
Ya benar ternyata Zain yang Zee lihat.
Zahra mendekati adiknya yang sedang bersama 2 orang sepasang kekasih.
" Dek, kamu lagi ada klien ? " tanya Zahra
Zain kaget melihat kakaknya tiba-tiba datang menghampiri nya.
" Iya teh ada job nih, Hehe " Cengir Zain.
" Alhamdulillah kalau gitu "
" Sama siapa teh? "
Zahra menunjuk ke arah mama dan Zee yang sedang mampir ke toko baju sebrang Restoran tempat Zain bersama kliennya.
" Teteh pamit ya kasian mama sama Zee kelamaan nunggu teteh " pamit zahra.
Zahra tersenyum mengangguk ke arah klien Zain.
Wanita pasangan itu kaget melihat Zahra,ia tau kalau itu Zahra mantan sekertaris dan istri dari Ryan CEO di tempat kerjanya.
" Eh Nona Zahra apa kabar ? " Tanya wanita itu yang bernama Ayu.
Zahra berfikir sebentar jika wanita ini memanggil Nona Zahra berarti salah satu dari karyawan RN Group kemungkinan.
" maaf kamu bekerja di RN Group ya? " Tanya Zahra tak enak.
Wanita itu mengangguk lalu menceritakan kalau ia akan menikah dan hari ini cuti lalu ia akan melakukan foto prewedding dengan memakai jasa Zain.
" Maaf saya tidak tahu kalau Zain ini adiknya Nona Zahra " Ayu tak enak hati dengan Zahra.
" Tidak apa, dia memang selalu tersembunyi. Maaf nama kamu siapa deh,aku lupa karena banyaknya karyawan di RN Group " Ucap Zahra sambil tersenyum
" saya ayu nona dan ini Arka suami saya " Ayu memperkenalkan calon suaminya ke Zahra
Zahra tersenyum lalu mengangguk " Baiklah lanjutkan ya silahkan aku mau kesana lagi. Dek kalau sudah hubungi teteh ya, teteh ada perlu sama kamu.
" Iya teh hati-hati ya salam untuk mama " ucap Zain
" Sama Zee ngga? " goda Zahra
__ADS_1
" issh teteh nih " Rajuk Zain.
" Malu tau ada klien kamu hahaha byee" tawa Zahra lalu meninggalkan Zain dan kliennya.
Zahra,Zee dan Mama masih menyusuri toko di mall tersebut hingga siang hari , Zahra izin ke kantor Ryan karena Ryan ingin makan siang bersama dirinya.
Mama dan Zee menuju restoran sedangkan Zahra menuju kantor nya dulu alias kantor suaminya.
Sambil dijalan menaiki taksi online Zahra memesan makanan via online juga dan meminta kurir makanan menaruhnya d resepsionis Jia ia belum sampai.
Taksi online pun berlabuh di Lobby gedung RN Group. Zahra turun kemudian melacak pesanan makanannya yang ternyata sudah ada di meja resepsionis .
" Haii selamat siang.. " Sapa Zahra di depan merka resepsionis
" Selamat siang Nyonya Zahra " Sapa Lusi Dan Wira resepsionis Di RN Group.
" aku berasa tua koq ya dipanggil nyonya hihi " kekeh Zahra.
" Makin cantik aja nyonya Zahra " Goda Wira ga ada takut-takutnya kalau yang digoda itu milik CEO RN Group.
" Ehem "
Nah kan yang punya muncul nih.
Wira langsung gelagapan dan diam membeku seolah dihujani salju tanpa memakai mantel.
" Matilah aku punya mulut kelemesan, mana adik ku baru mau masuk sekolah butuh biaya banyak, hiks " Bathin Ryan menyesali mulutnya yang tanpa hambatan itu.
" Maaf tuan Ryan " Ucap Wira ketakutan.
Ryan tak menanggapi ucapan Wira dan matanya beralih ke Lusi.
" Lusi jika kamu bosan berpartner kerja dengan Wira buatkan dia surat resign dan kamu berikan ke HRD "
Lusi hanya diam bingung satu sisi sahabatnya satu sisi lagi Boss nya . Ia juga takut dipecat jika membantah.
Melihat interaksi suaminya dan 2 resepsionis terbaik RN Group dibuat diam membisu Zahra berdecak kesal .
" Ckk sudahlah By aku kesini bukan mau lihat kamu marahin karyawan kamu dan team aku dulu loh " ujar Zahra
" Tapi dia menggoda kamu yank " ujar Ryan ketus
__ADS_1
" Memang apa salahnya dia bilang aku cantik apa aku jelek? iya aku jelek?? " tanya Zahra tak kalah lebih ketus lagi.
" Eh bukan gitu Yank aku hanya ga suka kamu digoda. " ujar Ryan menutupi posesif nya.
" Dia hanya berbicara sesuai fakta kalau aku cantik " Zahra menjadi narsis agar Ryan tak memarahi karyawannya lagi
" Aku cantik ga lus? " tanya Zahra lagi ke Lusi
" I..i iya nyonya Zahra cantik " Sahut Lusi.
" Aku cantik ga by ? " tanya Zahra ke Ryan
" Cantik Doong " Sahut Ryan sambil mencubit pipi Zahra.
" Nah ya udah ga ada masalah berati kan , kenyataan kan aku emang cantik X" Zahra jadi sok pede gitu kan.
" Tapi tetap saja di-.. " belum sempat Ryan melanjutkan perkataannya Zahra menghela nafasnya lalu membisikan kata keramat di telinga Ryan.
Ryan tersenyum dan " Baiklah ayo sayang kita ke atas " ajak Ryan yang moodnya langsung berubah baik.
" Kali ini kamu saya maafkan Wira " Ucap Ryan lagi.
" By.... " Zahra memanggil Ryan dengan menekan suaranya.
" Ah ya ya ya. Ayo mana makanan kita " ujar Ryan
" Huft Selamattt ,nyoba Zahra memang terbaik." dalam hati Wira.
" Oh ya ini Nyonya Zahra makanan pesanan Nyonya Zara "
Lusi memberitahukan kalau pesanan makanannya sudah tiba.Zahra memesan ada total 5 paperbag . Zahra mengambil 1 paperbag dan 4 lainnya diberikan ke Lusi dan Wira
" Lus kamu ambil 2 box untuk mu dan Wira sisanya berikan ke OB dan pak satpam ya. jika masih ada sisa bebas berikan ke siapa saja yang belum makan siang " Titah Zahra
Lusi dan Wira sangat senang mendengar dapat jatah makan siang gratis dari nyonya Boss nya. berbanding terbalik dengan CEO mereka yang mendengus kesal
" Mentang - mentang dibilang cantik jadi sok kebaikan sama si Wira ga jelas itu " cibir Ryan
" Astaga by.. " Zahra tepok jidat melihat kelakuan suami ajaibnya itu.
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya rederssss 😘