Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Urusan keluarga


__ADS_3

Adit bingung setengah mati karena tiba-tiba sang CEO memanggilnya untuk datang langsung ke ruangannya.


Adit berpikir keras,kesalahan apa yang sudah ia lakukan hingga harus bertemu dengan Ryan langsung.


Karena saat diberitahu oleh Manager nya Adit tak diberitahu apa-apa hanya di bilang suruh menghadap Boss saja.


Sampai di depan ruangan Ryan, Adit mengatur nafasnya agar teratur dan tidak gugup karena ini kali pertama Adit masuk ke Ruangan Bos nya dan bertemu langsung.


Tok tok tok...


Adit mengetuk pintu Ruangan Ryan


" Masuk " terdengar sahutan dari dalam.


Adit masuk dan Zahra kaget melihat Adit.


" Eh Kak Adit kesini " ucap Zahra senang


Adit tak kalah kaget melihat Zahra


" Loh Ra,kamu sedang apa disini " tanya Adit bingung


" Aku sedang training kak "


hah training??


Adit makin berpikir keras, Zahra dapat posisi sebagai apa hingga trainingnya di ruangan CEO bersama Tuan Malik juga.


" Ehem ,sudah kaget-kagetannya?" tanya Ryan memecahkan suasana kaget Zahra dan Adit


Matilah aku, kenapa sampai lupa menyapa para Boss ,malah aku menyapa adik ku duluan . bathin Adit.


" Selamat siang Tuan Ryan dan Tuan Malik " Adit membungkuk menyapa para Bossnya.


" Ya silahkan duduk Pak Adit " Malik mempersilakan Adit duduk sambil tersenyum.


" Langsung saja ya Pak Adit, ada hubungan apa kamu dengan Zahra " tanya Ryan tiba-tiba membuat 3 orang yang disana langsung membulatkan matanya.


" hah eh maksudnya Tuan? oh Maaf begini Tuan ,Ara eh Zahra ini adik sepupu istri saya ,dan memang saya yang memberitahukan kalau diperusahaan ini ada lowongan besar-besaran , lalu saya menyarankan agar Zahra melamar disini siapa tau ada rezekinya disini misalnya office girl atau di pantry ,tapi memang saya lancang Tuan, karena Zahra belum mendapatkan ijazahnya tapi tetap saya suruh melamar " Jelas Adit panjang kali lebar tetapi matanya tak berani menatap Ryan atau Malik


" Saya minta maaf sekali lagi Tuan jika ini melanggar syarat dan ketentuan di perusahaan ini"


Adit lalu berdiri dan membungkuk ke arah Ryan dan Malik


" Tega sekali kau Pak Adit, seperti Zahra ini kau suruh melamar disini sebagai Office girl " ketus Ryan


" Iya maaf,maaf Tuan,saya mohon maaf sekali sudah lancang menyuruh Zahra melamar disini,baiklah saya akan minta Zahra pulang saat ini juga " mohon Adit.


" Eh eh bukan gitu maksudnya, maksud saya itu,kenapa tidak kau suruh dibagian lain, untung saja aku menemukannya di depan ,jadi aku bisa langsung menyuruhnya menjadi sekertaris ku " Jelas Ryan

__ADS_1


" hmm, baiklah kalau begitu kamu boleh lanjut bekerja kembali " ucap Ryan datar


" Eh udah itu sajakah Tuan " kaget plus lega rasanya Adit mendengar suara Boss nya itu.


" Ya " sahut Ryan datar diiringi. tertawa Malik


" Hahaha Ryan asli kau sungguh aneh ,haduuh aku sampai keluar air mata lihat tingkahmu." Ucap Malik sambil memandang Ryan dan Adit bergantian.


" Baiklah lanjutkan pekerjaan mu Pak adit "ucap Ryan sambil tersenyum


" Oh ya Pak Adit , saya lihat dari CV Zahra kamu dan istrimu adalah satu-satunya kerabat Zahra. apa iya benar? " tanya Ryan


" Betul Tuan,semalam pun Zahra menginap dirumah saya tuan " jawab Adit gugup


"Hahaha. sudah sudah kau membuat Pak Adit ini bingung Tuan Ryan, sebenernya Tuan Ryan hanya ingin memastikan kalau kau memang benar Kakak sepupunya Zahra Pak Adit, ya Kan Tuan Ryan ?.".ucap Malik sambil mengangkat Alis ke arah Ryan alu tertawa lebar.


