Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Tuduhan Rok basah


__ADS_3

" Hubby rese bang, aku gimana coba meeting sama klien rok Basah begini " Rengek Zahra


Popy tersenyum lucu melihat sekertaris idola semua karyawan merengek manja ke Wakil CEO mereka.


" Yank kalau mau manja sini sama aku aja jangan ke Malik " lirih Ryan yang makin membuat terkejut Popy.


" Ra eh nona Zahra maksud nya. aku ada rok baru banget sampai kemarin sore tapi belum aku bawa pulang, kamu mau coba pakai ? " tanya Popy.


" Ah Kak Popy terbaik, boleh kak aku pinjam dulu ya nanti aku ganti. eh besok deh kak kan besok weekend " ujar Zahra senang dapat solusi akhirnya.


.Popy pun mengambil Rok baru nya ke mejanya.


" Diapain sih Ra, sampe basah gitu " kesal Malik yang otaknya sudah berfikir negatif ke Ryan.


" Tuh ketumpahan air , Mas Ry resek, " ketus Zahra.


" Bener ga diapa-apain ? " Tanya Malik serius menatap Zahra lalu wajah Malik dilempar 2 lembar tissue oleh Ryan.


" ngeres deh,,, gue ga apa-apain bambang. bener ketumpahan tuh gelasnya juga masih ada belum di benerin " ujar Ryan


" Oh kirain " ujar Malik lega


" Lo pikir gue emang ngapain ? " tanya Ryan ke Malik


" Ya siapa tau Lo curi-curi kesempatan ,soalnya kan Zahra abis baikin Lo. kali Lo minta macem-macem " gerutu Malik


" Seandainya gw begitu ya gak gue sia-sian lah Lik, akan gue tanam ga akan gue buang-buang hahaha" tawa Malik


" Isshh mesumers Lo " Malik melempar bantal sofa ke arah Ryan


Zahra yang terganggu dengan suara Ryan lalu menoleh, " Berisik deh kamu by "


Dan seketika Ryan pun diam lalu mendekat ke Zahra.


" Nanti aku ganti ya rok nya, jangan marah yank,nanti jelek kalau ketemu klien gimana kalau kamu tampangnya jelek begtu " goda Ryan


" Oh iya kan aku harus cantik ya di depan klien, Mau ketemu siapa kita bang hari ini " tanya Zahra ke Malik yang sebenarnya mau menggoda Ryan


Malik cepat tanggap ingin mengerjai Ryan " SW Group dong Ra , Touch up dulu gih, " Ujar Malik


" Okeh bang " Jawab Zahra menahan senyum


Malik diam menahan kesalnya dan Zahra juga Malik akhirnya tertawa melihat Ryan yang menahan amarahnya.


" Becanda by, " colek Zahra di dagu Ryan


Ryan memajukan bibirnya lalu dibgida Zahra lagi " Ah gak ganteng ah gak ganteng kalau manyun gitu " ucapnya


Malik tersenyum berusaha mengikhlaskan sepertinya Zahra memang untuk Ryan.


Tak lama Popy masuk membawa paper bag berisi Rok untuk Zahra.


"Nih Ra semoga muat ya" ucapnya sambil tersenyum.


" Ganti disini aja " Ryan menarik tangan Zahra membawa ke kamar rahasianya dibalik lemari buku.


" Sebentar ya Bang, kak Pop " ujar Zahra.


" Eh by, ini aku kira hanya lemari taunya kamar, hayooo siapa aja yang udah masuk sini " tanya Zahra


" Cuma kamu doang, Malik aja ga pernah " ucap Ryan.


" Oh " sahut Zahra

__ADS_1


" Udah cepat ganti aku tungguin disini " , ujar Ryan


" kamu Keluar dulu sana by." ucap Zahra


" Kamu ga akan bisa keluar tanpa aku, karena buka pintunya itu pakai kode wajah aku "


" Ooh" sahut Zahra.


" Yaudah kamu menghadap belakangin aku, aku mau ganti rok nih " Rengek Zahra


" Iya-iya " sahut Ryan


" Sudah By, yuk ah keluar "


" Iya " Sahut Ryan menahan hasratnya.


Ryan dan Zahra keluar, Rok Popy yang dipakai Zahra sangat pas . jadi Zahra PD kembali untuk bertemu klien.


Mereke ber 4 membahas sesuatu tentang pertemuan dengan SW Group nanti .


Setelah semua disiapkan Mereke menuju 1 mobil k Resto A.


.


.


Di restoran A tempat bertemu SW Group.


" Inget By yang aku bilang ,jangan ada acara peluk-pelukan ke Sapta ya " Ryan memperingatkan Zahra


" Iya by " ucap Zahra memegang lengan Ryan


Malik berjalan di depan diikuti Popy lalu Ryan dan Zahra.


