
Sasi membawakann air lemon hangat untuk Fal ke kamarnya.
Diletakkan minuman untuk Fal itu di meja nakas.
Terdengar racauan Fal. " Sas, Sasi aku harus apa biar kamu mau sama aku "
" A Fal minum dulu " Agak berat Sasi mengangkat tubuh Fal ,ditambah tubuhnya yang tidak terlalu tinggi itu jadi agak susah membangunkan Fal.
" Iya sayang Sasi, Aku bangun " Fal mungkin masih setengah sadar.
Fal meminum air lemon hangat yang Sasi buat. Tubuhnya terasa hangat dan setelah Sasi menaruh gelas di nakas, Tangan Fal menarik tangan Sasi.
Sasi pun terjatuh di pelukan Fal.
" Sasi, Sayang, kamu kenapa nolak cinta aku terus hmmm , Aku harus apa biar kamu mau sama aku. " ucap Fal yang sudah setengah sadar tapi belum sepenuhnya.
" A Fal gak boleh mabuk dan begini lagi kalau mau sama Sasi. Sasi gak suka " Sasi berusaha melepaskan pelukan Fal.
Walau Fal mabuk tapi tetap saja tenaganya masih kuat.
" Ini hari pertama aku minum banyak Sasi, aku penat,aku bingung, aku pusing, aku mau sama kamu,aku cinta sama kamu, aku mau nikah sama kamu "
Sasi berfikir Fal tidak sadar saat mengucapkannya.
" iya A,iya Sasi mau sama A Fal tapi A Fal jangan gini lagi ya. Nanti orang tua A Fal sedih " Sahut Sasi.
" Kamu sendiri sedih ga lihat aku begini "
Sasi mengangguk.
" Balas Peluk aku kalau kamu juga ada rasa sama aku "
Sasi membalas pelukan Fal, mata Fal terpejam sambil memeluk Sasi . Sasi hanya menghela nafasnya dan berfikir bagaimana caranya melepaskan pelukannya ini.
Karena Sasi tidak berkutik ,akhirnya mereka berdua tidur satu ranjang seperti Anya dan Nath.
Dini hari Fal terjaga dari tidurnya. Ia menggelengkan kepalanya yang pusing. Tubuhnya terasa ada yang menindih. Dan benar saja ada kaki Sasi di atas perut Fal.
Fal mencoba mengingat kejadian semalam. Dan ia tersenyum melihat tangan Sasi yang posesif memeluknya.
Dicium pipi mulus Sasi, kemudian lanjut ke bibir merah merekah nya itu. Dikecup-kecuo dimainkan membuat Sasi mengeliat tapi mengeratkan pelukannya.
Fal makin senang , Dikecup leher Sasi dan disesapnya sebentar tapi tidak menimbulkan bekas.
" Akkh A Fal.. " Fal kaget mendengar suara Sasi Yang seperti berdesah tapi matanya tetap terpejam.
Sasi mengeliatkan tubuhnya dan semakin merapatkan pelukannya. Gerakan badannya seperti sedang melakukan penyatuan .
Fal penasaran, tangannya ke bawah ke daerah inti Sasi dan benar saja bagian lembab itu seperti sedang basah. Fal sengaja menyentuh sedikit dan Sasi malah membuka matanya.
Fal pura-pura menutup matanya kembali seolah sedang tidur.
__ADS_1
" Hah Ternyata mimpi " Gunam Sasi. Ia malu sendiri lalu melihat ke arah Fal.
" Racauan kamu bener ga ya a? " Sasi berkata pada dirinya sendiri .
" Kalau itu benar, aku mau koq sama kamu. tapi kamu ga boleh mabuk lagi. Aku gak suka bau alkohol bikin mual " Sasi berkata pelan tak ingin membangun Fal.
Saat Sasi bergerak ingin bangun Fal pura-pura memeluk Sasi. Sasi pun semakin dekat dengan wajah Fal.
" A Fal tampan, Sasi takut, takut banyak yang ngejar kamu a. Takut Sasi dimainin , Sasi takut kalau Sasi jatuh cinta ke A Fal ,A Fal malah lebih memilih yang lain . Apa lagi Sasi biasa aja " Gantian kini Fal yang mendengar ocehan Sasi.
Fal malah pura-pura mendekatkan bibirnya ke Sasi dan menempelkan tanpa bergerak.
