
Malam ini setelah mengantarkan Mommy Ara dan Daddy Ryan ke bandara mereka semua kembali ke mansion.
Nala dan Gerald sudah bertolak menuju Pulau Bintan.
Anya dan Nath malam ini sudah sah menjadi suami istri. Belle pun sudah punya kamar sendiri dan dijaga oleh baby sitter yang bertugas menjaga Belle setiap hari saat Anya sedang ada kegiatan.
Fal yang lebih memilih berkumpul dengan teman masa kuliahnya yang sedang datang ke Indo pun langsung menuju club tempat acara berlangsung.
Fal ditemani Dani. Hari ini Fal ingin menumpahkan rasa kecewanya yang terus-terusan ditolak Sasi.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Sasi menolak Fal. Tapi ia hanya takut ,ia hanya orang kampung yang takut dikecewakan orang kota .
Sasi pun punya rasa yang sama. Berkali-kali Nala juga memberikan support tapi ketakutannya sangat besar.
Jadi Sasi lebih baik mengubur rasa nya dalam-dalam.
Malam itu Fal mabuk alkohol. Dan meracau tidak jelas . " Kenapa dia ga mau sama gue sih Dan, gue kurang apa ?"
Dani membawa Fal pulang menggunakan mobil Fal. Mobil Dani biar diurus oleh supir Fal.
Sasi yang masih terjaga mendengar deru mobil dini hari pun langsung menuju pintu utama dan terlihat Dani sedang memapah Fal.
" Ya Ampun A Fal kenapa Pak Dani ? " Tanya Sasi yanga melihat Fal lunglai dan mulutnya bau minuman.
" Mabuk Sas, makanya jangan ditolak terus kasian " Kekeh Dani.
" Takut Pak " Tukas Sasi menunduk.
Sampai di kamar Fal, Dani menitip ke Sasi.
" Kamu sediain air lemon hangat aja ya untuk Fal. Bangunin paksa suruh dia minum "
" Iya pak saya buat dulu " Ujar Sasi ingin bergegas pergi.
" Sas.. " panggil Dani lagi.
" Iya pak " Sasi balik lagi menghampiri .
" Kamu takut kenapa sama Fal ? "
" Saya takut pak kalau orang kota mempermainkan saya, apa lagi saya gak ada apa-apanya dibanding orang kota . Cukup saya sakit hati satu kali saja oleh pria yang saya suka " Sasi mencoba menjelaskan.
" Saya cuma mau kasih tau kamu, kamu pasti bahagia jika dicintai oleh Fal . Disini keluarganya semuanya baik-baik. "
" A Fal terlalu tampan untuk saya Pak, saya khawatir banyak wanita cantik dan terpelajar yang menggoda dia . Saya takut jika A Fal ninggalin saya karena saya yang biasa ini " Sasi menunduk.
" Kamu itu spesial Dimata Fal, kamu dengarkan coba racauan nya " Dani menunjuk Fal yang mulutnya komat Kamit meracau.
" Sas.. Sasi . Aku kurang apa Sas . Aku sayang kamu Sas "
ql
" See Sasi. dia ingin kamu ,dia ga pernah mabuk seperti ini. Dia frustasi bagaimana caranya mendekati kamu . " Dani yang kasihan pada adik tuannya itu pun mencoba membuka mata Sasi.
" Tolong pikirkan lagi jika kamu mau menolak nya lagi. Saya kasihan jika dia begini terus perusahaan Nugroho yang ia kelola bisa berantakan karena presdirnya patah hati " Dani mencoba mendramatisir agar Sasi tersentuh.
" Terima kasih Pak Dani " Sasi mulai menampilkan senyumnya.
Eh emang manis banget kalau dia senyum ya . Pantes si Fal tergila - gila sama ini cewek.
" Ya udah saya permisi ya, saya harus bekerja besok " Dani pamit undur diri. Sasi pun ke belakang membuat minuman yang diminta Dani untuk Fal.
***
__ADS_1
Jika saat ini Dani mabuk minuman beda dengan kamar di sebrang yang sedang mabuk kepayang.
Anya keluar menggunakan linggeri berwarna ungu tua dari kloset .
" Ya ampun sayang siapa yang kasih baju begini " Nathan mendekati Anya yang terlihat sangat sexyh.
" Mommy Mas, Katanya salah satu bikin suami senang pakai ini dan aku dibeliin dua lusin " Anya berkata dengan malu-malu .
" Astaga Mommy, pantas aja Daddy selalu sumringah tiap pagi hari. " Nathan geleng-geleng kepala.
" Mas suka ? " Tanya Anya sambil takut-takut menatap Nathan
" Banget sayang " Nathan mulai mendekati Anya . Menncium bibir nya mendekatkan posisi badannya hingga menempel tanpa jarak.
" Hmmpp "
Bibir Anya dilummat Nathan. Anya memejamkan matanya.
" Belle aman kan sayang ? " tanya Nathan disela-sela ciumannya .
Anya yang matanya sudah sayu akibat sentuhan Nathan itu pun mengangguk pelan . Ia tak menyangka Nathan yang baru hari ini Sah menjadi suaminya masih memikirkan Belle disaat mereka ingin melakukan penyatuan.
