Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Ketahuan Malik


__ADS_3

" Beneran mau di suapin mas? " tanya Zahra ragu karena masih ada Mama Zen disana. "


" Iya Ra suapin aja ,siapa tau permintaan terakhir ga bisa di penuhi nanti nyesel lo hahahah " Tawa Malik


Mama Zen menghampiri Zahra " Ra mama nitip Ryan ya, mama pulang dulu kasian papa,kamu nanti kalau udah selesai pulang aja diantar Supir apa gimana? "


" Aku nginep disini aja deh Ma, kasian Mas Ry ga ada yang jagain " sahut Zahra.


Ryan senang betul itu mendengarnya " Iya,iya kamu jagain aku ya Ra "


" heh ga terbalik " sahut Malik.


" Iya mama ga bisa tungguin disini ,jadi minta tolong Ara ya " Mohon mama Zen


" Iya ma gpp " ucap Zahra.


" ya udah mama balik ya, ayo Lik " ajak mama ke Malik.


" Ma aku nanti aja " ucap Malik.


Lalu mama memberikan kode agar Malik pulang biar Ryan bisa cepet punya anak ,, eeeh mama nakal ya. trnyata . bathin otor hihi


" Hmm baiklahh, ati-ati ya Ra disini. dan lo Ry, awas jangan macem-macem sama adik gw bodyguard mama lo ada di luar " ucap Malik.


" Ckk gue suruh pulang tuh yang ada bodyguard kalau ganggu " timpal Ryan.


Malik dan Mama Zen pun pamit, hingga diruangan itu ada Ryan dan Zahra saja.


Ryan senang bukan main berdua dengan Zahra.


" Mas makan ya, biar bisa minum obat ." jelas Zahra


" Aku makan buburnya aja deh dikit aja ya tapinya " ucap Ryan


Zahra tanpa berbicara langsung menyuapi Ryan. hingga setengah buburnya.


" Enak ga mas ?" tanya Zahra.


" Enggak " Jawab Ryan


" Lah ga enak koq mau habis setengah " ledek zahra.


" lebih enak kalau disuapin langsung Ra " Ucap Ryan menggoda Zahra


" Ini juga langsung mas dari tangan aku." jelas Zahra.


Ryan mendekatkaan wajahnya ke Zahra sambil mengambil sendok bubur lalu didekatkan ke bibir Zahra.


" Maunya langsung dari sini boleh ga " Ryan mendekatkan jarinya ke bibir Zahra.

__ADS_1


Spontan jantung Zahra berdetak kencang seperti lari marathon. " Duh apa-apaan si nih Mas Ry, bikin jantung capek aja deh " gunam Zahra.


" Boleh ya Ra " pintanya lagi.


" Ta tapi gimana caranya Mas " jawab Zahra gugup.


" Sini agak dekat " ajak Ryan menepuk pinggir kasurnya agar Zahra lebih mendekat ke arah nya.


Zahra seperti terhipnotis lalu mengikuti arahan Ryan untuk duduk di dekatnya.


" buka mulutmu Ra, a.... " ucap Ryan sambil menyendokan sepotong daging ke Zahra.


" nanti jangan kamu gigit dulu ya dagingnya . ucap Ryan.


" Eh maksudnya mas ? " Zahra bingung.


" Iya kamu liatin aku dulu ya " ucap Ryan lagi .


Ryan pun memberikan sepotong daging ke mulut Zahra " Dari sini kamu berikan kesini ya "


Ucap Ryan sambil tangannya menunjuk ke arah b*bir Zahra lalu ke b*b*rnya


" Eh eh " Zahra bingung tapi Ryan keburu makin dekat dan dekat


" Aakhh hmmff " Zahra kaget tak siap karena Ryan tiba-tiba. mengambil potongan daging itu di dalam mulut Zahra dengan lidahnya lalu bermain sebentar di dalamnya.


setelah potongan daging terambil,


" Ish mas Ga jijik apa itu kan bekas di mulut aku " tanya Zahra sambil merona malu.


" tidak apa-apa enak kok ,lagi ga " tanya Ryan senyum-senyum menggoda


" Kurang kerjaan " Gerutu Zahra.


" Kerjain doong " ledek Ryan.


" Haduuh apa-apaan sih itu " bathin Zahra malu


" Iya nih aku kurang kerjaan ,kita ngapain ya Ra " tanya Ryan menggoda Zahra lagi.


" haissh aku pulang aja lah,Mas Ry geger otak x ya tadi terbentur mobil. jadi mesum begini deh " Zahra mengalihkan matanya dari Ryan lalu mengambil Pizza


" Kamu belum makan ya Ra " Ryan akhirnya berbicara lagi setelah senyum- senyum ga jelas.


" Belum " ucap Zahra sambil memakan sepotong Pizza.


Zahra merasa tak nyaman dipandangin Ryan sepanjang makan.


" Mas kenapa liatinnya gitu ,Mau " Tanya Zahra salah tingkah sambil menggigit potongan Pizza

__ADS_1


" Iya Ra mau, mau ini " Ryan langsung menggigit Pizza yang sedang berada di mulut Zahra.


Zahra terdiam lalu ,ceklek pintu terbuka Malik masuk, Zahra dan Ryan masih menggigit pizza bersamaan.


Zahra refleks melepaskan pizza di mulutnya.


" Haiihh 2 pasangan malu-maluin tapi mau . nih baju buat kamu besok dan malam ini Ra. biar ga pulang dulu ke rumah.besok pagi kita ada meeting penting jam 10 sama team. jangan lupa ya. " ujar Malik


" Iy iya bang " Jawab Zahra gugup.


" Udah lanjutin jangan lupa kunci pintu hahaha" terasa sakit rasanya dada Malik berbicara seperti itu.


Ya dia ada perasaan ke Zahra, tapi sayangnya zahra hanya menganggapnya Abang saja hiks.


" Huh mas sih begitu, kan bang Malik jadi tau " gerutu Zahra


Ryan kesal mendengar Zahra berbicara seperti itu " trus kalau malik tau kenapa? kamu malu? "


" Ya iyalah dikira aku curi-curi kesempatan " ujar Zahra sambil memajukan bibirnya.


" Kamu ada rasa ke Malik hah? " Ryan berbicara dengan nada tinggi.


" Kalau iya kenapa ? " tanya Zahra emosi


" Ga boleh , " jawab Ryan


" Loh kenapa " tanya Zahra


" Ya ga boleh,aku berhak atas kamu," Ucap Ryan dengan nada tinggi dan menahan marah


Mungkinkah dia cemburu? aku coba tes aja deh . bathin Zahra


" Cup, udah jangan marah nanti cepet tua " Zahra menc**m sekilas b*b*r Ryan. dan seketika Ryan terdiam


" Itu maksudnya apa ?" tanya Ryan sudah tidak dengan emosi lagi


Zahra terdiam lalu berbisik menggoda ke arah Ryan " Biar ga marah-marah lagi " lalu Zahra melangkah pergi le toilet.


"Aku ganti baju dlu ya mas gerah " ujar Zahra sambil berlalu ke kamar mandi


.


.


.


Hayoo mau ada adegan apa..


Minta Like dan dukungannya di koment dulu ya ,😚

__ADS_1


__ADS_2