Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
12. Menatap Tanah


__ADS_3

Sebelumnya, Nala masuk ke dalam rumah dan disambut oleh seluruh anggota keluarga Bibik.


Mereka menyambut Nala dengan antusias dan senang.


Ternyata anggota keluarga Bibik sangat banyak dan itu diluar ekspektasi Nala. Beruntung tadi Nala membeli lebih mainan dan baju di kota Bandung sehingga semua pun kebagian


" Assalamualaikum Bik " Sahut wanita mungil putih bersih dan cantik tanpa sapuan make up.


" Sasi ya ampun repot-repot nak " Tangan Bibik disalami oleh Sashi dan ia pun berkenalan dengan Nala.


" Hai Sasi, aku Nala " Sapa Nala ramah.


" Iya Non, saya Sasi " Nala Nala sopan sambil bersalaman.


Deden masih disitu bersantai sambil mengobrol dengan anak Bibik yang bernama Epi.


Epi akrab dengan Deden karena satu perguruan di kelas Make up.


" Gak repot koq Bik, cuma kangen sama bibik " ujar Sasi lembut sambil menyerahkan bungkusan kue yang dibuat olehnya.


" Nah udah kenalan kan tadi sama Non Nala, ini Sasi salah satu kerabat Bibik Non.


Nanti niatnya Sasi yang gantiin Bibik buat masak disana . Non Nala boleh tanya-tanya dulu " Bibik menjelaskan tentang Sasi sambil membuka kue yang dibawa oleh Sasi.


" Buat sendiri Sas ? " Tanya Nala sambil mengambil kuenya.


" Iyah Non " sahut Sasi tersenyum manis.


Nala memakan kue pisang yang dibuat Sasi.


" Eh ini enak banget loh " Ujar Nala sambil mengambil lagi satu potong cake pisang yang dibuat Sasi.


" hihi boleh satu lagi ya, enak banget " Nala cekikikan.


Sasi hanya tersenyum melihat Nala.


" Non bagaimana, apa saya bisa diterima bekerja di Jakarta? " Tanya Sasi pelan khawatir menyinggung perasaan Nala.


" Loh aku udah bilang diterima koq sama Bibik. Belum dikasih tau ya? " Ucap Nala menatap Sasi.


" Sudah sih, cuma saya memastikan aja Non " ucap Sasi senang.


" Issh aku risih di panggil Non sama kamu. Panggil Nala aja " pinta Nala ke Sasi.


" Teh Nala aja yah " ucap Sasi bingung .


" Hmm oke lah " Ujar Nala sambil meminum teh hangat buatan Epi anak Bibik.


" Teh, boleh tanya ga? " tanya Sasi sambil malu-malu.


" Kalo jadi artis itu harus apa dulu ya teh ? " tanya Sasi dengan polos.


Nala tertawa mendengar pertanyaan Sasi.

__ADS_1


" Kalau jadi Artis itu ya harus apa ya, bingung aku juga Sas "


" Teh Nala dulu gimana? "


" Aku awalnya kan tinggal di New York Sas, aku ikut-ikutan casting, coba masukan profil aku ke agency-agency disana. Dan kebutuhan Mommy aku ada butik kan, jadi aku mulai karir ya bisa di bilang dari butik Mommy hihi "


Nala menjelaskan sedikit tentang dirinya.


" APAH ? NEW YORK Ya ampyuunn dengarnya aja aku gemetaaaaarr.. apa lagi aku kesana cobaa " Deden yang tadinya mengobrol dengan Epi langsung nimbrung di dalam.


Melihat tingkah Deden dan Epi Nala tertawa lagi. Ada hiburan tersendiri ada Deden dan berkoalisi dengan Epi.


" Siapa yang mau jadi artis? kamu ? " Tanya Nala ke Sasi .


Yang ditanya gelagapan.


" Bu bukan Teh,. bukan Sasi." Dia mengerakkan tangannya membuat simbol tidak.


" trus? " Tanya Nala.


" Buat Adeknya A Dimas " Jawab Sasi pelan.


" Pacar yaaaa " Goda Nala.


" Dikit lagi nggak " Jawab Sasi. Epi juga Deden terbelalak mendengar nya.


" seriusan Si ? " Tanya Epi dan Deden menghampiri Sasi dan bersimpuh di dekat kakinya sambil memegang lutut Sasi.


" ish Deden sana, Pamali laki-laki begitu sama cewek " ujar Sasi risih.


" Hmm Sasi bilang ke Ambu dulu Ya teh, kemarin tuh izinnya 3 harian lagi. soalnya harus selesaikan pesanan dulu " Ujar Sasi .


" Pesanan apa ? " Nala langsung serius menatap Sasi.


