Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Lamaran


__ADS_3

Setelah memasukan koper yang akan dibawa ke mobil, Keluarga Nugroho Ditambah Zahra melaju ke kota B pukul 09.30


Perjalanan hanya memakan waktu 2 jam saja .semua seserahan sudah disiapkan.


Saat melewati Mall T, Zahra meminta izin untuk mampir sebentar karena ia janji dengan kedua adiknya kalau misal Zahra pulang ke kota B Zahra akan membelikan kado karena adiknya lulus dengan nilai terbaik dan masuk ke sekolah favorit melalui jalur prestasi.


" Aku udah beli yank Satu set kamera DSLR beserta perlengkapan fotografer terbaik untuk Zidan.


dan untuk Ziva aku sudah membelikan perlengkapan untuk menjadi beauty blogger berserta peralatan lainnya termasuk kamera alat make-up dan entah apa lagi intinya satu set lah aku juga kurang paham..EO yang menyiapkan juga.


Aku juga sudah menyediakan tempat untuk Zidan dan Ziva serta alat-alat uang dibutuhkan jika mereka butuh tempat untuk membuat video atau foto-foto . gimana? keren ga ?"


Dengan bangga Ryan menjelaskan nya


" Hmm nggak " jawab Zahra tak Senang.


Mama dan Papa yang mendengar nya juga kaget,anaknya sudah sekeren itu menyiapkan segala hadiah untuk adik-adik nya Zahra tapi malah seperti tidak senang Zahranya.


" Hmm maaf Ma,Pa ,By, bukan aku ga senang ,aku berterima kasih kamu sudah menyiapkan nya By, tapi aku takut mereka terlena mempunyai barang bagus tanpa harus bekerja keras. " ujar Zahra pelan


" Ah sayangnya mama, mama kira kenapa, iya sih apa yang kamu bilang benar tapi baiknya kamu kasih syarat aja nanti ,boleh pakai itu semua asal syaratnya apa gitu " ujar Mama mencoba memberi saran untuk Zahra agar pengorbanan anaknya tak sia-sia dan diterima oleh calon menantunya .


" iya juga ya ah mama terbaikkk " peluk Zahra


" Lah yank itu yang kasih hadiah aku loh bukan mama, peluk juga doongg " kesal Ryan


" Peluk Ra peluk ,kasian anak papa nanti jadi bujang tengik " ledek Papa


" Tetep aja mama yang kasih saran terbaik. by hmm Tapi bagaimana pun baiklah ,makasih hubby ku " ucap Zahra lalu memeluk Ryan yang diiringi senyum ceria mama Zen dan papa Rend.


Tak terasa sampai juga Zahra didepan rumahnya yang disulap menjadi pesta kebun.


Setengah jam lagi acara berlangsung.


Zahra lalu menghampiri bunda dan ayah lalu memeluk mereka dan meminta maaf karena sangat mendadak.


" Loh ga dadak koq sayang, Nak Ryan sudah beberapa hari lalu telepon ayah dan bunda " ujar Bunda


" eh seriusan bund,yah Ara malah ga tau hehe" jawab Zahra


" Ya kalau laki-laki serius harus begitu , Aya senang dengan Nak Ryan. " ucap Ayah lagi


Sang Calon mantu yang dipuji Calon Mertua merasa bangga sambil membusungkan dadanya.


" Aish apa-apaan coba tuh CEO sok Gans banget semoga ga makin narsis dia depan ayah bunda " gunam Zahra

__ADS_1


" Baiklah mari masuk Pak Rendra dan Bu Zena, maaf rumah kami sempit. " ujar ayah .


Tak lama ayah Zahra dan papa Ryan terlihat bercengkrama mengobrol santai.


Bunda Ara dan Mama Zen juga .


" Seperti nya mereka langsung akrab ya by " ucap Zahra


" Mama sama Pap mah gitu Yank,sok Akrab kalau ketemu orang baru " cibir Ryan


" Ckk kamu By hehe " Zahra tertawa kecil.


.


" ARAAAA iihh jahat deh dadakan gini ,, kan jadi ga siap-siap beli baju spesiallll ,kirain cuma ketemuan biasa aja taunya wowwww mantulsss" ucap Mona dan Amel yang happy sahabatnya akhirnya segera akan menikah .


" Dadakan bebz aslii hhee " ujar Zahra dengan 2 jari disamping mukanya .


