Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Perih


__ADS_3

Alin dan Axel sudah pergi sekitar 4 jam .Dan saat ini pukul 9 malam.


" Mah, Alin pergi ke Paris lusa " ujar Mommy Ara yang baru saja keluar dari kamar si kembar menuju ruang keluarga.


Tak hanya ada Oma Zen disitu pun ada Nenek Biyah yang baru saja selesai dari dapur setelah membuat camilan untuk dimakan malam-malam begini.


" Iya Axel juga cerita sama Daddy " tiba-tiba Daddy Ryan muncul dari belakang.


" eh udah pulang Dad maaf ga aku sambut hehe. " mommy Ara membawa tas dan jas sang suaminya, lalu diletakan dulu d sofa tempat mereka duduk


" Sejak kapan Axel suka curhat Dad. " Mommy Ara bertanya mewakili perasaan Oma Zen, Opa Rendra dan Nenek Biyah.


" Sejak dia menyadari perasaan nya sama Alin ha-ha-ha " Daddy Ryan tertawa renyah.


" Ceritanya sama Daddy sih jadi kelamaan eksekusi nya " cibir Mommy.


" Maksudnya gimana ini Zen ,Nak Ara? " Nenek Biyah bingung dan mencoba bertanya pada teman seusianya itu.


" Cerita aja deh sekarang mumpung dua anak itu lagi pergi Dad " ujar Mommy Ara.


Opa Rendra yang tadinya asik membaca buku kesukaaany., jadi ingin bergabung bersama Lambe Oma dan Lambe Mommy itu.


" Opa gabung ah, serius banget ada apa sih ? " Opa Rendra langsung duduk di sebelah Oma Zen.


" Papa udah jadi Opa-opa Kepo Ra ha ha ha


" Oma Zen tertawa dan Nenek Biyah hanya senyum - senyum sambil menggeleng kepala nya.


" Kayaknya nih ,Axel sama Alin tuh ada rasa deh berdua "


Oma berhenti Tertawa takut kualat , sambil menjelaskan ke suaminya dan neneknya Alin.


" Keliatannya sih gitu " Opa menyetujui asumsi Oma sambil meminum teh yang disuguhkan oleh Bik Ina di meja tempat mereka berkumpul.


" Axel juga cerita ke Daddy beberapa kali deh. nah semalem tuh dia galau-galau nya. " Daddy Ryan mengatakan sambil mengendurkan dasi warna biru yang dipakainya itu.


" seriusan dad ? " Tanya sang istri


Daddy Ryan menganggukkan kepalanya.


" Kita juga mau jodohin mereka sebenarnya Nek " ucap Mommy Ara sambil matanya menuju wajah nenek Biyah.


Nenek Biyah masih terdiam mencerna omongan Ara.


" Opa setuju "


" Daddy juga "


" Oma dan Ara sih sangat menyetujui nya juga tapi tergantung mereka si. Ya kan Ra " Ucap Oma meminta dukungan dari menantu kesayangan nya itu.


" Dia ada beberapa kali ungkapin perasaan nya ke Alin. tapi entah kenapa Alin seperti menghindar dan menolak " Daddy Ryan menimpali omongan mereka.


" Mungkin ada hal yang dipikirkan oleh Alin Nak Ryan " Nenek Biyah seolah tau apa yang ada di benak sang cucu.


" Mungkin Alin merasa tak enak, karena saya saja sampai saat ini merasa tak enak, semua di biayai oleh kalian " Nenek Biyah tertunduk malu .


" Ih nenek.. jangan gitu kita udah seperti keluarga nek " Mommy Ara menghampiri nenek Biyah.


" Kami tak akan memaksa jika Alin punya pilihan lain nek, Hanya saja kami tak ingin berpisah degan Alin. Jadi kami mencoba menjodohkan jika Axel dan Alin mau "


Mommy Ara menjelaskan hati-hati ke nenek Biyah agar tidak menyinggung perasaannya.


" Kami tak akan memaksa nek. lagian mereka juga masih muda masih banyak hal yang harus mreka lalui d masa muda mereka ini." Ujar Mommy Ara.

__ADS_1


" Tapi misal Alin nya pun sudah punya pacar kami juga tetap dukung koq, kami akan berusaha menjelaskan ke Axel nanti jika memang Alin punya pilihan sendiri "


Daddy Ryan berucap sambil tersenyum dan tak lama Axel dan Alin muncul d hadapan mereka.


" Kamu punya pacar? " Axel bertanya dan menatap Alin tajam


" Hah Pacar? " Alin bingung pacar dari mana.


" Baru aja kita tadi sepakat untuk belajar dan mencoba memahami perasaan masing-masing tapi ternyata kamu sembunyiin sesuatu dari aku. kamu jahat Lin, belum juga berangkat kamu udah ingkarin kesepakatan Kita tadi.


Apa jangan-jangan kamu emang ga ada rasa sama aku? cuma mau mainin aku? "


Axel pede banget yess ngomongin perasaan di depan Keluarga nya.


" Ngga gitu Xel, aku aja ga tau ini yang punya pacar siapa ? aku? aku ga punya " jelas Alin


" Kamu denger sendiri kan tadi Daddy bilang kamu punya pilihan sendiri ? " Axel masih menatap Alin tajam hingga menusuk ke dalam hatinya.


" ayo kita tanya Daddy ,aku juga ga paham lagi bicarain apa disini. kan kita tadi abis pergi " Alin mencoba menenangkan Axel.


