Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Janji Seorang Laki-laki


__ADS_3

Sediih sekarang koq sedikit yang kasih like nya ya hiks.. apa ceritanya udah ga menarik lagi ?


***


Zain mencubit pipi Zee gemas.


" Ceritalah, aku siap mendengarkan " ujar Zain. sambil membawa Zee ke pelukannya lagi


Zee menggela nafasnya.


" Zain " Panggil Zee


" Ya Zee, " Jawab Zain.


" Eh akhirnya dia menyebut namaku juga " Bathin Zee tersenyum.


Zee seperti terlihat agak sulit untuk menceritakan nya.


" Sudah,sudah jika tak sanggup kamu ga usah cerita " Punggung Zee diusap kembali oleh Zain


Zee merasa sangat nyaman jika punggungnya diusap oleh Zain.


Zee terdiam lalu mulai menceritakan masalahnya yang ia pendam satu tahun belakangan ini.


" Papa ku menikah lagi Zain dengan sekertaris nya " ucap Zee lalu terdiam kembali.


" Kalau begitu kita menikah juga saja " Sahut Zain cepat


" Aku serius Zain" Rengek Zee.


" aku lebih-lebih " ucap Zain dengan pasti.


" Benarkah ? " tanya Zee tak percaya


Zain pun mengangguk.


Zee tersenyum lalu merapihkan rambut tebal Zain yang tertiup angin.


" Aku cerita dlu ya, nanti kita bahas tentang kita. oh iya sebelumnya aku minta maaf soal waktu itu ya Zain, saat aku ingin meminta maaf ke kamu keesokan harinya di sekolahmu, Malamnya papa ku meminta kita pindah satu keluarga ke LN , jadi aku ga bisa meminta maaf sama kamu. maafin ya " jelas Zee.


" it's ok . Yang penting sekarang aku udah ketemu kamu. Tapi aku ingin bertanya dulu boleh? " ujar Zain


Zee mengangguk ," Saat itu kau meminta ku jadi pacar palsumu kan ? " Ucap Zain lagi


" He em " Zee mengangguk.


" bagaimana sekarang aku yang minta seperti kau meminta dulu ? " tanya Zain sambil menatap Zee lekat.


" Meminta jadi pacar Palsu? atau pacar beneran ? " goda Zee.


Hati Zee tak karuan jika ia harus menerima pembalasan atas sikapnya dulu hiks.


" Ya seperti dulu kau minta jadi pacar pura-pura " ujar Zain santai .

__ADS_1


" Huwaaaa tuh kan " Zee menjerit dalam hati.


" Ya udah ga usah peluk-pelukan sana-sana., aku mau cari cowo yang minta aku jadi pacar beneran aja huh " kesal Zee zambil melepaskan pelukannya ingin berdiri bangkit dari duduknya tapi kakinya masih sakit.


" Awwwh " Ringis Zee.


" Ckk jangan ngegodain minta dideketin deh " goda Zain lagi menahan tawanya.


" iisshhDasar cowo ga peka ,ga punya perasaan , sana-sana biar aku bisa pulang sendiri. aku ga butuh bantuan kamu huh . kesal Zee.


" Hahaha jangan marah sayang , sini sini peluk. "


" Gak ,gak mau " padahal dalam hati berbunga-bunga karena dipanggil sayang.


" Ulu-ulu peluk aja ah biarin aja marah juga " Zain memeluk Zee yang sedikit pura-pura berontak padahal seneng ampun-ampun itu Zee.


" Jangan marah dulu dong, kan aku belum selesai bicaranya " ujar Zain mencolek-colek dagu Zee.


Zee merona malu.


" Aku memintamu jadi pacar pura-pura tapi aku juga memintamu jadi ibu sungguhan dari anak-anakku nanti " ujar Zain sambil memegang kedua pipi Zee.


" Duuh hati Adek meleleh bang " jawaban Zee yang konyol itu malah membuat Zain tergelak tawanya.


" Kamu tuh ya Zee, bikin gemes tau ga " . Hidung Zee sampai di uyel-uyel sama Zain


" Kamu juga kalau ketawa cakep banget, jadi gemes " peluk Zee nyaman di dada Zain.


" Jadi tapi kamu jangan nyautin terus aku ga kelar-kelar ceritanya. " gerutu Zee.


" Biarin sampe pagi aja kita disini " Ujar Zain sambil memainkan jemarinya Zee


" Ogah " ketus Zee.


