
Zahra hanya terdiam melihat kelakuan suami ajaib nya itu.
Ingin ketawa takut Dosa.
Nahan ketawa tapi merasa tersiksa.
Akhirnya Zahra berlalu meninggalkan drama mertua dan suaminya itu
Zahra menuju kamar si kembar yang berhubungan langsung dengan kamarnya itu.
Dan dikamar Zahra sendiri, sudah terpasang 2 ranjang besar yang disatukan agar jika tidur bersama anak-anak nya tak merasa kesempitan.
Sang suami sudah menyiapkan segala hal walaupun dadakan.
Saat pintu kamar di buka ada tulisan :
❤️ Welcome Baby ❤️
Nathan Fariz Nugroho - Baby Nath
Naufal Fattah Nugroho - Baby Na
Nala Fairuz Nugroho - Baby Nal
" Oh ternyata cucu kembar Oma namanya Trio N " Kekeh Oma Zen
" Iya Oma " Zahra menjawab dengan nada seperti anak kecil sambil menatap Nala.
Tiba-tiba Baby Na menangis diikuti oleh Baby Nal.
Sedangkan Baby Nath anteng di gendongan Nenek alias bundanya Zahra.
" Ulu-ulu anak-anak mommy haus ya.. tunggu yah mommy duduk dulu ya sayangnya mommy " Zahra pun mengambil tempat dekat bantal menyusui. Posisinya sudah siap menyusui tapi ia melihat sekeliling.
" Pria-pria yang terhormat tolong keluar dulu ya hehe.ini krucil-krucil pada mau nyusu " Pinta Zahra sopan.
Seketika para lelaki disana keluar kecuali Ryan
" By tolong hangatin ASI yang aku pompa di rumah sakit By " Aku gabbisa nyusuin dua-duaan gini " ujar Zahra
Beruntungnya Asi Zahra melimpah ruah banyak jadi walau anaknya kembar tiga tetap terpenuhi semua kebutuhan Asinya.
Ryan terlihat telaten menghangatkan susu anaknya lalu memberikan ke Baby Nal.
Kalau Baby Na tak cukup hanya dari botol saja jadi harus langsung hisap dari pabriknya.
Saat Baby Na menyusu, Ryan hanya mengelus dada. " Sayang itu sebenarnya punya Daddy tapi kalian kuasai hiks "
Zahra hanya tertawa melihat kelakuan suami aneh bin ajaib itu.
***
Ayah dan Bunda kini kembali ke kediamannya di kota B setelah 1 Minggu mengurus Zahra dan bayinya.
Karena Ayah dan Bunda sudah punya usaha jadi tak enak rasanya meninggalkan usahanya lama-lama.
" bunda pulang ya sayang, kamu jangan lupa banyak makan, makan apapun yang kamu mau ga ada pantangan koq Asal jangan pedas dana sama nanti yang ada perut kamu yang sakit malah ga ada tenaga buat urus 2 jagoan dan 1 princess, karena anak kamu pada doyan tuh ,kasihan KLO Asinya dikit kan
" nasehat bunda
" Iya bunda sayang, bunda hati-hati ya, kalau sampai sana kirimin cilok ya bund aku udah lama ga makan cilok hehe " ujar Zahra .
" Udah punya anak tiga masih aja cengengesan " ujar Bunda tersenyum.
***
Hari berlalu, Minggu berlalu.
Axel sangat menyayangi ketiga adik kecilnya.
__ADS_1
Jika Mommynya sedang kelelahan Axel yang menjaga adiknya, menghangatkan susu untuk para adiknya.
Zahra tak pernah membedakan Axel dan trio N.
Axel bahkan sudah bisa menggendong ,entak tekad yang kuat atau apa tapi ia lebih bisa menggendong bayi Zahra di banding sang Daddy yang masih takut-takut.
***
3 Minggu berlalu,
di gedung RN Grup
Malik sedang berada di ruangan Ryan, ia membicarakan proyek yang sedang berjalan.
Tak lama Malik harus keruangan nya karena sang istri yang sedang mengandung ingin ditemani memakan cemilan.
Ya seperti biasa tingkah ibu hamil pasti ada saja.
Karena Ryan sudah pernah merasakan menjadi PakMil jadi Ryan tak masalah apa yang sedang dilakukan oleh Malik. Walaupun kadang harus meninggalkan pekerjaan nya.
Setelah Malik pergi, Ryan ingin video Call dengan anak-anak nya. saat ini Axel sudah pulang sekolah.pasti Axel ada di kamar adik-adiknya pikir Ryan.
Ryan pun mendial nomor telepon Axel.
#
Axel : Hai Dad,,
Ryan : Halo Xel, kamu dikamar si krucil ya ?
