping Nathan itu.
" Ya udah kakak berangkat ya semuanya. Sayang nanti hubungin Mas ya kalau mau berangkat . " Anya mengangguk mendengarkan Nathan berbicara.
" Papa berangkat ya sayang, jagain mama jangan sampe dilirik cowok lain " Bisik Nathan di telinga Belle dan disambut tawa oleh Fal . Kakaknya sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sepertinya.
" Oh ya Sasi, nanti minta tolong ya kalau Anya kesulitan jaga Belle saat di butik nanti kamu bantuin pegangin Belle ya bareng Fal " ucap Nathan dan mendapat senyum merekan dari Fal.
Ka Nath dbest dah emang pekanya .
" Iya Kak " sahut Sasi.
Nathan pun berangkat dan melambaikan tangannya ke arah Anya.
" Anya makasih ya udah buat kak Nath ceria lagi " Fal mengucapkan tulus Terima kasih ke Anya. disambut anggukan Anya.
" Jadi ketemu klien kamu dek? " Tanya Fal ke Nala.
" jadi kak, ini Nala udah siap. Sasi siap-siap dulu yuk pakai baju Nala ajah . " Ujar Nala sambil menarik tangan Sasi. Belle tetap di gendong Fal .
" Ger, ikut gue yuk ke kamar tamu, Lo mau di paviliun kosong belakang apa kamar tamu? " Tanya Fal.
" Belakang aja deh Fal, boleh ga? " Gerald tak enak hati jika bekerja dengan keluarga Nugroho tapi malah tidur di kamar tamu.
" Tau aja Lo yang enak " Fal malah tertawa .
" Biar bisa berduaan Nala kan " Fal melanjutkan tawanya lagi hingga Belle ikutan tertawa.
" Ga ngerti " Gerald bergunam bingung .
" Tuh Belle aja ketawa. Anak Daddy ketawa ,Anak Daddy ketawa " Belle dikelitiki oleh Fal membuat Belle menggeliat geli.
Sampai di Paviliun belakang Gerald bingung ternyata Paviliun yang kosong itu seperti rumah kecil dengan satu kamar dan dapur yang dilengkapi dengan kitchen set .terlihat nyaman dan segar karena sekelilingnya adalah tanaman hijau .
" Kalau Nala kesini jangan bablas ya " Fal tertawa sambil tetap menggendong Belle.
" Ga kepikiran gitu gue Fal " Sahut Gerald.
" Kalau sampai iya traktir gue ya " Fal tertawa sambil keluar.
" Gue ganti baju dulu. Lo istirahat sebentar abis itu ikut lagi ya Ger. Nala mau ketemu klien ,Lo kan jadi bodyguard nya sekarang " Teriak Fal dari luar.
" OK " Sahut Gerald dari dalam.
***
Sehat-sehat ya untuk para reder semuanya 🥰
jangan lupa ritualnya 😁🙏
__ADS_1