
Pagi di Mansion Nugroho.
Fal dan Sasi sedang sarapan dan hanya berdua. Karena Nathan dan Anya sudah pindah .
Sasi melihat wajah Fal agak berbeda dan sedang menatap ponselnya seolah menunggu panggilan atau kabar dari seseorang.
" Lagi kenapa A ? " tanya Sasi sambil memberikan Fal telur omelette kembali karena yang di piring sudah dihabiskan Fal.
" Lagi kepikiran Nala, semalam ada yang jahatin dia " ujar Fal menunduk sedih.
" Jahatin gimana? kan ada A Gerald A. " Tanya Sasi khawatir.
" Huft udah panggilan aku sama Gerald sama " Celetuk Fal lagi diluar konsep yang dibahas.
Sasi tersenyum tipis.
Ia memang melupakan panggilan sayangnya ke Fal setelah Ambu meninggal karena dia sedang sibuk meraih pelajaran agar mendapatkan ijazah.
" Maafin aku ya, maunya dipanggil sayang ya " Sasi mendekati tahan Fal dan memegangnya .
" Maunya gitu, tapi kamunya ga mau. udah lah " Fal sedang tidak bersemangat.
Fal pun bangun dan ingin segera berangkat kerumah Nathan. Tapi ingin mengambil sesuatu dulu di kamar.
" Aku kerumah Kak Nath dulu ya. Kamu mau ikut apa disini ? " ujar Fal yang sudah tidak berharap lebih terhadap Sasi. Karena ia melihat Sasi tidak terlalu tertarik dengan hubungan mereka.
" Ikut " jawab Sasi yang merasa Fal berbeda.
" Ya udah sebentar aku ke atas dulu ya ada yang mau aku ambil buat Belle " ujar Fal yang berlalu tanpa melihat Sasi lagi.
Sasi yang memang jika sarapan sudah rapih dan bersih menuju kamarnya mengambil tas lalu menuju Kamar Fal.
" Sayang aku masuk boleh ? " Ujar Sasi sambil mengetuk pintu.
" Iya " Jawab Fal singkat .
Fal yang sedang menghubungi seseorang itu sedang berdiri di dekat balkon kamarnya.
Sasi langsung memeluknya dari belakang.Fal mendapat pelukan Sasi bingung. Baru saja ingin melepaskan Sasi, tapi Sai berbanding terbalik saat ini malah lebih agresif .
" Tumben aku dipeluk " Fal masih tetap menghadap keluar.
" Sayang marah ya sama aku " Ujar Sasi dengan panggilan sayangnya ke Fal.
Fal berbalik menghadap Sasi.
" Aku gak pernah bisa marah sama kamu, cuma aku bingung harus bagaimana tunjukan perasaan aku ke kamu. aku takut kamu yang nggak bahagia sama aku " Ujar Fal sambil melihat ke arah wajah Sasi.
" Maaf aku terlalu cuek sama kamu , aku terlalu serius belajar dan lupain kamu " Sasi memeluk Fal erat.
Fal hanya menghela nafasnya, salah dirinya juga karena berkata ke Sasi harus fokus gak usah pikirin apa-apa lagi.
" Ujiannya udah ? " Tanya Fal mengalihkan pembicaraan.
" Udah, semoga nilai aku bagus." Jawab Sasi senang.
" Rencana setelah dapat ijazah kamu mau apa? " Tanya Fal mencoba ingin tahu.
__ADS_1
" Mau terus sama sayang " Sasi memeluk Fal erat.
Fal melepaskan pelukan Sasi. " Serius? " Tanya Fal mengangkat wajah Sasi yang tertunduk.
" Serius. kenapa ? sayang gak mau sama Sasi lagi ? " tanya Sasi polos.
" Siapa bilang, aku mau sama kamu, aku cinta ssa kamu, aku mau kamu jadi istri aku " ucap Fal dan membuat Sasi melayang .
" Kita nikah bareng Nala dan Gerald ya " ujar Fal.
Sasi mengangguk dan segera bibir ranumnya di raih Fal dan disesapnya.
Kali ini Sasi sudah bisa membalas, dan tangan Fal sudah bergerilya kemana-mana.
Sasi mempunyai dua bentukan bagus dan Fal sangat tergila-gila walau hanya melihat dari luarnya saja.
Sasi terbuai dengan apa yang dilakukan oleh Fal.Fal menggendong Sasi dan membawanya ke ranjang.
" Mau boleh ? " Fal ingin membuka kancing depan dress yang Sasi pakai.
Sasi mengangguk malu. Fal pun mulai memainkan dua pepaya satu di mulut satu ditangan dan berhasil membuat Sasi merasakan sensasi yang luar biasa.
