Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Ara Pamit


__ADS_3

Paginya Zahra terbangun lalu mencari pria yang harusnya ada disampingnya pagi ini tapi ternyata kekasihnya itu belum pulang.


Zahra turun ke dapur dan mulai membuat sarapan untuk keluarga Nugroho.


Setelah selesai ia kembali ke kamar Ryan lalu menyuapkan dirinya untuk berangkat ke kantor.


Tak lupa Zahra menyiapkan pakaian untuk Ryan jika Ryan pulang akan langsung memakainya.


Setelah selesai mempersiapkan dirinya untuk berangkat kerja,Zahra pun turun dan menuju meja Makan.


Terlihat Mama Zen dan Papa Rend sudah duduk di meja makan untuk sarapan.


" Sayang kamu ke kantor hari ini? " tanya Mama.


" Iya Ma, banyak yang harus aku kerjakan karena dua hari aku tinggal pergi. kasian Bang Malik dan kak Popy menggantikan aku " ujar Zahra tersenyum


" Baiklah " terlihat Mama seperti memaksakan senyumnya dan seperti ada yang disembunyikan.


" Pagi ini kamu ke kantor dengan Papa ya Ra " Ujar papa tiba-tiba.


" Baik Pa, " Sahut Zahra


" Kenapa mama dan papa tidak menanyakan Ryan ya " Bathin Zahra


Zahra ragu apakah ia harus bertanya degan orang tua Ryan atau tidak.


" Maaf Ma,Pa boleh Ara tanya? " Akhirnya Zahra beranikan diri untuk bertanya dan terlihat raut wajah Mama yang menjadi agak panik.


" Tanyakanlah apa yang ingin kamu tanyakan " ujar Papa.


" Hmm maaf Pa apa Mas Ryan itu punya kekasih sebelumnya , karena sejak 5 tahun Ara Bekerja di RN Group Ara belum pernah melihatnya bersama Wanita " Ara akhirnya menanyakan apa yang ingin dia ketahui sejak semalam.


" Kenapa kau tiba-tiba menanyakan nya nak " tanya Papa


Mama terlihat mulai menegang mendengar pertanyaan Papa. ia tak siap jika harus kehilangan Ara secepat ini.


Zahra menghela nafasnya dalam-dalam lalu mengutarakan hal yang terjadi semalam dan menceritakan dengan detail serta memberitahukan isi pesan nomor tanpa nama itu.


" Pa,,, " mama Zen menyentuh lengan suaminya. lalu tatapannya seperti memohon.


Papa seolah mengerti apa yang dibicarakan sang istri lewat tatapan dan raut wajahnya.


" Tunggulah hingga Ryan menceritakan sendiri ke kamu ya Ra " ujar Papa.


" Baik Pa " Ara menahan keingintahuan nya lagi.


" Ara tunggu di depan ya Ma, Pa Ara ingin menghubungi Mas Ryan kembali siapa tau sudah aktif handphone nya.


Ya Zahra sudah menghubungi Ryan Aat dia mengetahui Ryan tidak pulang. tapi handphone Ryan tidak aktif..


Di teras depan Zahra mencoba menghubungi Ryan kembali tapi hasilnya nihil.


Zahra menghela nafas nya kembali lalu tak lama Papa dan Mama datang.Papa dan Ara pamit berangkat ke kantor.


Zahra merasa aneh, biasanya mama Zen selalu ingin tau Ryan kemana dan jika hal ini terjadi harusnya mama menanyakan ke Zahra apakah sudsh berhasil menghubungi Ryan?


Tapi saat ini Mama baikpun Papa seperti tak ingin bertanya dan tidak mau tau sedang dimana Ryan berada.


Sampai di kantor Zahra melangkah lesu karena belahan jiwanya tidak berada disampingnya.


Ya baru kemarin mereka melakukan lamaran tapi saat ini Zahra malah tidak tau dimana Ryan berada.

__ADS_1


Sampai pukul jam 12 siang Zahra tak melihat Ryan datang ke kantor begitupun Abang angkat nya Malik juga tidak ada.


Zahra mencoba mendatangi Popy ingin menanyakan dimanakah Malik tapi Popy bilang Malik sedang ada urusan keluar kota.


Zahra mencoba menghubungi Malik dan akhirnya diangkat.


Tapi Abang angkatnya itu seperti sedang meeting karena menjawab sambil berbisik.


Zahra pun mematikan teleponnya.


Zahra mencoba menghubungi calon mertuanya Sang Mama Zen.


Zahra menanyakan apakah Ryan sudah pulang tapi maka mengatakan Ryan belum pulang.


Perasaan Zahra berkecamuk, sedang apa kekasihnya, dan siapa yang semalam menghubungi keasihnya


Tak lama Popy datang menghampiri Zahra.


Popy mengajak Zahra untuk makan siang di restoran Favorit mereka.


Zahra izin ke Papa Ren karena akan telat kembali dari makan siang. karena saat ini lokasinya juga sangat jauh.


Papa Rend mengizinkan nya.


Pukul 2 siang Zahra dan Popy baru kembali ke Kantor.


Zahra membuka ruangan Ryan . tidak nampak juga batang hidungnya.


