Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Boss Rasa Pacar


__ADS_3

Zahra melepas pelukannya dengan Sapta. lalu Sapta mengacak rambut Zahra.


" terlihat dewasa banget sih Ra " ujar Sapta sambil memandang kagum Zahra.


Ryan membulatkan matanya melihat perlakuan Sapta ke sekertaris nya.


" ehem " Ryan berdehem lagi.


Zahra sadar mengingat ada bossnya disini.


" Maaf Tuan sudah 5 tahun saya tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Sapta . eh aku harus panggil kamu apa nih ta hihi " ucap Zahra sambil terkekeh.


" Sapta aja seperti biasa ,hanya ada Boy ini tak apa " sahut Sapta sambil tersenyum


" Hey kalian anggap aku apa hah " kesal Ryan dalam hati.


Zahra melihat raut wajah Ryan yang seperti menahan marah lalu ia menatap Ryan.


" mari Tuan duduk lagi kita mulai meeting nya biar segera selesai dan Tuan bisa ke rumah besar segera " senyum Zahra yang bisa meluluhkan hati Ryan


" Panggil aku mas seperti biasa " ucap Ryan berbisik ke Zahra


" Tapi kan ini pertemuan antar perusahaan mas " jawab Zahra berbisik ke Ryan


Sapta memperhatikan tingkah laku Mereka seperti bukan antara Boss dan sekertaris.pikir nya.


" Kita buat pertemuan ini nyaman saja ya Tuan Sapta, Karena Ara biasa memanggil Tuan Sapta dengan nama saja, jadi saya pun meminta Ara memanggil nama saya dengan sebutan biasanya " ujar Ryan tiba-tiba.


Zahra menghela nafasnya.


Sebenarnya ia tidak masalah hanya risih khawatir orang lain berpikir aneh tentang Zahra yang memanggil Boss nya dengan sebutan Mas.


" Memang biasa disapa Ara dengan sebutan apa Tuan Ryan " tanya Sapta sambil tersenyum.


Zahra tak menjawab pertanyaan Sapta tapi malah memulai meeting .


" Mari kita Mulai meeting nya " ucap Zahra diangguki Sapta sambil bertanya-tanya ada hubungan spesial kah diantara Zahra dengan boss nya itu.


Meeting pun dimulai, dan akhirnya Sapta tau kalau Zahra memanggil Ryan dengan sebutan Mas.


Sapta kaget tapi dia menahan untuk bertanya agar tidak terpecah konsentrasi di meeting kali ini.


Meeting pun selesai tepat jam 11.45 .


" Baiklah cukup sekian meeting kali ini semoga sesua harapan kita semua " ucap Zahra sambil tersenyum dan diamini oleh Ketiga orang yang ada di dalam ruangan tersebut.


" Sudah mendekati jam makan siang bagaimana jika kita lunch bersama ? " tawar Sapta ke Ryan.


" Mas Ryan ada pertemuan lagi dengan keluarganya Ta, jadi kali ini tidak bisa ikut bersama kita " ucap Zahra


" Heh apa, kenapa Seperti ingin mengusir ku dari sini secepatnya si Ara. " bathin Ryan kesal melihat tingkah Zahra yang seperti tak sabar ingin berduaan dengan Sapta.


" Ya, aku akan makan siang bersama keluargaku Tuan Sapta .


hmm maaf apa saya boleh tau ,apakah Tuan Sapta ini salah satu sahabat sekolahnya Sekertaris ku ? " pertanyaan Ryan diangguki tanda benar oleh Sapta.


" Berati hari ini kalian akan bersama ya? " tanya Ryan lagi


" Iya Mas, lebih tepatnya bersama-sama dengan teman ku yang lainnya " ucap Zahra yang seperti meminta izin dengan kekasihnya.


Ryan lega mendengar bukan hanya Berdua saja mereka bertemu.


" Berapa orang lagi yang akan datang Ra, bolehkah aku menunggu sebentar di sini sambil menunggu Joe datang ? " ujar Ryan

__ADS_1


" Iya mas silahkan jika berkenan ,sekalian saja kenalan dengan 4 temanku yang lain nya . " ucap Zahra tersenyum.


" Ok " ucap Ryan bersyukur karena ia ingin melihat teman-teman Zahra .


Tak lama 2 orang wanita Mona dan Amel datang.Tak berselang lama dibelakangnya 2 orang pria datang menuju ke meja yang diduduki Zahra Ryan dan juga Sapta.


" Arrrgghh akhirnya ketemuan juga huhuhu kangeeennn " ucap Mona dan Amel sambil memeluk Zahra.


" Ya ampuun ini lo Ra? cantik bangett,modis makin dewasa wowww " teriak Andre dan Boby bergantian.


Saat Boby dan Andre ingin mendekat dan memeluk Zahra, Zahra menahan tangannya . " hus hus enak aja main peluk-peluk sana,sana " usir Zahra sambil tertawa.


Ryan melihat interaksi mereka, Ryan Aneh, Zahra tadi tanpa canggung memeluk Sapta. tapi kenapa dengan 2 sahabat laki-lakinya itu Zahra tak mau di peluk.


Ryan mengerucut kan bibirnya melihat mereka ber 6. hah apa? ber 6.


apa mereka berpasang-pasangan ?


Hati Ryan berkecamuk tiba-tiba lengannya disentuh lembut oleh Zahra.


" Mas kenalin ini sahabatku semuanya " sambil tersenyum.


Mona,Amel,Boby dan Andre bergantian bersalaman .


