
Pagiihhh Happy monday.
Jangan bete-betean ya hari Senin gini, tar dikasih hadiah up 2 bab hari ini.
Ryan terbangun pukul 5 sore, sedangkan Zahra masih tertidur lelap. Ryan mengusap rambut Zahra lalu menyingkirkan rambut-rambut yang berjatuhan di pipi.
Zahra menggeliat merasakan sentuhan tangan di pipi kirinya.
Ia lalu membuka kedua matanya lalu tersenyum di depan wajah suaminya itu.
" Jam berapa dad ? " tanya Zahra
" jam 5 sayang " sahut Ryan
Zahra langsung mengambil tas dan mencari ponselnya . Rya memperhatikan saja apa yang dilakukan Zahra. Palingan ia mengkhawatirkan si kembar. pikir Ryan.
Zahra menelepon Zee yang sedang menjaga anaknya dimansion.
*
Zahra : halo Mama Zee
Zee : Iya Mommy
Zahra : Mama Zee anak-anak udah makan belum (tanya Zahra ,bukan karena ia tak percaya hanya memastikan saja )
Zee : Udah Doong , nih kita lagi jalan-jalan di taman rumah sama kakak Axel.
Zahra : Mama Zee aku mau telepon Axel boleh?
Zee : Tentu,Xel .... mommy telepon mau ngomong nih (Zee sedikit berteriak karena Axel agak jauh )
Axel berlari ke arah Mama Zee nya itu
Axel : Halo Mommy cantik disini kakak Axel tampan
Zahra : Hahaha iya iya kakak tampan sudah mandi belum ?
Axel : Sudah Mom, ini lagi makan buah sambil temani adik-adik ditaman
Zahra : Anak Mommy memang pintar, sebentar lagi Mommy pulang, kakak Axel mau dibawakan apa ?
Axel : Ga mau apa-apa cuma mau Mommy aja aku udah cukup bahagia.
Zahra : Ah anak mommy Emang sweet, Ya sudah nanti mommy belikan cake tiramisu kesukaan kakak Axel ya
Axel : Iya terserah mommy aja apapun aku suka .
Tapi Mom aku ada mau bicaa nanti setelah mommy dan Daddy pulang kerumah
__ADS_1
Zahra : Ga Sekarang aja nak?
Daddy : Ngga Mom, nanti aja tunggu Mommy sama Daddy biar Opa dan Oma juga tahu.
Zahra : Baiklah sayang ,sampai nanti ya muach
Axel : hmm No kiss Mommy ,cukup untuk Daddy saja .
Zahra : Hahaha ya ya ya bye sayang
Axel : Bye Mom, hati-hati pulang nya ya
Zahra : Iya anak ganteng,cium lagi nih
Axel : Tut Tut tut ( Axel langsung menutup teleponnya)
*
Ryan mendengar percakapan Zahra dan Axel langsung memeluk Zahra.
" Ga salah aku nunggu kamu bertahun-tahun yank, Kamu emang terbaik "
" Mandi yuk Dad " Ajak Zahra.
" Dengan senang hati sayang " Ryan lalu menggendong tubuh istrinya itu ke kamar mandi dan terjadi lagi hal yang membuat lelah tapi nikmat.
***
Diperjalanan Zahra berbicara tentang pernikahan Zee dan Zain yang akan berlangsung satu bulan lagi
" Dad, Zee dan Zain akan menikah. Mommy mau bantuin beli buat seserahan ya . " Ujar Zahra
" Terserah Mommy aja, jangan pakai uang yang aku kasih tiap bulan ya. Pakai kartu aku aja nih, jadi tabungan Mommy ga berkurang " Ucap Ryan sambil menjalankan mobilnya menuju mansion.
" Ckk justru Mommy mau pakai uang Mommy " ujar Zahra mengerucutkan bibirnya
" ya kan sama aja yank, itu pakai uang-uang juga bayarnya. jadi pakai uang Daddy aja ya "
Ujar Ryan lagi sambil mengeluarkan dompetnya dan memberikan ke Zahra.
