
" Mas, " Anya memanggil Nathan .
" iya sayang, " Jawab Nathan yang memeluk Anya sambil berjalan ke kamar Belle.
" Coba tanyain ke Fal, kenapa itu Sasi aku takut Sasi diapa-apain sama Fal terus sedih " Anya care ke Sasi ia ingat hidupnya di 1,5 tahun yang lalu saat ia tahu, kalau ia di lecehkan oleh orang yang tidak tau siapa .
Mau minta tanggung jawab pun bingung.
Ya walau Sasi sudah kenal Fal dan Dimana rumahnya tetap saja ,kalau Fal tidak mau bertanggung jawab pasti akan rumit.
" Fal kalau apa-apain Sasi malah bagus sayang, tinggal nikahin aja. Emang maunya Fal itu " Nathan menanggapi ocehan sang istri.
" Oh " Anya hanya ber oh ria.
" Kalau kamu yang diapa-apain gimana ? " Nathan merekatkan pelukannya ke Anya.
" Minta lagi " Anya berbisik kemudian menutup mulutnya dan tertawa .
" Wah nakal banget sih balik yuk ke kamar " Nathan berhenti dari jalannya.
" Ish apa sih cuma digodain gitu " Cibir Anya.
" aku baru tau sisi kamu yang ini " Ujar Nathan mencubit pelan hidung Anya.
" Bukannya udah tau semuanya? aku udah mirip tempe goreng dibolak balik " Nathan tersenyum senang ternyata Anya adalah type humoris bisa mengimbangi dia yang diam. Eh udah ga diam aja deh ya Dokter Nath mah 😂.
Anya masuk ke kamar Belle. Dia melihat Belle yang baru bangun Karen masih mengenakan baju tidur semalam.
" Baru bangun ya anak Mama " Anya berbicara dengan Belle.
" Maaf ya Mama semalam ga temani kamu Bobo. Nanti malam ya bobo sama Mama " Belle digendong oleh Anya.
" Papa ga dapat jatah dong kalau ada Belle." Nathan lesu mendengar ucapan Anya.
" Nanti malam biar saya temani Belle tidur dulu mbak disini. Setelah Belle pulas baru mbak temani Belle ya " Anya berkata sopan ke pengasuh anaknya.
" Iya Bu " Jawab Mbak Nur sang pengasuh.
Nathan sumringah kembali mendengar ucapan Anya.Ia kira akan tidur bertiga malam ini. Bukan tidak ingin tidur bersama dengan Belle. Hanya saja Anya dan Nathan kan pengantin baru yang sedang hot - hot nya. Kasihan Belle kalau mendengar suara dessahan dari sang Mama .
Bisa berpengaruh ke psikisnya kalau itu terjadi. pasangan yang sedang melakukan mantap - mantap pasti tidak akan sadar dengan sekeliling. Bisa saja anak mereka terbangun dan membuka matanya dan melihat aksi kedua orang tuanya itu. Bisa kotor mata dan telinganya sedari kecil.
__ADS_1
Nathan meminimalisir hal itu terjadi, bukan hanya keegoisan semata. Beruntungnya walau ia mendapatkan istri seorang janda tapi, Anya tidak egois dalam hal itu.
Ia mau Belle dijaga pengasuh tapi tetap urusan mandi,makan dan meninabobokan anaknya harus tetap jadi tanggung jawab Anya.
Ia tak mau Belle tidak dekat dengannya. Ia juga ingin ikut andil dalam perkembangan Belle. Anggap saja pengasuh Belle adalah teman bermainnya Belle saja .
Setelah Anya memandikan Belle, Anya mengurusi Belle dulu hingga rapih lalu menuju meja Makan ingin menyiapkan sang suami sarapan dengan Belle di dekapan Papa sambungnya.
Mbak Nur sang pengasuh diberi kebebasan untuk mandi dan sarapan dulu baru nanti akan pegang Belle lagi.
Anya membuat sarapan simple yaitu roti sandwich untuk sang suami.Nathan dan Belle ada di depan dapur sambil melihat Anya memotong dan mengiris dengan tangan mungilnya.
Setelah siap untuk beberapa orang termasuk Fal dan Sasi, Anya menyiapkan di meja makan di bantu salah satu asisten rumah tangga.
" terima kasih ya Mba " ucap Anya saat dibantu oleh salah satu dari mereka.
Ya , Anya memang sopan terhadap siapapun. Itu yang membuat Natha semakin sayang.