Axel : Iya Dad nih lagi ngajak main ,pada melek Semuanya
Ryan : Makin ganteng deh anak Daddy kalau rajin begitu
Axel : iya dong kan Axel kalau besar ingin jadi kesayangan para krucil
Ryan terkekeh
Axel : Mommy tidur dad baru aja, Daddy ga usah ngomong sama Mommy dulu ya. nanti Axel bilangin kalau Daddy telepon biar aXel suruh telepon balik nanti
Ryan : Iya sayang gak apa-apa.kamu ada kebutuhan apa Xel disekolah ? kalau Mommy lupa biar Daddy yang belikan atau urus
Axel : Disuruh beli alat lukis gitu Dad buat kesenian tapi Mommy udah belikan tadi online sebelum Mommy tidur
Ryan : Mommy emang dbest ya
Axel : Banget Dad, terima kasih ya Dad aku punya keluarga lengkap sekarang
(mata Axel menjadi berkaca-kaca)
Ryan : Ssst udah jangan gitu tuh adik kamu ngeliatin masa Abang kesayangannya nangis sih harusnya kan si krucil yang nangis
Axel : Iya Dad, udah dulu ya Dad tangann Naufal keluar tuh dad aku mau masukin lagi ke bedongan takut cakar-cakaran sama Nathan hehe
Ryan : hahaha baiklah udah ganas aja masih bayik , by Xel
Axel : by Dad selamat berkerja kembali
#
Ryan menutup teleponnya dan ingin ke ruangan Malik membicarakan proyek luar kota yang tiba-tiba terlintas di pikirannya.
Ryan menuju ruangan Malik.
" Hmm tumben di kunci " Ujar Ryan
" Niar, ruangan Malik kenapa terkunci ya " tanya Ryan ke sekertaris Malik.
Niar bingung menjawab apa. " hmm itu anu tuan ada Nyonya Popy di dalam "
__ADS_1
" Ah godain ah " Iseng Ryan
TOK TOK TOK
terdengar pintu di ketuk.
Popy yang sudah setengah polos bagian atasnya terkaget.
" sayang itu siapa ? " tanya Popy yang gundukan nya sedang di mode on bayi oleh Malik.
" Paling si rese siapa lagi yang berani ketuk pintu begtu " Ujar Malik melepas sebentar lalu berkelakuan seperti bayi lagi.
" Buka dulu aja sayang, nanti dia marah " ujar Popy takut.
" Ya udah kamu masuk dulu ke kamar nanti aku nyusul " Malik berkat sambil menghisap.
" Ya udah lepas dulu,tapi jangan lama bya nanti bayinya kangen " Rengek Popy.
" Iya sayang sebentar ya ,aku juga masih pengen itu " tunjuk Malik ke gundukan Popy.
Popy bergegas masuk ke kamar yang ada diruangan Malik.
Sedangkan Malik berjalan ke arah pintu.
" Apaan sih rese deh ga tau apa gue lagi tanggung " gerutu Malik sambil membuka pintu.
" Jahat Lo, gue lagi puasa Lo begituan " Ketus Ryan
" Ya udah buru Lo mau apa " tanya Malik
" itu masalah proyek yang di kota Y gmna? apa kita langsung kesana ya ? " Tanya Ryan.
" Boleh sih ya udah nanti gue urus " ujar Malik
Mereka pun berbincang sekitar 20 menit.
" Sayanggg " teria Popy dari kamar.
" Tuh dia udh kasih kode , Lo keluar dulu please tar gue urus semuanya ya " Mohonn Malik.
" Ga ah gue mau disini " Iseng Ryan.
" Oh ya udah, gue bilangin Ara Lo gangguin gue padahal Popy lagi ngidam " ujar Malik santai.
" ck dasar Wakil ga ada akhlak Lo " Ryan bangun dari duduknya dari pada Malik bener ngadu ke Istrinya bisa makin lam jatahnya diberikan .
" Hahaha sabar tu coklat sisa berapa? " Tanya Malik
" masih 16 lagi huft " Ryan sambil berjalan keluar pintu.
" Kan masih bisa pakai yang lain bro , " Saran Malik
" Kasian Lik, dia capek ngurusin anak gue 4 orang,ga tega rasanya tapi gue juga capek solo terus" Sedih Ryan membuat Malik tertawa tak ada empati sama sekali
" Hmm awas Lo ya, anak Lo lahir gue ledekin Lo " Ancam Ryan
" Udah sana tar gue diocehin Popy " Usir Malik.
Ryan pun keluar dengan mencebikkan bibirnya.
sedangkan Malik segera bergegas ke kamar nya.
" Lama " Ngambek Popy
" Iya maaf sayang, tuh Boss ga ada akhlak rese " Malik lalu memangku tubuh sang istri lagi
" Lanjut ya yank hmmmpp " Malik memulai menghisap lagi hingga sang istri berdes sah tak karuan .
Dan terjadilah apa yang reder pikirkan.
__ADS_1
***
Jangan lupa dukungan nya ya rederssss kesayangan othor 😘