" Kue Teh, Nala kan bikin pesenan kue-kue gitu ".


" Bohong, paling mau izin ke pacarnya yang ga jelas itu " Teriak Epi menimpali.


" Iya ih bener, kamu mah teh Sasi, udah sih putusin aja sekarang juga, ga tampan, ga guna, kerjanya petantang petenteng ga jelas " Cibir Deden alias Dena.


Sasi hanya menunduk mendengar celotehan Epi dan Dena. Bagaimana pun Dimas adalah cinta pertamanya.


" Iya ini juga mau putus , kemarin dia selingkuh " Lirih Sasi.


" Huh dasar beleguk, sok kegantengan aku aja yang begini ogah Si kalo di DimDim itu nembak aku,isshh gelay " ujar makhluk jadi-jadian.


" Yeee dia juga KLO suka sama laki milih-milih Deden.. kamu mah juga sok kecakepan. Insyaf atuh Insyaf. Suka tuh sama perempuan ,jangan lelakik " Omel Epi.


" Huh Sirik " mulut Deden meliuk-liuk bagai ular.


Saat mereka sedang mengobrol sahut-sahutan dari dalam dan luar terdengar suara mobil lagi mendekat.


" Itu Kakak aku Sas, namanya Kak Fal " ujar Nala

__ADS_1


Terlihat oleh Sasi, Deden dan Epi sesosok pria tampan sedang turun dari mobil sambil menenteng jas nya di ?tangan kiri. Dan tangan kanannya membawa martabak Bandung.


Deden berteriak histeris di hadapan Epi.


" OMO , Oppa Pi Oppa "


Fal bergidik ngeri mendengar ucapan Deden kenapa di desa yang ia pikir polos begini ada orang macam Deden .


" Kak Fal " Nala menghampiri kakak Tampan nya itu dan langsung memeluknya. Fal mengusap-usap rambut Nala .


" Tadi gak apa-apa? ada yang luka atau sakit ga? " Fal menanyakan insiden tadi siang di pusat perbelanjaan .


" Nggak apa-apa kak, Kakak udah urus orang itu kan? " Tanya Nala sambil mengambil jas yang di pegang Fal.


" Udah beres aman, udah dibuatin warung buat usaha dirumahnya biar ga bertindak kriminal seperti tadi .


Kakak juga buat surat perjanjian, Jika dia mencopet lagi,. kakak suruh ganti uang yang udah dikeluarkan 10 kali lipat "


" Ih kakak jahat banget " Nala menjauh dan merenggut wajahnya.


" Biar dia ga nyopet lagi dek. Biar dia fokus ke warungnya dan ga berurusan sama polisi karena ulahnya yang udah ngerugiin orang lain. "


Diberi penjelasan begitu Nala pun mengerti dan memeluk kakaknya senang.


Memang Fal tak tanggung-tanggung mewarisi sifat baik dady dan perhitungan nya dalam bisnis itu sangat detail.


" Ah iya kak, aku ingin kenalin Sasi sama teman baru ku " Ujar Nala menarik kakaknya ke dalam.


" ini Teh Epi kak dan ini Deden kak , Teh Epi anak nya bibik. Kalau Deden anak man tau hihi " Nala cekikikan.


" Oh Hai " Sapa Fal tersenyum kaku. Bukan tak ingin beramah tamah dengan Epi tapi aia ngeri melihat Deden yang matanya kedap kedip seperti lampu ingin putus.


" Nah kalau ini Sasi kak, eh mana Sasi " Nala melihat kesana kesini.


" Sasi siapa? anak Bibik juga? " tanya Fal sambil menyerahkan martabak telor dan manis ke Nala.


" itu loh pengganti Bibik,sini kak duduk " ucap Nala sambil duduk.


Fal pun merebahkan dirinya di bangku kayu Bibik. Dan bibik datang membawa teh hijau minuman yang biasa Fal kalau di mansion.


***


Malam hari semua tetangga berdatangan membawakan makanan untuk Nala dan Fal , satu persatu mereka datang ada yang membawa ubi rebus,pisang goreng, cireng, cilok, seblak, rangginang dan berbagai macam olahan tradisional.


Rumah bibik lebih mirip pesta saat ini.


Untungnya mereka membawa makanan sendiri jadi Bibik tidak perlu repot-repot menyuguhkan ke para tetangga yang datang.


Hingga di keramaian itu terdengar pertengkaran di ujung kiri dekat rumah Bibik.


Terlihat satu pria dan dua wanita sedang disana. Satu wanita mungil sedang tertunduk menatap tanah.


***

__ADS_1


Minta like ,koment dan Vote gretongannya Kalau masih ada 🤭.


Nanti othor up lagi kalau banyak yang komen.


__ADS_2