Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Permintaan Bumil


__ADS_3

Zahra keluar kamar mandi sambil membawa alata tes kehamilan tadi.


Dengan wajah murung ia memberikan alat tes kehamilan itu ke arah suami dan mertuanya.


Ryan tak ingin melihatnya, ada rasa sedikit takut kecewa jika melihat alat tes kehamilan itu negatif lagi


Mama meraih testpack dari tangan Zahra melihat semua hasilnya


Alat tes pertama bertuliskan YES


Alat tes kedua garis 2


Alat tes ketiga garis 2


Alat tes ke 4 samar-samar garis 2


" ALHAMDULILLAH.... " Ucap Mama senang penuh syukur


Ryan menoleh ke arah istrinya , " Iya yank? positif yank? " Tanya Ryan


" Iya ,coba tadi aku turutin kamu untuk ga ngecek lagi, ga bakal ketahuan kalau aku


lagi hamil huh " Mode ngambek mulai lagi


" Untung mama maksa " lautnya


" Iya sayang iya maaf, aku salah aku minta maaf ya " ujar Ryan sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


Zahra pun menunduk menandakan memaafkan suaminya.


" Hari ini kita ke dokter ya sayang mama temani " ujar Mama tersenyum ke arah Zahra


" Iya ma, aku temani juga ya aku buat janji dulu dengan Siska, biar Siska saja mah yang mengecek kondisi istriku yang tersayang ini " Ryan memeluk Zahra dengan lembut.


Mama mengangguk langsung menghambur keluar ingin memberitahukan kabar bahagia ini ke sang suami.


Dari atas tangga calon nenek itu sudah berteriak-teriak memanggil asisten Rumah tangga nya dan suaminya.


" Yuhuuu para maid,bibik, papaaaaaa "


" Nyonya hati-hati jatuh nyah " Para maid khawatir melihat nyonya rumahnya agak cepet menuruni tangga.


" Paaa.. " panggil nya ke suami tercinta nya itu


" Iya Ma ada apa koq lari-lari gitu " tanya Papa


" Kita akan punya cucu Pa, cucu " Senang Mama.


" Alhamdulillah " Papa memanjatkan puji syukur atas kehamilan menantunya.

__ADS_1


" Ambil amplop yang sudah kita siapkan kemarin Ma " ujar Papa.


Mama langsung ke kamar tanpa menyahut Papa. Mama tau harus mengambil dimana karena memang baru saja ia siapkan semalam.


Papa dan Mama menyiapkan amplop berisi bonus satu bulan gaji kepada para Maid dan supir juga tak lupa Bibik yang sudah mengabdi puluhan tahun dari Ryan kecil.


*


Didalam kamar Ryan


" Maaf ya sayang tadi aku nahan-nahan kamu " Ujar Ryan karena merasa bersalah soal tadi


" Iya by gak apa-apa. yang penting kamu sayang aku kan?" tanya Zahra


" Banget yank, sayang banget " Ucap Ryan mengelus punggung Zahra.


Zahra mendekatkan wajahnya ke dada bidang Ryan , " By nanti mau ini ya by, tapi maunya pake mulut " ucap Zahra manja.


Ryan teringat akan kejadian tadi, tanpa bertanya ia langsung mengangguk memperbolehkan kemauan sang istri yang menurut nya itu mungkin efek kehamilan.


" Baru dibilang udah on aja by " Ucap Zahra melihat celana suaminya agak mengetat .


"Kamu ngomong aja kuda aku mah udah on yank " Ryan lalu menundukkan wajahnya mencium istrinya dengan lembut.


" Terima kasih ya sayang sudah mau mengandung anakku " Ucap nya setelah melepaskan ciuman nya


Tanpa basa basi Ryan melahap bibir Merah Zahra , mencium,melu*** hingga berbunyi decapan lembut.makin lama makin panas,makin panas dan Zahra melepaskannya tiba-tiba.


" Udah by, Nanti dikantor lagi ya mau ini " Kuda Ryan dielus lembut.


Ryan hanya menghela nafasnya menahan naf** yang menjadi meningkat karena sentuhan jari Zahra.


" By kalau malu ganti aja jas nya dengan warna lain " Ucap Zahra.


Ryan berfikir, tadi aja maksa sampai ngambek


sekarang nyuruh lepas. " Oh ibu hamil " Gunam Ryan.


" kenapa By ? " Tanya Zahra


" gak apa-apa sayang, aku mau pakai ini ke kantor saja "


" Katanya mau ketemu klien malu pakai pink "


" Ini kan bentuk ngidam kamu, ya ngidam pertama kamu ke aku ,aku akan bangga memakai nya " Ucap Ryan sombong.


" Bukan itu tau ngidam pertama aku by" Ucap Zahra


" trus apa yank ? " tanya Ryan bingung

__ADS_1


" Ga tau kenapa aku pingin banget ngemut ini By , ahkh tuh kan jadi mau , boleh sekarang ga by ? " tanya Zahra sambil mengerlingkan matanya tanda memohon.


" Boleh banget sayang silahkan " Ucap Ryan


senang. Biarlah meeting tinggal meeting dalam hatinya


Jas nya dibukan perlahan oleh Ryan karena ia ingin memakai nya ke kantor. ingin ia ceritakan keseluruh karyawan nya kalau jas ini bentuk ngidam istrinya itu


Ryan mengunci pintunya dengan remote.


Zahra membawa Ryan duduk di sofa ya, dilepasnya celana panjang Ryan dibuka sangkar portabel kudanya itu .


Dielus,, diraba,dinaik turunkan dengan tangan, lalu mulai dilahapnya perlahan.


" sssshh enak koq yank " ucap Ryan serak menikmati permainan istrinya itu.


Tangan Ryan sudah kemana-mana. tiba-tiba Zahra berhenti membuat Ryan kaget


" Kenapa berhenti yank? "


" Kamu ada meeting kan? "


" Iya nanti bisa diatur ulang yank " ujar Ryan dengan nafas memburu.


" Telepon Abang by minta di undur sebentar,aku hanya sebentar doang nih " Ujar Zahra


" Lama juga gak apa-apa yank " Ucap Ryan membawa Zahra ke pangkuannya tapi Zahra menolak.


Zahra mengambil handphone Ryan lalu menekan nomor Malik dan memberikan ponselnya ke Ryan lagi.


Telepon diangkat Malik, Zahra melakukan aksinya lagi.


*


Ha Lo ssh Lik Lo undur jadwal 1 jam lagi. Akh Yank .sory Lik, ga bisa ditunda permintaan bumil , gue tutup ya.


Gue denger suara laknat Lo lagi kampret, _umpat malik_


*


Ryan mematikan teleponnya, dan menikmati permainan Zahra lagi.


" Akhh aku rasanya mau keluar yank, " Ucap Ryan


Zahra kemudian duduk dipangkuan Ryan dan menaik turunkan bokongnya dan " Akkkhh yank,, akhh By.. " Keduanya mengerang bersama


***


Jangan lupa dukungannya nya rederssss ku sayanggg 😘

__ADS_1


__ADS_2