
" Titin, kamu keruang HRD sekarang. Dokter Nia tolong rawat bayi itu berikan perawatan terbaik dan masukan biaya nya atas nama saya ".
Dokter Nath pun muncul dan memberi titah yang diluar dugaan semua orang .
" Maaf ya Bu saya akan cek dulu keseluruhan anak Bu Anya yang cantik ini " Dokter Nia tersenyum manis, sedangkan Perawat Titin memasang muka tegang.
Ia tak menyangka kalau akhirnya ke gap dengan direktur rumah sakit tempat ia bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.
Anya orang tua dari Belle bayi berusia 6 bulan itu pun akhirnya mengiyakan ucapan dokter Nia.
Sementara itu Dokter Nathan menghubungi asistennya untuk membelikam sesuatu.
" Mari Ikut Saya " Dokter Nathan memasukan ponselnya ke dalam saku jas kebanggaan nya yang berwarna putih itu, lalu mengajak Ibu dari bayi Belle itu menuju ke ruangannya.
Anya mengangguk dan mengikuti langkah Dokter baik hati yang baru ia kenal itu.
Dokter Nath jalan disamping Anya ,langkahnya menyeimbangi langkah Anya yang bertubuh mungil itu.
Baru beberapa langkah berjalan ,tubuh Anya sempoyongan dan Hap.
Beruntung Dokter Nath berhasil menangkap tubuh mungil itu sehingga tidak jatuh ke lantai.
Segera dibawanya Anya keruang IGD kembali dan langsung mendapatkan penanganan.
Anya pingsan. Dan dokter Nath meminta dokter jaga disana memeriksa Anya.
Anya terlihat pucat dan lemah, dan ternyata dia mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan sehingga tubuhnya lemah.
Setelah di periksa dan di beri infus dan suntikan Vitamin, juga masih dalam keadaan tidak sadar Anya dibawa ke ruang perawatan VIP atas perintah dokter Nath.
Bayi mungil nya yang bernama Belle itu pun ikut terlelap di box anak-anak disamping tempat tidurnya.
Dokter Nath menghampiri Anya yang sedang tertidur pulas.
Dia melihat wajah mungil yang tadi tertutup masker itu ternyata sangat cantik. Bahkan masih sangat muda , mungkin usianya dibawah dirinya.
Tapi sudah mempunyai anak bayi. Bathin Dokter Nath.
" Ehek ehek " Belle terbangun menangis dan digendong oleh Dokter Nath. Sempat agak beberapa menit menangis, Belle pun terdiam mungkin Belle merasa haus.
Tapi mungkin lagi dia nyaman di dekapan pria tampan nan tulus itu. sehingga dia pun terlelap kembali.
Saat Dokter Nath masih memandangi Anya sambil menggendong Belle, Anya terbangun membuka matanya karena mendengar tangisan sang Anak. Dia melihat sekeliling dirinya bingung saat ini berada dimana.
Akhirnya tatapan nya bertemu dengan netra Dokter Nath yang sedang menggendong bayinya.
" Mungkin dia Haus " Dokter Nath menyerahkan Belle ke pangkuan ibunya.
" Te terima kasih Dok " Ucap Anya terbata.
__ADS_1
Dokter Nath tersenyum ke arah Anya.
Anya mengangguk kan kepalanya.
" Maaf dok saya ingin ke kamar mandi " izin Anya.
" Ah ya kalau begitu sini saya pegang dulu bayi kamu. " Jawab Nathan sambil mengulurkan tangannya.
Anya menggeleng.
" Oh iya baik , taruh saja di box nya. " Ucap Nathan lagi.
Anya masih menggeleng juga.
" Kalau nanti kamu ke kamar mandi, siapa yang pegang Belle ? " Tanya Nathan tak mengerti dengan pikiran Anya.
" Tanganmu saja masih di infus " Lanjut Nathan.
" Aku ingin menyusui nya " Ucap Anya pelan.
" Ah itu, baik lah saya akan keluar . Sebentar lagi makanan datang, kamu makan lah yang banyak. agar kepenuhan nutrisi bayi mu itu terpenuhi dengan baik " Ucap Nathan lagi seraya tersenyum dan keluar dari ruang perawatan Anya dan Bayinya.
Dokter Nathan kembali ke ruangannya . Ia memikirkan bagaimana wanita muda itu sudah punya bayi diusia yang mungkin masih 20 tahun setelah ia melihat berkas pribadi Anya.