Tidak lama Fal turun sambil membawa koper kecil berisi beberapa pakaian kerja dan pakaian santai.
Nathan melihat Adik kembarnya menyeret koper bingung. " Fal mau kemana ? " Tanya sang kakak.
Anya dan Nathan saling tatap.
Fal lalu menghampiri kamar Sasi.
" Sas, Sasi..boleh aku masuk ? " Tanya Fal sambil mengetuk pintu dan memegang ponselnya mengabarkan ke Zacky asistennya kala ia akan ke kota B hari ini dan beberapa hari ke depan..
" Masuk A " Sasi menyahut dari dalam.
Terlihat Sasi sudah rapih dan membawa tas perlengkapan bajunya yang dibelikan Mal dan Fal saat di mall waktu itu.
Sasi ingin berpakaian lebih baik untuk menghargai Fal dan Nala yang sudah membelikannya.
Dan untuk memberi bukti kalau di Ibukota ,Sasi sangat diperlakukan dengan baik .
" Sayang udah siap ? " tanya Fal menghampiri Sasi yang sedang menutupi wajahnya dengan bedak Karen matanya sedikit bengkak membayangkan Ambunya yang sudah merawat dirinya dari kecil seorang diri sakit sendirian tanpa dirinya.
" Udah a'. " Jawab Sasi sambil mengangguk.
" Aku temani kamu disana sampai Ambu sembuh ya " Ujar Fal memberi usapan ketenangan untuk Sasi di punggungnya.
__ADS_1
" Terima kasih A Fal " Sasi memeluk Fal diluar dugaan Fal.Fal pun membalasnya.Dan memberi usapan membuat Sasi sedikit meremang. Padahal hanya usapan saja.
Sasi melepaskan pelukannya.
Fal menangkup wajah Sasi dengan kedua tangannya.
" Jangan nangis lagi yah, kita rawat Ambu sama-sama. Teman aku dokter di kota kamu nanti juga kesana untuk mengecek Ambu. " ujar Fal dan diangguki Sasi.
Entah keberanian dari mana Sasi pun mencium pipi Fal.
" Makasih ya a " ucapnya dan langsung tersipu malu atas tindakannya tadi.
" Sama-sama sayang " Jawab Fal. membalas dengan memeluk Sasi.
" Yuk turun pengantin baru udah buatin sarapan. Sini tas kamu aku bawakan " Ujar Fal lagi dan mengajak Sasi keluar dari kamarnya . Tapi Sasi tersangkut kakinya di karpet bulu dikamarnya dan ia terjatuh menarik Fal .
Beruntung jatuhnya ke kasur dan posisi jatuhnya Fal dibawah dan Sasi diatasnya.
Kedua mata dan bibir mereka bertemu.Kaki Fal menghimpit kedua kaki Sasi . Tangan kirinya menarik tengkuk Sasi kemudian ia mencium bibir Sasi lagi yang manis itu. Sedang tangan kanannya menekan pinggul Sasi, ia ingin memberi tahu Sasi kalau miliknya sedang merasa sesak di bawah sana.
Sasi menikmati sapuan lidah Fal yang lembut dan memabukkan.Titisan Dadyy Ryan sih jangan ditanya ya ahli semua keknya.
" Bengkak lagi ya a' " Sasi melepaskan pagutan Fal sambil merasakan kesesakan Fal dibawah nya.
" Sas, Kalau Ambu sudah sembuh, aku mau izin nikahin kamu " Ucap Fal dan membuat Sasi menitikkan air mata terharu.
" Iya a' " Sasi tersenyum senang.
" Hmm Sayang, bisa bangun gak ? ada yang tersiksa ini " Sasi pun buru-buru bangun dan merona malu pipinya.
" Maaf buat a' Fal tersiksa " ujar Sasi tak enak hati.
" Bukan Aku Sas yang tersiksa , Tapi tongkat ajaib aku yang suka berubah bentuk kalau Deket kamu " Fal a sekenanya.
" Ya udah kata A Fal Sasi bisa jinakin kala udah nikah kan? ya udah nanti Sasi jinakin ya tongkatnya kalau Ambu udah sembuh trus kita nikah " Ujar Sasi polos.
Fal gemas sekali mendapat jawaban polos Sasi. Ingin menerkam rasanya tapi waktu nya tidak pas.
***
Bantu like dan koment nya ya kakak sayang 😘
__ADS_1