" Hmm ya udah aku pakai buat yang lain ya. boleh aku pakai yang mana nih Dad kartunya ? "
tanya Zahra
" Bebas untuk istri tersayang " Ryan mengedipkan matanya kearah Zahra
" Ckk kalau begitu seperti sugar Daddy saja " Zahra diberi kedipan malah kesal .Ryan pun malah membulat kan matanya.
" koq Sugar Daddy sih yank? itu kan buat goda kamu "
__ADS_1
" Iya tapi kamu kan udah mirip om-om yang ngegoda anak-anak belasan tahun " Ujar Zahra kesal
" haha yaampun yank mana mungkin lah aku begitu , punya istri cantik begini, lihai di dapur jago dikasur masa aku masih cari - cari anak belasan tahun sih " Ryan tertawa lebar.
" Hmm janji yaaa jangan ada perempuan lain selain aku ," ancam Zahra.
" Iya sayang , udah jangan ngambek ah tar tambah gemes pengen nambah ronde lagi nih Daddy " Ucap Ryan
" Hmm aku potong biar ga bisa diri lagi tuh kuda kalau kamu macem-macem " Ancam Zahra lagi.
" Ya ampun ngeri banget yank, tar yang bikin kamu enak lagi siapa ?? " Tanya Ryan.
" Cari yang seumuran aku lah,aku masih muda gini kamu udah tua "Cibir Zahra
ciiiitttt
Mobil Berhenti mendadak.
" Seriusan yank? " tanya Ryan
" Heem , silahkan genit dan macem-macem sana aku sih ga takut " Sinis Zahra lagi.
" Aku ga genit yank, ga macem-macem juga, kamu jangan gitu ya masa mau cari yang seumuran sih, nanti anak-anak gimna? " Rengek Ryan
" aku bawa lah semuanya termasuk Axel, biar ga nurunin keganjenan kamu. aku bisa koq hidupin mereka, tuh tuh dompet kamu aku ga jadi ambil kartunya ,aku juga punya " ucap Zahra sambil memalingkan wajahnya ke arah kaca dan menahan senyumnya.
sekali-kali ngerjain Suami somplaknya itu.
Zahra sebenarnya tak benar-benar marah,hanya ingin mengerjai suaminya saja .
" Ya ampun ngga gitu yang ngga gitu, ok aku janji ga akan kedip-kedipin mata lagi ,janji yank, tapi jangan tinggalin aku ya, aku butuh kamu, anak-anak juga pasti masih butuh aku "
" Biar aja anak-anak aku cariin Daddy baru " ancam Zahra sambil menahan tawanya.
" yank jahat banget sih ,oke aku minta maaf yank, jangan gini yank please, aku yang ga bisa hidup tanpa kamu, masa kamu ga kasian sama kuda aku, apa kamu mau cari kuda baru yang lebih besar? " Ryan melemah dan Zahra tak tahan melihatnya.
" Hahaha bercanda Dad,masa iya aku cari kuda yang lebih besar. yang ini aja aku kewalahan sekali sembur langsung dapet anak 3 coba.." Zahra tertawa terpingkal-pingkal
" Hufftt aku kira beneran yank, lemes aku " lirih Ryan
" Becanda Dad,, yuk ah jalan lagi, anak-anak pasti udah nungguin " Ucap Zahra sambil tertawa tak berhenti melihat tingkah Ryan yang seperti anak kecil jika merengek.
Tapi jika di kantor .hmm jangan tanya seram dan dingin ga ketulungan kalau kata nenek othor.
***
Udah 2 bab ya ini pagi, kalau senggang aku update lagi 😘
Jangan lupa ritual setelah bacanya ya rederssss ku sayang ,Like, Komen dan Vote juga hadiah sebuket bunga biar othor happy dan kopi biar ga ngantukkss 😌
__ADS_1