Hinga pukul 5 sore Waktu pulang Zahra belum mendapatkan kabar Dari Ryan.


Zahra menelepon Mama Zen dan meminta izin untuk menginap kembali agar jika Ryan pulang ia ingin langsung bertanya.


Mama Zen mengizinkan dan memang berharap Zahra tinggal saja dimansion nya sampai hari pernikahan nanti.


dan,,


Hingga malam tiba Ryan tak menampakkan dirinya dimansion orang tuanya.


.


.


Keesokan paginya Zahra bergegas berangkat lebih awal dan ia menaiki mobilnya sendiri untuk berangkat kerja tapi dilarang oleh sang calon mertua.


Zahra masih merasa aneh dengan sikap orang tua Ryan.


Akhirnya Zahra tetap menaiki mobilnya tapi ditemani oleh supir.


Zahra membawa bekal makanan lalu dia berangkat ke kantor,tapi sebelum ke kantor Zahra mampir ke mansion pribadi Ryan tapi ternyata Ryan belum pernah pulang kesana lagi sejak menginap dimansion orang tuanya.


Zahra berjalan gontai menuju ke mobil dsn melaju ke kantornya.


2 hari


3 hari


4 hari


5 hari


6 hari

__ADS_1


hingga hari ke 7 Ryan masih belum bisa dihubungi.


Akhirnya Zahra izin ke Mama Zen Dan Papa Rend untuk pulang ke rumah pribadinya.


Dengan berat hati calon mertuanya mengizinkan Zahra pulang kerumah nya sendiri.


Sudah 7 hari ini Ryan tak ada kabar. padahal pernikahan mereka 3 Minggu lagi.


Hingga hari ke 14 Ryan tak mendapatkan kabar dan Zahra memutuskan untuk mendatangi mansion orang tua Ryan.


WO juga tidak ada yang menghubungi nya sama sekali untuk konfirmasi apapun.


Sampai Dimansion orang tua Ryan..dan bertemu orang tuanya Ryan


Zahra akan memutuskan sesuatu yang sangat berat.


" Ma, apa mama benar-benar tidak sama sekali mendapat kan kabar Ryan ? " ujar Zahra lesu.


" Maafin mama Nak " ya hanya itu kalimat yang keluar jika Zahra menanyakan tentang Ryan ke Mama Zen.


" Ma, aku siap terima apapun hal yang sedang terjadi. Resiko apapun aku terima ma,asal aku mendapat kabar dari Mas Ryan. Aku melihat profil wanita Ma saat aku membaca pesan di handphone Mas Ryan " ujar Zahra berusaha tegar.


" Apakah itu mantan kekasihnya Ma?"


" Apakah saat ini mas Ryan sedang bersamanya? "


" Ma tolong jawab please....aku hanya penasaran ma, " Mohon Zahra sendu.


" Jawab saja Ma " Papa Rend datang dari ruang kerjanya.


" Jika kamu ingin mendengar kejujuran dari kami, maka jawabannya adalah iya atas pertanyaan kamu tadi " tak lama mama menangis setelah mengatakan itu.


Zahra mencoba mengatur nafasnya dan berusaha tegar agar tidak menangis. Ya dia memang butuh kepastian sedang apa Dan dimana calon suaminya itu. ah mungkin sebentar lagi akam menjadi mantan calon suami.


" Baiklah Ma ,Ara sudah dapat jawaban apa yang ara ingin ketahui .


Berati untuk saat ini mungkin tidak ada yang namanya pernikahan antara Ara dan Mas Ryan Ma,Pa. " ujarnya sambil menghela nafasnya.


" Waktu sudah 14 hari lagi tapi sampai saat ini Ara tidak mendapatkan kabar apapun dari Mas Ryan.jadi Ara putuskan untuk menunda atau jika memang tidak akan ada pernikahan Ara ingin Mas Ryan yang mengucapkan nya di hadapan Ara Ma. " Zahra menitikkan air mata yang tak tahan ingin keluar.tapi buru-buru dihapusnya.


" Mungkin Ara juga akan resign Pa dari kantor. Ara ingin membangun butik impian Ara ,Jujur Ara akan teringat terus dengan mas Ryan jika Ara berada di kantor terus. Jadi Ra harus menyibukkan diri Ara agar Ara bisa menata Hati Ara agar kuat kembali " Zahra mengucapkan nya sambil berusaha tersenyum.


" Ara Akan segera menyelesaian urusan Kantor Pa " Ucap Ara lagi.


Mama mendengar perkataan Ara menangis tersedu-sedu


" Ara tetap anggap mama ini mama Ara kan nak? " tanya Mama


" iya ma, sampai kapanpun Mama dan papa tetap orang tua Ara juga " ujar Ara.


" Baiklah Ara pamit ya Ma,Pa . Mama dan papa semoga sehat-sehat , Ara sayang mama dan Papa " Zahra memeluk 2 orang tua itu yang menatap sendu ke arahnya.


.


.


.


Hayoo kira-kira Babang Ryan kemana ya???


Maafkan Jika cerita ini mengandung Bawang sekilo.

__ADS_1


-Yuk semanngatin Ara kasih komentar terbaik kalian


__ADS_2