" GAK,GAK PERLU . kamu kalau mau berangkat ke Paris silahkan ,aku ga akan nahan, kejar cita-cita mu dan kejar lah dia . aku ga perduli . Dan satu lagi jangan sok polos . " Axel menjauhkan dirinya dari Alin


SAKIT...


Itu yang dirasakan Alin ketika Axel berucap itu.


" Aku pamit ke atas dulu Mom, Dad, Oma ,Opa , Nek " Tanpa menginginkan penjelasan dari semua orang yang ada disana Axel beranjak ke kamarnya di atas.


Semua yang berada di ruang keluarga itu pun bingung.


" Kenapa jadi gini ? " Oma memijit dahinya karena kepalanya tiba-tiba pusing.


" itu sifat kamu kenapa kumpul di Axel semua sih Dad " Mommy Ara ikut pusing.


" Mana Daddy tau sayang.. udah Daddy susul dulu ke kamar dia ,Daddy jelasin. dia seperti nya salah paham Sam obrolan kita tadi." ujar Daddy Ryan beranjak dari duduknya menuju kamar Axel.


" iya Dad, misal Axel ga mau dengar juga gak apa-apa Dad " Alin berusaha tersenyum walau hatinya juga sakit mendengar ucapan Axel tadi.


Daddy Ryan Mengangguk dan tersenyum.lalu mengusap rambut Alin selayaknya anak sendiri.


Alin duduk di antara neneknya dan nenek Axel juga Mommy Ara.


" Emang tadi lagi bahas apa Mom " tanya Alin penasaran.


Diceritakan lah oleh Mommy dan Oma Zen, nenek Biyah juga ikut berbicara.


Alin pun tersenyum mengerti setelah diceritakan oleh mereka.


" Emang tadi kamu dari mana ? " Tanya Oma Zen


" Habis ngobrol Oma sambil makan ,dan kita sama - sama janji gitu. " Alin menjelaskan singkat tentang perginya bersama Axel tadi.


" Ya udah paling besok juga baik " Opa Rend menyahuti obrolan tiga wanita beda generasi itu.


" Aamiin " harap Alin


***


Dikamar Axel,


Daddy Ryan berusaha menjelaskan apa yang sedang dibicarakan tadi dengan anggota keluarga lainnya.


Tapi Axel yang memang turunan dari Ryan keras kepala saat muda itu pun beluk bisa menerima nya.

__ADS_1


Axel Malah berfikir jangan-jangan memang Alin punya kekasih atau mungkin baru dekat.


Karena jika Axel sekarang meminjam ponselnya tak pernah dikasih lagi.


" Mungkin Alin memang punya kekasih Dad, Axel tadi membujuk tetap saja dia ingin ke Paris. Atau jangan-jangan kekasihnya itu tinggal di Paris " duga Axel yang membuat Daddy-nya memijat kepalanya sendiri karena pusing


" keras banget sih nih anak " Bathin Daddynya hampir menyerah.


" Dad Axel udah putuskan" ucapnya.


" Axel aja yang berangkat duluan besok pagi-pagi ke Jepang. Boleh pinjam pesawat pribadi Daddy ya.


Axel mau siap-siap sekarang " ujar nya Lagi tanpa minta sarang dengan Daddynya.


" serius ? " Tanya Daddy tak habis pikir ,ini anak malah menjauh dari masalah


" Iya Dad,bisa kan Dad? " pintanya.


" Pakai lah nanti Dadd telepon Sekertaris Dady untuk mengurusnya " Daddy Ryan menyerah tak bisa menaha anaknya ditambah sedang emosi begini.


Daddy Ryan pun keluar dari kamar Axel dan terlihat Alin sedang menunggu di luar kamar Axel.


Daddy menggeleng ke Alin tanda tak berhasil.


" Alin coba masuk ya Dad, biar Alin yang jelasin "


Daddy Ryan mengangguk dan memberikan semangat dengan mengangkat tangannya tanda semangat.


" Semangat ya " ucap Daddy Ryan kemudia berlalu.


Alin mengangguk dan tersenyum " terima kasih Dad " ujarnya.


Alin pun mengetuk pintu kamar Axel tapi tak ada sahutan ,


" Xel aku masuk ya "


Axel hanya diam saja tak menyahut karena ia sedang menerima telepo.


" Aku kesana besok, sampai ketemu disana ya "


ucapan Axel di telepon.


" Xel " panggil Axel


Axel menoleh lalu sibuk kembali dengan ponselnya .


" Xel aku mau jelasin, " Ujar Alin pelan


" Itu ga seperti yang kamu kira Xel "


" Ya memang tak seperti yang aku kira "


" Xel ,bukan begitu "


" hmm , aku sibuk, kamu mau apa? "


Seperti luka lalu disiram air garam.Perih, begitu kondisi hati Alin saat ini.


" Baiklah , jika kamu besok pergi hati-hati " Alin pun beranjak dari kamar Axel . meninggalkan Axel yang masih keras hatinya..


Dan Axel pun tetap diam tanpa memperdulikan Alin yang sedang kacau hatinya.


***

__ADS_1


Cerita Alin dan Axel yang pergi tadi kita bahas di Novel khusus Alin dan Axel ya bukan disini.


Yuk jangan lupa ritualnya buat ninggalin jejak kalian disini 😘


__ADS_2