
Popy cekikikan jadinya mendengar bisikan Mama. Sedangkan Malik hanya menggelengkan kepalanya tanda tak terima koq bisa ada orang hamil begitu pikirnya.
" Ra aku antar Popy pulang ya,mama nya udah telepon terus nih dari tadi aku ga enak tadi karena ka-... " Belum selesai Malik berbicara sudsh diinjak kakinya sama Ryan
" Jangan cari perkara lagi Lik " Ryan bicara di depan Malik menatap tajam .
" kenapa bang koq berhenti " Zahra menoleh ke Malik.
" karena aku pamitnya tadi sebentar sama orang tua Popy kan besok kita mau lamar dia Ra " Ujar Malik.
" Oh kirain gara-gara aku tadi " Ujar Zahra enteng.
" iya Ra iya gara-gara kamu " Bathin Malik tapi tak berani diucapkan.
Zahra melanjutkan makan cemilannya..
" kak Pop nih bawa cemilan nya buat di mobil tadi kita kan ga makan gara-gara aku salah paham ."
" ga usah Ra buat kamu aja " Popy menolak Halus
" iya aku nanti bisa belikan sendiri " Malik masih kesal
" Jadi abang nolak pemberian aku iya? " yuhuu mode singa on kembali
Popy tersenyum lalu menyambangi Zahra yang sedang cemberut itu.
" ponakan aunty kan ada 3 ,jadi buat Mommy Ara aja ya, biar anaknya embul semua biar bisa Serang Uncle Malik karena Uda ngeresein Mommy nya " Popy mengusap perut Zahra
" ah iya benar buat kita aja dek makanannya. Ya udah bang antar pulang trus hati-hati ya , jangan lupa berkabar kak " Zahra ceria kembali, Malik dan Ryan mengusap dada tanda aman.
Popy dan Mama malah menahan senyumnya.
__ADS_1
***
Malik sudah sampai di mansion Mama Zen yang sudah terlihat Ramai lengkap dengan para Tante heboh minus Tante Silvi.
Tante Rita, Tante Maya dan Tante Luna beserta suami juga sudah hadir disana menginap di mansion Mama Zen.
Malik itu masih sepupu dengan Ryan tapi orang tuanya sudah tidak ada jadi memang segala sesuatu nya diurus oleh Mama Zen dan Papa Rend , makanya semua berkumpul dirumah orang tua Ryan.
Tiba-tiba " GUBRAAAKK " ada yang tersangkut kakinya di koper membuat si empunya koper itu pun terjatuh.
" duuhhh baru sampe udah jatuh aja ,apa ga ada yang harapin aku datang apa ya " gerutu gadis manis bertubuh bak model itu.
Saat gadis itu terjatuh sontak laki-laki muda yang duduk dekatnya langsung mendekat, berdiri dan mengulurkan tangannya.
Zee meraihnya lalu berusaha berdiri tapi ternyata kakinya terkilir. " Aawhh " ringisnya.
" