
Malik mendekat dan mengangkat kedua tangannya lalu menutup telinga Popy agar tak mendengar suara laknat 2 manusia di dalam kamar itu.
Mereka berdua saling diam dan menatap satu sama lain.
Jantung keduanya berdetak kencang seolah saling bersahutan.
Dan dialam sana erangan dan Des**ahan juga saling bersahutan dan mereka saling memanggil nama saat mencapai puncak nya.
" Hubby aakkhh "
" akhhhh yank "
Selesai pergulatan itu keduanya terjatuh ke kasur lemas , Ryan yang sadar masih di kantor dan ada sepasang manusia di ruangannya langsung teringat ,ia segera membersihkan dirinya hendak keluar untuk membuka pintu ruangannya agar Malik dan Popy segera kembali ke tempat kerjanya.
Disaat Ryan keluar dr kamarnya Dia melihat Malik mendekatkan wajahnya ke Popy lalu mencium bibirnya sekilas.
" Bagaimana rasanya ? " tanya Malik ke Popy.
" Eh rasanya ,rasanya apa ya Tuan " Jawab Popy terbata-bata karena gugup ia dicium oleh orang yang ia kagumi selama ini.
Ryan keluar dari kamarnya " Rasanya Malu Tuan " Kekeh Ryan.
Malik melepaskan tangannya dari telinga Popy lalu mendengus kesal.
" Harusnya kau yang malu, dasar bos ga ada akhlak seenaknya saja bermain dengan istrimu dan meninggalkan kita berdua disini " Gerutu Malik
Ryan tertawa senang. "Tapi kalau aku tidak kurung kalian berdua disini, kau tak bisa mencium sekertaris mu itu loh "
" Haissh , itu hanya terbawa suasana saja akibat ulahmu " ketus Malik
" Deg ," jantung Popy tiba-tiba merasa berhenti.
Hatinya Seperti ditusuk oleh ribuan jarum akupuntur mendengar jawaban Malik.
__ADS_1
Sakiiittt tapi tak berdarah.
Ryan melongo mendengar jawaban Malik.
" Parah Lo Lik " Ucap Ryan
" Kenapa by " tanya Zahra yang sudah keluar dengan berganti pakaiannya.
" Maaf saya permisi dulu " pamit Popy ke para atasannya dan juga istri bos nya itu.
Zahra menatap tajam Malik , dimatanya penuh tanya.
" Tanya aja Abang mu itu,kalau aku cuma mulut aja yang pedas Yank,. kalau abangmu itu kelakuannya juga pedas "
" Biar aku tanya kak Popy " Ujar Zahra sambil melenggang keluar dari ruangan Ryan.
Ryan melanjutkan kegiatannya membahas projects barunya .
Popy menceritakan tentang kejadian di ruangan Ryan tadim Zahra mengeram kesal..
" Udah kak biarin aja ,kamu bersikap biasa aja sama Abang .kalau misal Abang beneran suka sama kakak, dan ucapan tadi hanya karena malu atau gugup , pasti dia berusaha minta maaf sama kakak ". Ujar Zahra berusaha menenangkan hati Kak Popy.
Bagaimanapun kak Popy salah satu orang berjasa dalam hidupnya.
Saat pertama kali masuk ke gedung ini dan diterima sebagai Sekertaris, Popy banyak mengajarkan Zahra tentang semua pekerjaan tentang sekertaris.
makanya Zahra Dangan sayang dengan Popy.
Zahra berusaha biasa saja setelah dari meja kerja Popy.
Malik melihat Zahra masuk, ingin bertanya tentang Popy . tapi diurungkan niatnya karena ia masih bingung perasaan apa untuk Popy.
" Popy gimana Ra " tanya Ryan yang penasaran .
__ADS_1
" Tumben By kamu kepo banget "
" Iya apa dia Nangis,? karena mulut abangmu yank ,luar binasa sekali " cibir Ryan
" Kak Popy biasa aja by, dia juga terbawa suasana tadi katanya " jawab Zahra santai lalu melirik ke arah Malik yang sepertinya agak kaget mendengar ucapan adik angkatnya itu.
" oh baguslah,dia ga pantas dengan Malik " Ucap Ryan to the point.
" Kalau Abangmu dengan Ziva gimana? " Ryan bertanya lagi.
" Ga tau " Zahra menjawab sambil memainkan ponselnya.
" Ra, " panggil Malik.
" Ya bang ?"
" Popy bener Gak apa-apa" ?
" fine aja dia bang seperti tak ada apa-apa. Abang lihat aja ke mejanya " tawar Zahra
Zahra buru-buru mengirim pesan ke Popy ,
*Abang mau keluar tuh dari sini ,Kamu berusaha biasa aja kak jangan tampilkan wajah sendumu ,aku mendukungmu , fighting 💃*
Ting
pesan diterima Popy
Popy mengatur nafasnya lalu berusaha bersikap biasa saja ke Malik saya Malik keluar dari ruangan Ryan menuju ruangannya.
***
Yang share promosi novelnya di komen jangan lupa like karya aku juga ya kakak othor sayang😘
__ADS_1