Mona dan Amel kegirangan melihat Ryan yang tampan dan Cool itu.


Ryan bergidik ngeri melihat senyuman Amel dan Mona . Lalu beranjak ingin buru-buru pergi.


Zahra melihat gelagat Ryan yang tidak nyaman lalu mencoba mencairkan suasana dengan mendekat ke arah Ryan lalu berbicara sebentar


" Aku telepon Joe dulu ya Mas mau tau dia sudah dimana sekarang "


" Hmm , eh jangan-jangan deh biar aku saja. "


Padahal Joe sudah menunggu Di parkiran dari tadi.


tapi karena instruksi Ryan agar Joe menunggu dulu sebentar, ya Jooe nurut saja.


" Joe sudah di depan aku pergi dulu ya " ucap Ryan,


" Aku antar Mas " sahut Zahra.


" Tidak perlu,kau disini saja kasihan teman-teman mu sudah menunggu " lanjut Ryan


" Udah dari tadi keles Mas " Gunam Zahra dalam hati nya tapi tetap tersenyum ke Ryan.


" Kamu pulang bagaimana? " tanya Ryan lagi


" Nanti bisa naik taksi online mas." Sahut zahra


" Ah baiklah ,atau nanti supir kantor jemput ya kamu kan tidak bawa mobil " tawar Ryan.


" Iya mas baik, hati-hati ya mas " ucap Zahra .


tak lama Ryan berlalu ,Zahra langsung menuju tempat teman-temannya berkumpul.


" Duh ilah yang punya boss rasa pacar " ledek Amel


" Boleh juga tuh Ra buat aku kalau kamu ga mau hihi " goda Mona


" Boss aja sampai dipanggil Mas " gerutu Sapta.


" What? sedekat itu mereka?" sahut Boby

__ADS_1


" Kacau,itu sih dikit lagi jadi kekasih,eh apa udah hehe? " tanya Andre


Zahra menghela nafasnya .


" Semua yang kalian bicarakan itu tidak betul. mungkin dia hanya menganggap aku sebagi adik saja ,apa lagi usia kita terpaut jauh " ucap Zahra seperti sedih


" Heyy apakah teman kita satu ini menyukai boss nya sendiri ahhaha " tawa Boby disambut dengan yang lainnya kecuali Sapta yang tersenyum masam mendengarnya.


Zahra pun menceritakan awal pertemuannya dengan Ryan di bandara saat mengantar mereka dulu ,dan dipertemuan kedua diangkat sekertaris dan semuanya diceritakan oleh Zahra.


Hingga ia bisa jadi seperti ini, bisa membangun rumah orang tuanya dan membuka usaha untuk keluarganya adalah hasil jerih payah nya bekerja dengan Ryan.


Sebenarnya banyak yang mencibir karena dikira sugar baby nya Ryan, tapi Zahra membuktikan dengan bekerja sungguh-sungguh untuk membungkam omongan orang tentang nya.


Dan saat ini Zahra sedang mengumpulkan uang untuk membuka usaha butik impiannya.


Zahra bercerita tentang panjang lebar ke sahabat nya itu.


Mereka sedih dan terharu mendengar perjuangan Zahra.


" Kenapa ga ikut aku aja kalau kamu mau jadi sekertaris mah ra " ucap Sapta memotong pembicaraan Teman-temannya.


" Aku kan taunya kamu ke LN buat kuliah ta, aku ga tau kamu langsung bantu usaha AA disana " ucap Zahra


" Tapi apapun itu aku bersyukur dengan keadaan aku saat ini. bunda dan ayah sudah bahagia " lanjutnya dengan berbinar


" Ah koq jadi sedih-sedih dan sih. happy dong. " ucap Amel.


" Tapi asli lo makin cantik banget Ra, paling gue " ucap Mona diangguki oleh Amel da. boby juga Andre.


" Ya ga ta? " tanya Amel.


" Dia sih cantik Dari dulu sayang ga mau sama gue " ucap Sapta tersenyum masam.


" Hmm kita ini sahabat selamanya ta " ucap Zahra melirik ke Mona.


Zahra tau Mona menyimpan rasa dengan Sapta.


Ya walaupun Zahra juga tau tentang perasan Sapta ke Zahra, tapi Zahra tidak mau persahabatan mereka hancur karena cinta.


Zahra juga hanya menganggap Sapta sebagai teman sekaligus abangnya. jadi tidak ada perasaan apa-apa terhadap Sapta.


Tiba-tiba handphone Zahra berbunyi.


" APA ??? Rumah sakit? Ya Allah iya iya saya kesana "


Zahra lalu bergegas mengambil tas nya lalu pamit ke teman-temannya untuk pergi duluan.


" Gaes aku pamit duluan ya next time kita ketemu lagi . bye semuanya ,oh ya tagihannya sudah aku bayar ya . ucapan terima kasih aku karena selama disekolah kalian selalu membantu aku. "


Zahra mencium pipi kiri kanan Amel dan Mona.


Sapta lalu meraih tangan Zahra dan berkata. " Nanti ketemuan lagi ya Ra "


" Iya ta iya, aku buru-buru ,nanti aku hub kalian lagi ya "


Zahra bergegas ke depan lalu supir kantor lainbya sudah standby menunggu Zahra atas perintah Ryan.


" Terima kasih Pak Rudi, untung saja ada bapak. ayo pak cepat kita ke RS X " ucap Zahra


" Baik Nona "


mobil pun melaju cepat.

__ADS_1


__ADS_2