Asisten Nathan yang tadi diperintahkan Nathan membeli sesuatu segera datang ke ruangan Boss nya itu membawa 2 paperbag besar
" Ah ya thanks Dan , Lo sibuk ga? " Tanya Nathan ke Dani yang gelagat nya ingin langsung pamit .
" Lumayan sih Pak, tapi kalau Pak Nath mau ngomong sesuatu ayok bisa Pak " Ucap Dani asisten kepercayaan nya itu.
" Ya udah sini duduk, bikin kopi dulu sana " Ujar Nathan yang di ruangan nya itu ada mesin kopi dengan berbagai macam isi minuman didalamnya. Dari kopi ringan ,kopi sedang, dan juga susu .
Dani membuat kopi susu favoritnya dan membawa ke meja atasannya yang jomblokiawan itu.
" Dan, Lo percaya ga cinta pada pandangan pertama " Baru saja duduk Dani sudah ditanya seperti itu.
" Percaya dong kan saya sama istri saya cinta pandangan pertama Pak, trus pandang-pandangan udah lah saya nikahin aja dari pada cuma saling pandang " Dani yang humoris itu membuat Dokter Nath Tertawa.
" Iya gitu ? " Tanya Nathan sambil tertawa.
" Iya Dong, Dani sih ga mau nunggu lama-lama Pak. Keburu diambil orang. " jawabnya tegas.
" Kenapa Pak? tumben tanyanya tentang cinta-cintaan. Sama ini buat siapa hayoooo " Dani kerjanya memang bagus dan cekatan. Juga sedikit bar-bar sebagai lelaki.
" Untuk . hmmm " Nathan berfikir sebentar.
" Hmm adalah pasien sini yang tidak bawa baju dan alas kaki, bayinya juga memakai baju kekecilan jadi ga ada salahnya pihak rumah sakit belikan ya kan ? " Hanya alasan itu yang ada di kepala Nathan.
Dia juga bingung mengapa bisa se care ini terhadap salah satu pasiennya di RS ini.
__ADS_1
" Oh kali Pak Nath langsung jatuh cinta gitu sama tuh cewek jadi sampai minta saya beliin ini segala. Saya lagi meeting loh tadi Pak " mata Dani menatap tajam ke arah Boss nya.
" Ckk Lo nih Dan, gak usah natap gue begtu. " Kesal Nathan lalu beranjak pergi mengambil paperbag yang dibawa Dani tadi.
" Udah lanjutin lagi kerja, perusahaan gue ada di tangan Lo " Ucap Nathan lalu membuka pintu ruang kerjanya.
Pikirannya hari ini terganggu oleh seorang ibu muda yang membawa bayi mungil yang sedang sakit itu.
Nathan lalu pergi keruangan VIP tempat Anya dan Bayinya di rawat.
Dia tak menyadari kalau Dani masih mengikutinya.
Sampai di depan ruang perawatan Anya dan Belle ,Nathan mengetuk pintu.
TOK TOK TOK
" Bu Anya saya Boleh masuk ? " Tanya Nathan di depan pintu.
" Iya Dok silahkan " yang menyahut perawat yang sedang membantu dokter yang sedang memeriksa Anya.
" Oh Fathir yang menangani Bu Anya " Ucap Nathan sambil masuk ke dalam.
" Iya Nath, harus dijaga nih kesehatan nya ,banyak asupan yang bergizi. biar bayi yang disusui juga nutrisinya bagus.
Alhamdulillah masih bisa kita tolong juga nih bayi " Ujar Fathir sang dokter gizi rumah sakit NU itu.
" Denger ya Bu Anya " Ucap Nathan tersenyum.
Dih sejak kapan nih Pak Nath rajin senyum begitu. Sam perempuan lagi.
Dani masih melihat interaksi boss nya dengan wanita yang sepertinya spesial Dimata Nathan ini.
" Hmm dokter, saya kapan bisa pulang ya ? " Anya tiba-tiba bersuara .
" Ibu Anya masih membutuhkan perawatan intensif di sini. begitu juga bayi ibu. Jadi baiknya di pulihkan dulu ya baru nanti dibolehkan untuk pulang "
Dokter Fathir menjelaskan ke Anya sambil tersenyum juga.
" Tapi dok biayanya saya bingung " lirih Anya yang memang bingung harus membayar dengan apa semua biaya Disni.
" Pakai BPJS ,tenang saja " Dokter Nathan yang menyahut.
" Pake BPJS trus dapet ruangan Di VIP gini. saya curiga kepadamu Boss " Dani memicingkan matanya.
***
Ada yang curiga juga ga sama Dokter Nath?
maaf baru update pemirsah.
__ADS_1