" Mas eeunggh " Anya melenguh kala tangan Nathan mulai menyentuh semangka besar berpucuk. Nathan hanya menciumi sekitaran pucuk karena jika pucuknya sudah di pastikan keluar air susu langsung dari pabriknya.
Tangan Nathan mulai membuka linggeri yang Anya pakai hanya dengan satu tarikan dan blasss Terpampang nyata tubuh halal Anya untuk Nathan.
" Akan terasa sedikit sakit . Tapi Mas akan pelan dan merelax kan tubuhmu dulu." Tangan kanan Nathan mulai menari segitiga dibawah.
Anya mengangguk mendengarnya sambil meremang.
Sekujur tubuh Anya diciumi oleh Nathan hingga menimbulkan bercak merah-merah. Nathan terus bergerak hingga sampai di bagian yang lembab.
" Ini ladang Mas, dan ini harus diisi biar tetap subur " Nathan berujar dibawah sana sambil membuka agak lebar kaki Anya.. Lidahnya mulai bermain-main membuat Anya gelisah tidak karuan.
Tanpa sadar Anya menekan kepala Nathan agar terus menyesap dan kakinya makin terbuka lebar.
Nathan tersenyum dibawah melihat tingkah tubuh Anya.
Nathan terus menyesap dengan lembut lidah tak bertulang itu terus melesak masuk ke ladang Anya.
" Sssshh Mas Nath, Anya mau pipis " Suara Anya yang terdengar sexyh itu makin membuat Nathan semangat.
" Keluarkan sayang " Sahut Nathan dan " Aakhhhh Mas " Nafas Anya memburu pelepasan pertamapun keluar sudah.
" Sudah hmm ? " Nathan pindah posisi kini diatas Anya.
" Enak ? " Tanya Nathan tanpa malu-malu.
Anya hanya mengangguk malu.
" Sekarang giliran Mas, Mas udah tegang nih sayang " Tangan Anya diarahkan ke tongkat nya dan mata Anya membelalak .
" Mas gede banget " Anya meringis.
" Katanya yang gede sayang yang bikin wanita klepek-klepek " Dokter pendiam itu sudah tidak lagi pendiam malah terlihat bar-bar.
" Takut sakit " Lirih Anya.
" Mas janji ga akan sakit tapi enak. Dan mari kita berbagi sakit "
Nathan menggerakkan tongkatnya perlahan untuk masuk ke ladang halal nya. Di gesek perlahan dan karena sudah ada pelumasnya walau agak susah tapi akhirnya tongkat Nathan pun masuk sempurna.
JLEB
__ADS_1
" aakhh Mas " Anya agak berteriak sedikit dan menekan kulit punggung Nathan.
" Tenang saja akan enak ini sayang, kamu sayang mas kan hmm ? " Nathan mulai menggoyangkan pinggulnya ke depan dan belakang .
" Sayang mas " Jawab Anya.
" Cinta sama mas ? " Nathan terus menggoyangkan pinggulnya dan ternyata itu malah membuat Anya berdessah dessah .
" euungh iya mas Anya cinta sama mas " ditengah lenguhannya Anya menjawab.
" Ini semua punya Mas ya dan ini punya Mas juga " Nathan memegang ujung atas bagian inti Anya mengusap-ngusapnya sambil terus memompa tubuh sang istri mungilnya itu.
" Akkhh Mas ,iya semua yang ada di Anya punya mas eeuunhhghh aakkh " Anya membusungkan dadanya menikmati semua pergerakan dan perbuatan dari suaminya itu.
" Mas , Anya mau pipis lagi " Ucap Anya sambil terus di pompa Nathan.
" Bersama sayang eeuunnghhh "
" Akhhh massssssss "
Keduanya mengerang bersama merasakan nikmat dunia.
" Cup Terima kasih sayang " Nathan jatuh terbaring di samping Anya.Kemudian memeluknya dengan tubuh sama-sama polos.
Anya hanya mengangguk dan merapatkan tubuhnya ke Nathan.
" Ternyata begini rasanya " Gunam Anya.
" Suka hmm ? " Tanya Nathan.
Anya hanya mengangguk.
" Mas gimana? " Anya bertanya balik.
" Mas malah pengen terus sayang " Nathan tersenyum nakal menggoda Anya.
" Nanti lagi ya Mas, Anya lelah bukan Anya nggak patuh sama Mas. Karena Anya anggap ini pengalaman pertama kali Anya. jadi Anya belum terbiasa. maaf ya Mas " Anya berucap dengan nada lemah dan lelah.
Nathan terkekeh mendengar penuturan sang istri .
" Iya sayang ,mas juga nggak sekuat itu.Ya udah tidur nanti aku yang bersihkan "
Nathan tersenyum kemudian tangannya ke nakas dan mengambil tissue untuk membersihkan cairan di paha Anya.
Setelah Nathan membersihkan ,Kini keduanya tidur berpelukan tanpa mengenakan satu helai benang pun.
Saat Nathan dan Anya mulai tertidur di kamar seberang malah mulai panas. Siapa hayoooo
***
Pagi
jangan lupa ritualnya ya kak Shay..
Like
Komen
Favorit
Hadiah kalau ada poin
dan Vote kalau masih punya ya ðŸ¤
__ADS_1