" Loh Tuan Ryan, bukannya anda sedang sakit kemarin kecelakaan , saya kira anda tidak datang " tanya Sapta


" Seperti yang anda lihat Tuan Sapta,saya baik-baik saja karena di rawat oleh Wanita saya ini " ucap Ryan tersenyum hangat ke Zahra.


Malij dan Popy sudah tidak kaget melihat tingkah CEO nya yang menjadi extra Bucin.


"Tapi Sapta kaget mendengar nya. Maksudnya wanitanya?" bathin Sapta.


Sapta berkecamuk dalam hatinya.


Zahra tersenyum manis ke Ryan . lalu menyapa Sapta " Hai ta, apa kabar ?". tanya Zahra .


" Baik Ra " balas Sapta sambil tersenyum penuh pertanyaan.


"ehem ,kita mulai segera ya karena saya ada acara keluarga hari ini " Ucap Ryan .


" By inget harus profesional nanti aku kasih hadiah okeh " ujar Zahra membisikan sesuatu ke Ryan.


Meeting di mulai ,Kali ini Zahra tidak dituntut banyak bicara tapi harus mengetahui nya.


Popy dan Malik menjelaskan point-point penting dalam isi perjanjian.


Setelah 1,5 jam berjalan meeting pun selesai. Zahra melihat ada notifikasi pesan di handphone nya.dan melihat ada nama Sapta.


Zahra belum membukanya.


tiba-tiba Sapta menatap Zahra lalu bertanya tentang butik impian Zahra


" Ra,kamu jadi buka butik, udah dapet lokasinya? mami udah nanyain aja tuh mau ajak temen-nya dari kota B kalau kamu udah buka .nanti info aja ya aku coba bantu designya " ucap Sapta

__ADS_1


" Ah iya nanti aku kabarin ya Ta " ucap Zahra mencoba menjawab biasa karena ada hati yang harus dijaga mulai saat ini.


Zahra melirik Ryan dan tentu saja wajahnya sudah kesal menahan amarah.


Dibawah meja tangan Zahra meraih tangan Ryan lalu tersenyum hangat ke arah Ryan..


Ryan kesal karena dia tidak tahu sama sekali tentang Zahra yang akan membuka butik, ah dia kesal sejadi-jadinya.


Ditambah lagi Sapta yang dia anggap rivalnya sudah tau duluan dan akan membantu designya pula..


" Rrrggghh " kesal Ryan dalam hati.


Zahra yang peka atas sikap Ryan langsung mengambil sikap.


" Baik Tuan-tuan kalau begitu kami permisi, untuk surat kontrak yang sudah di revisi akan kami kirimkan kembali untuk dibaca oleh SW Group ya. " Zahra tersenyum manis lalu tanggan nya dibawah meja digenggam agak erat oleh Ryan.


Zahra pun menurunkan senyum di wajahnya beralih ke tablet di depannya.


" Baik kalau gitu kami permisi dulu ya " uzap Zahra menundukan kepalanya ke Sapta dan Asistennya


Sapta melihat sikap Zahra yang agak aneh lalu memanggil Zahra " Ra, ada waktu malam ini ga? boleh kita ketemu? " tanya Sapta.


Emosi Ryan meronta - ronta ingin meledak.


" Maaf Ta, aku sudah janji bertemu dengan keluarga kekasihku. Lain kali ya , aku pamit ya , ayok By " ucap Zahra mengandeng lengan Ryan.


" Ra," panggil Sapta lagi.


" Iya " sahut Zahra takut jika Ryan emosi


" Siapa kekasih yang kau bilang itu, " Tanya Sapta tajam ke arah Ryan . dia tidak berharap jika Ryan adalah kekasih Zahra .


Ryan mendekati Sapta lalu menjabat tangannya


" Aku ,kekasih Ara, tunggu undangan dari kami ya " Ryan tersenyum ke arah Sapta.


" ah ya " ujar Sapta kaget


" Ra, " panggil Sapta lagi .


" Kamu ga pernah bilang kalau kamu punya pacar ,kamu tau kan kalau aku... " lanjutnya lalu terpotong oleh Ryan


" Kenapa tuan Sapta ,apa ada masalah " tanya Ryan


" Duh Tuan Malik ini kenapa ya " tanya Popy takut karena suasana menjadi terasa mencekam


" Duh Sapta please jangan disini tanya nya. " bathin Zahra.


" Kamu tau kan kalau aku masih sayang kamu, kamu ga inget kata-kata aku di bandara waktu itu, kamu ga nolak kan Ra " ..


ujar Sapta yang membuat darah Ryan mendidih.


.


.


.


Otor update lagi nih reder..


BTW kita cepetin nikahnya Zahra apa dilamain aja ya?


Jangan lupa like,Coment dan Votenya ya pemirsahh onliners..

__ADS_1


__ADS_2