Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Kangen Dad


__ADS_3

Sampai diruang kerja ,Ryan dan Axel masuk kemudian berbicara.


" Axel, Daddy dengar apa yang dibicarakan kamu dan Mommy tadi di dapur "


Ryan menghela napasnya perlahan.


" Kamu benar ingin sekolah reguler ? atau hanya karena merasa tak enak dengan Mommy ? " Tanya Ryan


" aku serius Dad mau sekolah Reguler, apa Daddy izinkan ? " tanya Axel


Ryan tersenyum " Baiklah Besok Daddy dan Mommy akan daftarkan kamu keskolah setelah Arya datang okey. " Ucap Ryan


" Terima kasih Dad ," ujar Axel senang dia sudah membayangkan bertemu dengan teman sebayanya


" Dad, boleh Axel minta sesuatu ? "


" Katakan Nak "


" Axel ingin sekolah di tempat biasa saja Dad jika diizinkan " ujar Axel.


" Hmm " Ryan terlihat berfikir lalu mengangguk.


" Thanks Dad, Daddy dan Mommy terbaik " Axel memeluk Ryan senang.


" Maafkan kesalahan Daddy dulu ya Xel, maaf jika Daddy tak berada dekat dengan mu saat kau kecil ,maaf Daddy baru bisa bertemu denganmu " Sesal Ryan


" Tak apa Dad, semua sudah digariskan sama Yang Kuasa ,Axel senang bertemu dengan Mommy, Mommy baik sekali dengan Axel terasa sekali jika Mommy menyayangi Axel dengan tulus, Axel juga minta Daddy jangan menyakiti Mommy.


Cukup Axel kehilangan Mama ,Daddy tidak ingin kehilangan Mommy dan Daddy lagi.


Terima kasih sudah memberikan Axel keluarga yang lengkap " Axel berbicara sambil menangis terisak.


Ryan pun tak sadar menitikkan air matanya.


" Axel ,kau tau kan saat ini Mommy sednag mengandung anak Daddy juga dan itu ada 3 , Daddy minta kamu juga menyayangi mereka jika mereka nanti lahir kedunia.


Daddy berjanji dan akan pastikan Daddy dan Mommy tetap sayang kepadamu tanpa membedakan kalian . kamu anak Daddy dan bayi yang dikandung Mommy juga anak Daddy kalian semua anak Daddy " ujar Ryan


" Pasti Dad ,aku janji akan menyanyangi mereka aku harus membalas Budi kepada Mommy yang mulai saat ini akan merawatku " Ucapan Axel yang dewasa melebihi usianya itu membuat Ryan terharu.


Sedang diluar Ruang kerja. Mommy Zahra ,Oma Zen dan Opa Rendra mendengarkan itu semuanya. bukan maksud menguping tapi berjaga-jaga jika Ryan berkata yang tidak-tidak mereka akan mendobrak pintu itu.?


Tapi akhirnya mereka pun berpelukan bertiga terharu. Akhirnya Ayah dan Anak itu bersatu walau harus diawali dengan kesedihan.


Ayah dan anak itu pun didalam ruangan berbicara banyak.


Sedangkan mertua dan menantu di luar ruangan itu akhirnya kembali ke kamar mereka masing-masing.


***


Setelah berbicara dengan Axel ,Ryan kembali ke kamar.

__ADS_1


Terlihat Zahra yang sedang membuka ponselnya sedang mencari-cari sekolahan untuk Axel besok .


" sayang belum tidur " Sapa Ryan sambil beranjak ke kasur.


" Belum " Pendek saja disahutin oleh Zahra


" Asik banget main handphone nya yank, lebih asik handphone kayaknya dibanding aku ya "


Ujar Ryan lagi.


" Iya lah, handphone sih ga pernah bohong beda sama manusia " Ketus Zahra terpancing juga . Niat hati mau berbicara seidkit jadi banyak.


" Ya udah deh yank KLO gitu, aku mau bersih-bersih dulu "


Ryan pun mandi. Zahra menatap kasihan tapi dia masih merasa marah karena awalnya Ryan tidak jujur malah menutupi kebenaran saat dtanya Zahra. padahal Zahra sudah siap terima resiko apapun.


Ya walaupun saat ini sebenernya sudah clear tapi Zahra ingin meluapkan kekesalannya saja.


Ryan keluar dari kamar mandi ,dengan memakai handuk saja .


