
Agak santuy ya untuk novel ini up nya 🤗
***
Selepas sarapan mereka akan kembali ke aktivitas masing-masing.
Nala hari ini tidak ada jadwal pemotretan dan hanya akan mampir ke butik saja.
Sedangkan Kakak Fal hari ini akan meeting membahas agenda tahunan yang akan berjalan mulai awal tahun ini. Juga ia harus menjalankan tugas mulia dari sang Kakak untuk membangun rumah Baik Sum di kampungnya.
" Oh ya Kak ,mungkin aku akan tinjau langsung lokasi rumah Bibik dikampung sekalian aku ada kunjungan ke pabrik produksi kita di Bandung .
Agak jauh sih tapi pas pulang bisa lah dilewatin " Ujar Fal.
" Ok Atur aja Fal sebisa kamu ,kamu yang paham soal itu. atau sekalian kamu bareng bibik aja atau gimana? "
Fal berfikir sebentar.
" hmm oke juga sih dari pada bibik pulang sendirian kasihan ya "
Akhirnya Bibik akan diantar kakak Fal selepas dia mampir ke pabrik di Bandung.
" Ajak bibik shoping kak di Bandung mumpung bawa mobil tuh ,bisa beli macam-macam oleh-oleh kan untuk cucunya " Nala memberikan Ide.
" Wah iya sip dek ,aku setuju ide kamu. ga salah deh punya adek cewek satu-satunya otaknya ga ngalahin kakaknya yang keren ini. " ujar Kakak Fal yang langsung di cibir tanpa suara oleh Nala.
" Rencana kapan sih kak berangkat ke Bandung nya ? " tanya Nala yang jadinya punya rasa ingin ikut itu.
" Besok pagi sih. kamu mau ikut ya? " Tebak Fal
" Hehe Tau aja " Cengir Nala yang sudah ketauan sama Fal.
" Ya udah sekalian temenin bibik deh mumpung aku meeting ya "
" Okeh sip. Yuhu Bik kita berangkat besookkkk " Teriak Nala dari meja makan
" Berisik tau dek ". Fal langsung memegang telinganya.
" Hehe Seneng " Cengir Nala lagi.
" Ya udah jangan berantem, kakak berangkat dulu ya Nal, Fal " pamit Nathan.
" Iya Kak " Sahut dua adik kembarnya itu.
Nala bergegas Merapihkan pakaian untuk dibawanya besok.
Sedangkan Fal berangkat ke kantornya masih di gedung RN Group.
***
Di Rumah Sakit NU medical tempat Dokter Nathan bertugas sekaligus menjadi direktur dan pemilik nya, ia berjalan dengan gagah dan pandangan ke depan.
__ADS_1
Saat berjalan menuju ruangan prakteknya, dia ditabrak oleh seseorang yang sedang berlari membawa seorang bayi yang sedang menangis.
" Akkh maaf Tuan, saya tidak sengaja " Ucap Wanita itu sambil membungkuk dan mengambil tas nya yang terjatuh.
Nathan berusaha membantu,dan wanita itu langsung berdiri dan segera pergi dari hadapan Nathan.
Nathan merasa aneh, karena wanita itu berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
Entah mengapa hati Nathan ingin mengikuti wanita tersebut.
Ternyata wanita itu menuju IGD.
Nathan terus mengikuti .
Terlihat wanita itu berbicara dengan salah satu dokter jaga di IGD.
" Tolong dokter , tolong anak saya " Teriaknya diruangan IGD.
" Baik Ibu mari anak nya dibaringkan disini " Ucap salah satu dokter wanita bernama Nia.
" Tolong ya dok hiks ,selamatkan anak saya " ucapnya lagi sambil menangis.
" Baik, ibu silahkan isi data pasien dulu ya disini " pinta salah satu perawat sambil memberikan kertas-kertas dengan kotak-kotak yang harus di ceklis di dalamnya.
Nathan masih melihat dari jauh , bayi berusia sekitar 6 bulan itu masih di periksa dan tidak lama dokter segera menghampiri.
" Suhu bayi ibu hampir 41°. Apa bayi ibu mengalami muntah dan tidak mau menyusu ? " tanya Dokter Nia.
" Dugaan saya bayi ibu terkena demam berdarah dan membutuhkan penanganan khusus dirumah sakit. " ucap dokter Nia lagi .
" Tidak bisa rawat jalan saja dok ? " Tanya Anya ,ia khawatir dengan biaya yang besar. menyesal dia membawa ke rumah sakit yang bertaraf internasional itu.