" Cup, jangan hilang lagi ya, Jangan jauh-jauh dari aku, aku akan fokus ke Perusahaan kalau emang harus miliki kamu dengan harga yang mahal " tangan Zee di cium oleh Zain tapi Zee malah cemberut.


" Kamu ga suka ya aku bilang jangan hilang, aku ga mau kehilangan kamu yang kedua kali " Ujar Zain serius.


" Ckk bukan itu, itu sih aku suka. " jawab Zee


" trus yang mana? " Zain bingung.


" Tuh yang bilang miliki aku harus dengan harga mahal " ujar Zee.


" iya tadi bang Ryan bilang gitu " ucap Zain tanpa merasa dosa.


" Aku ga sematre itu Zain " ujar Zee sambil melemparkan pandangannya lurus ke depan.


" Tapi kita butuh uang Zee, aku ngajak makan kamu, beliin kamu ini itu, lamar kamu ke LN temuij orang tua kamu ,hidupin kamu setelah kita nikah, punya anak-anak yang butuh makan dan pendidikan itu butuh uang kan sayang " ujar Zain sambil membelai rambut Zee.


Zee terdiam .berpikir, hatinya terenyuh mendengar perkataan Zain seserius itu kah Dia pikir Zee. . " Iya juga sih hehe " Cengir Zee lagi.


" Makanya , aku sekarang harus membuktikan kalau aku layak untuk kamu " ujar Zain meyakinkan Zee.

__ADS_1


" ah jadi tambah sayang " Zee tak bosan memeluk Zain kembali.


" ah masa sih " goda Zain


" Heem " Zee mengangguk


" Jangan dekat- dekat dengan laki-laki lain selain aku dan papamu ya Zee " ujar Zain meminta Zee untuk menjaga jarak dengan lawan jenis. Karena ia adalah pencemburu berat.


" Aku ga akan dekat papa, karena dia lebih memilih sekertaris nya dibandingkan aku." Zee teringat kembali dengan ucapan sang Papa yang memintanya keluar dari rumah karena tak mendukung untuk bercerai dengan sang Mama dan lebih memilih menikah lagi .


" Hmm iya sayang, sabar ya, coba dilanjut ceritanya lagi. si tampan ini sudah ready untuk mendengarkan cerita calon istrinya


" ujar Zain sambil mengelus pipi Zee.


" Ckk suka bikin ga konsen deh " Zee mencolek perut Zain membuat Zain melotot..


" Ish jangan melotot, serem " Ujar Zee..


" Jangan sentuh itu ah " ujar Zain.


" kenapa? " tanya Zee.


" Ckk udah cerita sekarang jangan colek-colek" Zain pura-pura kesal.


Zee pun menceritakan soal papanya tadi. dan soal mamanya yang juga lebih memilih mantan kekasihnya dan mengikuti perceraian yang diminta oleh papanya Zee.


Zee tidak menyetujui keinginan kedua orang tuanya. Tapi Mama dan Papa Zee memaksa dan tidak bisa dilarang


Akhirnya sang papa menyuruh Zee tinggal dengan Mamanya,


tapi karena Zee juga tidak mendukung mamanya menikah lagi, Zee juga disuruh tibggal saja dengan sang papa.


" Mereka melempar aku kesana kesini " ucap Zee.


Secara tidak langsung orang tua kandungnya mengusir dan tidak ingin bersama dengan dirinya.


untung saja ada orang tua Ryan di Indonesia tempatnya pulang, kalau tidak entah dia harus kemana ,karena dia hanya nyaman dan merasa keluarga Ryan adalah keluarga keduanya setelah orang tua kandungnya.


Bukan tak nyaman dengan tantenya yang lain. hanya saja ia lebih nyaman di dekat orang tua Ryan.


Zain merasa teriris hatinya mendengar kisah Zee, dirinya merasa ikut rapuh. tapi jika Zain juga rapuh , bagaimana dia harus menguatkan kekasih barunya ini.


di Cium pucuk kepala Zee ,di biarkannya Zee menangis lagi. dan dipeluknya erat.


" Jika kamu sedih tumpahkan semua di dadaku, biar aku yang menampung air matamu, berbagilah dengan ku agar aku bisa mengambil alih sedihmu dan kuganti dengan kebahagiaan . Ini adalah janji seorang laki-laki untuk wanitanya. " Zain.


***


Yang suka cerita ini jangan lupa like nya ya


jangan lupa tinggalkan jejak di Koment


dan hadiah Seikhlasnya 🤭

__ADS_1


__ADS_2