" Yank , masih marah ? " Tanya Ryan.


" Masih " Sahut Zahra tak mau melihat kearah Ryan, bisa-bisa ia terpesona dengan tubuh suami kesayangan nya itu.


Zahra berbalik dan merebahkan tubuhnya dikasur . dia berlawanan dengan Ryan tak mau menatap suaminya.


Matanya dipejamkan terpaksa.hingga tak ada lagi pergerakan dan suara dari Ryan.


" Ckk aku mau tidur jangan lihat-lihat begitu " Ketus Zahra.


Ryan pun bergegas ke hadapan sang istri lagi.


Dipeluknya Zahra.


" Maaf yank, jangan marah lagi. bukan aku ga mau jujur,tapi aku takut mempengaruhi kehamilan mu ini " Ucar Ryan pelan.


" Telat " Ujar Zahra


" Ya udah iya maafin aku, aku emang banyak salah, kamu bebas mau gimana terserah kamu "


Ryan ingin beranjak dari ranjang lalu berbalik lagi , " Anak-anak Daddy jangan nakal ya maaf Daddy tidak bisa tidur bareng kalian lagi karena Mommy kalian masih marah " Ryan mengusap-usap perut Zahra.


Diusap begitu malah membangkitkan naf*su Zahra.


Ryan mengambil bantal lalu selimut di lemari ia beranjak ingin tidur di sofa.


Zahra masih memperhatikan sikap Ryan.


Ryan pasarah saja hari ini tidak tidur di ranjangnya.


Baru Ryan mendudukkan dirinya di Sofa.

__ADS_1


" by.... " Panggil Zahra tapi Ryan karena sedang melamun jadi tidak mendengar.ya.


" byyyy.... " Panggil Zahra agak keras.


" Eh iya yank kenapa?perut kamu sakit? atau apa yang sakit Yank ? " Tanya Ryan khawatir panik.


" babynya minta Daddy tidur disini " Ucap Zahra pelan.


Tanpa kompromi Ryan langsung berlari ke kasurnya dan Mengelus perut Sang Istri.


" Anak Daddy apa Mommy nih yang kangen sama Daddy " goda Ryan.


Zahra pura-pura memejamkan matanya kembali.


Oh ternyata anak Daddy aja yang kangen nih. yaudah sini Daddy peluk deh kembar tiganya Daddy cup cup cup " Sambil dicium juga perut buncit Zahra.


" By... " Panggil Zahra.


" Ya sayang " Dengan sigap Ryan menatap Zahra


" Mommy nya juga kangen mau dipeluk, capek marah-marah terus nanti aku cepet tua,Daddy ga sayang Mommy lagi kalo Mommy cepet tua " Ujar Zahra manja.


" akh Daddy juga kangen sama Mommynya kembar ,jangan marah-marah ya aku yang cepet tua nanti bingung mikirin gimana baikinnya " ucap Ryan memeluk Zahra.


" Kamu mah emang udah Tua kan Dad " Cibir Zahra


" wah yakin nih aku udh tua, tapi untuk satu hal itu aku sangat-sangat muda loh yank " Ujar Ryan


" Mulai sekarang panggil nya Daddy sama Mommy ya By, kan udah ada Axel " Ucap Zahra


" Siap nyonya, maafin aku ya udah buat kamu jadi Mommy dengan anak sebesar Axel " ucap Ryan


" gak apa-apa Dad, aku malah senang, Anak kita udah mau 4 hihi " Zahra tersenyum kembali akhirnya.


Ryan mendekatkan telinganya ke Perut Zahra .


" Mommy kata Si kembar dia ingin dijenguk Daddy-nya masa " Ucap Ryan


" hmmm Boleh deh Mommy juga kangen kudanya Daddy ,tapi pelan-pelan ya by " Zahra berbisik.


Ryan pun segera melucuti pakaian Istrinya yang buncit itu dan segera melahap pabrik susu yang semakin membesar itu.


" Euunghhh Kangen Dad " lenguh Zahra


Pergulatan Halal pun terjadi Terdengar erangan dan desa*Han dari ruangan pasangan yang sudah berbaikan kembali itu.


***


Othor udh update nih.


Mana nih dukungannya .

__ADS_1


Like aja othor udh seneng asli,apa lagi segala Koment dan Vote disertai hadiah.. othor pasti bahagia. _Ciri-ciri othor ngelunjak nih_ 🤭


__ADS_2