" Hmm " Sasi sudah bergunam lagi.Sasi membuka mulutnya untuk berkata Awas a Fal. Tapi malah itu membuat Fal membuka mulutnya juga .
Sasi memberanikan diri memainkan bibir Fal mengecup-ngecup.
Fal yang tidak tahan malah melummat bibir Sasi yang sudah basah.
Hmmmmmppp
Sasi yang tiba-tiba mendapat serangan lembut dari Fal itu membulatkan matanya. Tapi karena Fal bergerak lembut Sasi malah menikmatinya.
" Eunnggh A Fal " Sasi pun melenguh.
Fal membuka matanya.
" Udah puas ngomong sendirinya ? " Tanya Fal dan itu berhasil membuat Sasi malu .
" Ham Hem ham Hem , Apa ? pokoknya kita pacaran titik aku ga mau tau,aku udah dilecehkan sama kamu, aku mau minta tanggung jawab " gerutu Fal sambil menahan tawa di dalam hatinya.
" Gimana? " Tanya Fal lagi.
" I i iya a " Sasi masih gugup .
" Iya apa ? "
" I iya Sasi pacar AA sekarang " Ucapnya pelan dan malu.
" nah gitu dong " Fal mencium Sasi kembali dengan lembut ,Sasi memejamkan matanya menikmati sentuhan benda kenyal Fal.
" A udah Sasi susah nafas huh hah huh hah " Sasi menarik nafas dalam-dalam.
" Kita apa sekarang ? " Tanya Fal memastikan .
" Pacaran " Sasi menunduk malu.
" Good girl " Fal tersenyum senang.
" Tapi A " Sasi terlihat khawatir.
Duh ,apa lagi. Jangan sampai Sasi berubah pikiran nih.
__ADS_1
Fal ketar ketir takut Sasi labil.
" Hmm A, tadi kita ciuman ,Sasi nanti hamil dong. Sasi harus bilang apa sama Ambu A " Raut wajah Sasi sedih.
" Makanya ayo nikah biar kamu hamil ada ayahnya " Fal malah mengerjai Sasi.
" Secepatnya ya A, Sasi takut Ambu kecewa hiks " Sasi pun menangis .
Fal bingung kenapa jadi nangis padahal cuma mau mengerjai aja. Segitu polosnya Sasi pikir Fal.
" Sas, Sasi tenang dulu Ciuman itu ga bisa bikin hamil " Fal pun panik.
" Kata orang dikampung Sasi begitu a .hiks hiks "
" Eh itu mereka salah, ga bisa bibir atas bikin hamil Sas, yang bisa hamil kalau bibir bawah dimasukin tongkat " ujar Fal yang tertawa akhirnya melihat keluguan Sasi.
Sasi berhenti menangis dan terlihat bingung.
" Maksudnya A? "
" Berhenti dulu jangan nangis ya. Nih aku kasih tau. Kalau cuma begini " Fal mencium Sasi dan menyesapnya sebentar.
" Itu ga bikin hamil sayang, tapi kalau bibir yang bawah disentuh " Tangan Fal menyentuh bibir bawah Sasi .
" Dan dimasukan tongkat ini " Fal meraih tangan Sasi dan mengarahkan ke tongkatnya .
" Itu baru bisa hamil Sas sayang " Fal tersenyum lucu melihat wajah Sasi.
" iiss A Fal messum " Sasi malah memukul tongkat Fal.
" Aarrghh " Fal meringis sakit malah lagi On kan 🤣.
" eh A Fal kenapa ?" Tanya Sasi yang polos seperti othor.
" Sakit Sas kamu jangan pukul tongkat ajaib aku bisa ga fungsi nanti " Fal masih meringis.
" Maaf, Maaf, maaf ya A ,maafin aku ya tongkat " Sasi malah mengelus - ngelus tongkat Fal.
" Sshh Sas jangan digituin " kalau tadi Tadi Fal meringis sakit, kali ini Fal meringis enak .
" Eh eh koq jadi besar sih ,a ini bengkak ?? ya ampun secepat ini langsung bengkak tongkat a Fal ? " Sasi menutup mulutnya tak percaya.
" A seriusan ini jadi bengkak begini ? Koq bisa??? "
Fal hanya meringis mendengar Sasi berbicara.
***
Duh duh duh Sasi menuruni kepolosan othor deh 😌.
udah dua Bab nih . Minta ritualnya ya kaka sayang 😘
__ADS_1