",Eh apa iya? aku masih belum mengerti, ada apa sih ini sebenernya?"bathin Adit bingung sambil ia garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Baiklah mulai malam ini dan sampai nanti dia dapat tempat tinggal, Ara akan tinggal di green house ku dulu boleh ya Pak Adit,


tempat itu tak ada yang menempati,jadi biarkan Ara menempatinya .


dan karena dia sekertaris ku sekarang jadi dia harus berdekatan dengan ku jika aku membutuhkan sesuatu baik dirumah maupun di kantor. bagaimana?? " tanya Ryan


Adit kaget tampak menoleh ke arah Zahra


" Seorang CEO meminta izin kepadaku,mimpi apa aku semalam " bathin Adit lagi.


" eh apa nginep di rumah Tuan Ryan, duh apa yang harus aku bilang ke Ana jika adiknya disuruh tinggal dirumah bos ku " bathin Adit


" Kak Adit bantu aku jelaskan ke Kak Ana ya " mohon zahra.


" Baiklah Ra,nanti Kak Adit bilang ke Kak Ana. tapi aba bunda sudah tau ? " tanya Adit.


" Nanti aku telepon bunda kak setelah selesai kerja, terima kasih ya Kak Adit " ucap Zahra sambil melirik ke arah Ryan


Adit mengerti kode dari Zahra.


" Iya Ra, kamu jaga diri baik-baik ya ,kakak percaya sama kamu,mudah-mudahan disini rezeki kamu untuk membahagiakan kedua orang tua mu " bisik Adit ke Zahra


" Iya kak " Zahra menjawab sambil tersenyum.


" Hey kamu berbisik apa ? " Ryan bertanya dengan suara tinggi melihat Adit dan Zahra sambil berbisik.


Malik yang kaget langsung menatap Ryan " bikin kaget aja sih Ry, eh Tuan " ucap Malik kesal .


" Urusan keluarga Tuan " ucap Zahra tersenyum.


"Sudah lah senyum itu tak bisa membuatku marah " gunam Ryan

__ADS_1


" hmm baiklah silahkan bekerja kembali Pak Adit. oh ya jika ada tes promosi Jabatan kau ikut saja aku ingin melihat kemampuan mu " ucap Ryan lagi


Adit kaget mendengarnya apakah dia tidak salah dengar?


Zahra yang tau Ryan tak akan mengulangi perkataannya. menepuk lengan Adit. " udah kak iya aja nanti kakak seperti aku dibilang pendengaran kita bermasalah " bisik Zahra sambil terkekeh


" Alhamdulillah terima kasih banyak Tuan " Adit berterima kasih sambil menunduk dan senang


Ryan kesal melihat Zahra berbisik kembali ke Adit. " apa itu bisikan urusan keluarga lagi " tanya Ryan ketus


" Iya betul Tuan " jawab Zahra sambil tersenyum


" ahh dia tersenyum lagi, ada apa dengan hatiku ini ,terasa nyaman saat ia tersenyum " gunam Ryan yang terdengar oleh Malik , dan Malik pun tersenyum


" mungkin dia sudah membuka hatinya " pikir Malik senang


Adit pun pamit ingin kembali bekerja


Ryan dan Malik menganggukkan kepalanya.


.


.


" Lik bilang ke bagian warehouse antarkan salah satu laptop dan tablet terbaru dan terbaik kita untuk Zahra gunakan dalam bekerja " ujar Ryan


" Sip " Sahut Malik singkat , tak perlu menanyakan kembali apa yang diminta oleh Ryan. khususnya untuk Zahra saat ini ,karena kemungkinan sudah ada ketertarikan antara Ryan ke Zahra jadi Malik membiarkan toh untuk kepentingan dalm bekerja bukan memberikan cuma-cuma pikir Malik.


" hohoho skandal Boss dan sekertaris sepertinya akan terjadi di perusahaan ini " gunam Malik sambil tersenyum


Tanpa sadar gunaman Malik terdengar oleh Ryan


" Otak mu ngeres lik " ketus Ryan


" Ra bisa sapuin ga " ledek Malik ke Zahra


" Eh sapu? sapunya dimana " tanya Zahra bingung karena ia tak mendengar gunaman Malik, Zahra pikir disuruh sapu beneran sama Malik


" Hahahah " Malik tertawa senang dan Ryan kesal mendengarnya.


tiba-tiba pintu terbuka , ceklek...


Masuk lah seseorang yang membuat mata Ryan dan Malik membulat sempurna.


.


.


.

__ADS_1


Siapa ya kira-kira yang datang itu?


*Mohon maaf kemarin tidak update karena lupa klik share . jadi hari ini author update agak panjang katanya, semoga mengobati kekangenan kalian 😁🙏🏼*


__ADS_2