" Harus dirawat Bu , dan jika ibu berkendala biaya ,di rumah sakit ini bisa pakai BPJS koq Bu " dokter Nia seakan tau isi hati ibu dari bayi tersebut.
" Ta tapi dok, saya tidak punya BPJS " Ujarnya sedih.
" Boleh diurus dulu Bu, nanti diarahkan dibagian adminstrasi " Dokter Nia menjelaskan lagi.
" Ta tapi saya belum urus surat-surat kelengkapan untuk BPJS dok " Lirih Anya hampir tak terdengar.
Nathan pun sampai mendekat agar bisa mendengar lebih jelas.
" Maksudnya apa ibu tidak ada Kartu keluarga ? " Tanya dokter Nia pelan agar Anya tidak tersinggung.
Anya pun mengangguk.
Dokter Nia menghela nafasnya kemudian tersenyum.
" Ibu sudah isi data administrasi ini ? " Tanya dokter Nia sambil menunjuk ke arah kertas-kertas didepan Anya.
Anya mengangguk.
__ADS_1
" sudah dok ".
Dokter Nia pun langsung membaca nya.
Dia tertegun saat tidak ada nama ayah di data tersebut.
" Maaf kalau saya boleh tau ,ayah bayi ini ? " Dokter Nia bercicit pelan.
" Hmm tidak ada dok, dia tidak ada ayah nya " Air mata Anya mengembang di pelupuk mata indahnya.
" Ah ok ok , sudah tidak apa Ibu Anya. Maaf jika saya bertanya hal pribadi ke Ibu Anya ".
Anya pun menitikkan air matanya kemudian menghapus nya.
" Tin, masukan ke daftar orang tidak mampu dan tetap lanjutkan pengobatan bayi atas nama Belle Arsyila ini . " Ucap Dokter Nia ke salah satu perawat di IGD.
RS Nu Medical adalah salah satu rumah sakit besar yang menerima siapapun dirumah sakitnya.
Bahkan yang tidak punya biaya pun ditampungnya.
Itu perintah dari keluarga pemilik Rumah sakit itu. Dia tak ingin ada orang yang kesusahan dan makin sudah lagi karena tidak bisa mengatasi sakit yang dideritanya.
" Baik Dok, saya minta persetujuan Dokter Nath dulu setelah ini " Ucap Titin perawat yang lumayan nyinyir di kelasnya.
" Tidak perlu, sudah pasti di ACC " Jawab Dokter Nia tenang.
" Gaya nya Dokter Nia seolah pasangan dokter Nat saja " Gunam Titin pelan dan terdengar oleh Anya. Karena memang Anya yang sedang hadapan dengan Titin .
" Lagian ini anak ga jelas saja pakai ditolong, ga tau bapaknya dimana, jangan-jangan anak haram " Gunam Titin pelan tapi terdengar oleh Anya dan Dokter Nia.
" Maaf suster, saya tau pendidikan anda tinggi, tapi tidak sebaiknya anda membicarakan anak yang tidak berdosa dan menyebut nya dengan anak haram. "
Geram Anya lau beranjak dari duduknya dan menuju ke ranjang rumah sakit tempat Belle di baringkan tadi .
" Maaf dokter terima kasih atas bantuan anda, tapi biar saja anak saya dirawat dirumah sakit yang perawat nya punya mulut yang santun dan tidak pedas seperti suster itu. "
Anya ingin mengambil Belle tapi ditahan dokter Nia, dan suster lainnya.
" Ibu, ibu tolong jangan dibawa pulang, anaknya kasihan Bu ,butuh pertolongan karena keadaan nya lemah " Teriak suster bernama Ika.
" Titin, ini karena ucapan kamu yang tidak ada empatinya sama sekali.. keterlaluan. kamu akan berurusan dengan saya " dokter Nia pun tak kalah geram.
" Saya ga bilang apa-apa. " Ucap Perawat Titin yang tidak tau kalau bukan hanya dokter Nia saja yang mendengar tapi Dokter Nathan juga .
" Titin, kamu keruang HRD sekarang. Dokter Nia tolong rawat bayi itu berikan perawatan terbaik dan masukan biaya nya atas nama saya ".
Dokter Nath pun muncul dan memberi titah yang diluar dugaan semua orang .
***
Selamat sore, hati-hati bagi yang dijalan pulang kerja.
__ADS_1
Jangan lupa ritual ya setelah baca ya 🤗