Naluri tangannya pun langsung memegang tongkat sakti Fal.
" Udah berubah yank " Ujar Sasi. Fal pun mengukung Sasi . Ia menyibak Dress dan meloloskan segitiga Sasi.
" Boleh gak sayang ? " tanya Fal yang sudah dipenuhi dengan keinginan itu.
" Pakai jari " Ujar Fal dan Sasi mengangguk.
Jemari Fal perlahan mulai menekan-nekan inti Sasi.Sasi mengeliat, dan kedua paha Sasi kini melebar. Wajah Fal kini berada tepat di inti Sasi.
Fal pun mulai menggunakan lidahnya untuk membuka jalan persawahan itu.
Sasi mengeliat dan bergelinjang dibuat Fal.
" Ssshh Yank katanya mau pakai Jari " Ujar Sasi yang setengah polos tubuhnya
" Pakai ini dulu ya biar kamu ga sakit " Ujar Fal dan terus melakukan aktivitasnya.
Kepala Fal dijauhkan oleh Sasi.
" Aku mau pipis yank, " ujar Sasi.
" Keluarkan lah itu pelumas sayang bukan pipis " Fal terus mentesal dan bermain dengan inti Sasi.
" Eeeunngghh Yank " Sasi melenguh dan cairan yang dikira pipis itu pun keluar.
" Enak ? " Tanya Fal.
" Gini rasanya " ujar Sasi malu-malu
" Mau lagi ? " Tanya Fal. Sasi dengan polosnya mengangguk.
Kini Fal menggunakan jarinya dan Sasi terus merasakan pelepasan dan lenguhan hingga tiga kali.
" Enak banget apa hmm " Tanya Fal yang memeluk Sasi. ia melihat Sasi seperti kelelahan.
__ADS_1
" Kamu juga bisa keluar yang seperti pipis itu ya yank ? " Tanya Sasi.
" Heem ,cuma aku keluarin sendiri aja kamu belum bisa " Ujar Fal yang ingin bangkit dari pelukan Sasi .
" Bisa aku bantu ? " tanya Sasi .
" Kamu mau ? " Ujar Fal.
" Ada tutorialnya gak yank ? " Tanya Sasi dengan polosnya.
Fal langsung mengambil tempat tv dan segera menyetel film untuk mengedukasi Sasi.
Entah ini benar atau tidak. Keduanya sedang di mabuk asmara. Apa lagi Fal yang merasakan cinta Sasi saat ini sedang besar-besarnya. Salah Fal juga karena terlalu lama membiarkan Sasi fokus dengan belajarnya.
Sasi melihat film yang disuguhkan benar-benar sangat mengedukasi. cara memijat dengan jari, melahap dengan mulut, dan cara memasukan tongkat yang benar.
Sasi serius menonton dan memegang tongkat Fal sambil mengikuti edukasi yang diberikan. Setelah cukup tau dan basah kembali ,Sasi mempraktekannya dan Fal merasa Wow sih .
Sasi yang tidak sabar malah ingin memasukkan tongkat Fal ke dalam intinya.
Dibuka segitiga Fal dan terpampang tongkat berdiri tegak sempurna.
" Kira-kira muat ga disini " Ujar Fal yang memegang inti Sasi.
" Tadi aja besar banget muat " Ujar Sasi kemudian ia berbaring di samping Fal.
" Kita coba yang seperti tadi " Bisik Sasi ditelinga Fal.
" Kamu nanti ga V lagi Sayang " Ujar Fal yang sebenarnya juga ingin..
" Nikahin aku " Ujar Sasi yang kian merapat ke Fal.
Fal pun tidak menyia-nyiakn kesempatan untuk memiliki Sasi seutuhnya dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi nanti.
Sasi menekan jarinya ke punggung Fal karena sakit yang tiada Tara. Dan setelah sakit, Sasi malah terus menikmatinya.
" Akhhh yank Akkh Yank " Racauan terus terdengar dari Bibir Sasi.
Hingga Akhirnya Fal mengeluarkan apa yang tertahan
" Sas i Love you " erang Fal ditengah teriakannya.
" I Love you tou sayang " Sasi memeluk lemas sang kekasih hati.
Tok tok tok
Tiba-tiba pintu kamar Fal diketuk.
" Siapa ? " tanya Fal.
" Mommy... besok kamu nikah sama Sasi " Ujar Mommy Ara berteriak didepan kamar Fal.
Fal dan Sasi hanya terdiam kemudian tetap berpelukan dan Fal mencoba menenangkan Sasi yang panik.
" Gimana ini yank, ada Mommy " ujar Sasi takut karena dia sendiri yang memancing Fal.
***
__ADS_1
Bantu like dan Vote yuk 🤗❤️