" Wuih calon manteeenn " ujar Boby


" Ga nyangka gue Lo sama Pak Ryan " lanjut Andre yang memang sangat kenal dengan CEO RN Group .karena ayahnya bekerja sama dengan RN Group.


" hehe maaf ya aku kabarin dadakan " Ara celingak-celinguk seperti mencari seseorang


" Lo cari Sapta ya ?" tanya Amel


" Hai kalian apa kabar " sambut Ryan


" Eh baik om ,eh pak,eh apa ya panggilnya " ucap Amel


" Ah saya tidak setua itu nona, panggil saja Ryan " ujarnya sambil tersenyum hangat walau hatinya panas dan kesal karena Calon istri nya mencari mantannya haissshh.. gerutu Ryan dalam hati.


Tak lama datanglah sosok yang dicari Zahra membawa wanita anggun dan sangat cantik..


" hai Ra, Tuan Ryan selamat ya atas pertunangan kalian. " ucap Sapta ramah .


" Ah maaf sekali Tuan Sapta kami tidak bertunangan tapi kami akan langsung menikah dan saat ini proses lamaran dan penentuan taggal " ucap Ryan panjang lebar


Zahra hanya terdiam melihat Ryan yang sangat terlihat cemburunya di depan Sapta.


" By,ini acara kita jangan sampai kita sendiri yang merusaknya " Bisik Zahra. lalu diangguki Ryan.


" oh iya ini kenalkan Sinta teman wanitaku " ucap Sapta ke arah Zahra lalu tersenyum ke arah wanita yang di perkenalkan sebagai Sinta itu.


" Ah iya aku Zahra sahabat nya Sapta dan ini Ryan " Zahra memperkenalkan dirinya dan Ryan

__ADS_1


Ryan menjabat uluran tangan Sinta " Ryan, calon suami Zahra " ujar nya tersenyum.


" duh ilah posesif banget sihh hihihi " Mona dan Amel cekikikan dan gemas melihat calon suami sahabatnya .


" Baiklah kalau begitu aku kedalam dulu ya sebentar, nanti aku temui lagi. ayo by kita masuk dulu aku belum ganti pakaian ujar Zahra


Ryan mengangguk lalu melangkah meninggalkan teman-teman Zahra .


Zahra mulai mengganti bajunya, dan Ryan menunggu dengan sabar. Zahra di poles-poles sedikit dan natural oleh team Make up agar tidak terlalu pucat saat dikamera.


Zahra lalu melirik ke Ryan yang terlihat sangat gusar.


Setelah selesai di rias Zahra menghampiri Ryan


" By kenapa? " tanya Zahra yang sudah cantik dengan kebaya warna Peach yang sempurna dikulit putihnya.


" Yank, kamu bener mau nikah sama aku kan? kamu udah ga ada rasa lagi kan sama mantan dan sahabat mu itu " khawatir Ryan yang cemburunya mengalahkan logikanya.


" By, kita sudah sampai di tahap ini, ga mungkin aku ga serius, seandainya pun aku ga serius sama kamu, aku ga mungkin permainin perasaan ayah sama bunda ku ,juga mama dan papa mu " jawab Zahra yang berusaha menenangkan hati Ryan


" Terima kasih sayangku nyonya Ryan Nugroho " Ryan mengecup tangan Zahra lalu tersenyum hangat.


Akhirnya acaranya pun dimulai dan berjalan dengan lancar.


Tanggal pernikahan pun sudah ditentukan 1 bulan kedepan.


WO yang datang sudah mencatat semua hal yang penting dan yang diinginkan oleh kedua mempelai dan calon Pengantin.


Sengaja orang WO di ikut sertakan dalam acara lamaran ini agar tidak perlu datang dan meeting lagi untuk membicarakan hal-hal apa saja yang diminta oleh 2 keluarga .


Karena waktu sangat sempit hanya 1 bulan harus sudah rampung semuanya.


.


.


Zahra lalu menemui teman-temannya kecuali Sapta, ya karena Sapta sudah pulang karena ada keperluan katanya.


Ryan bernafas lega karena tidak ada rivalnya disini yang memecah konsentrasi calon istrinya dan dirinya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


okeh Reder siap-siap datang dan siapkan kado untuk Zahra dan Ryan yaa 😘


__ADS_2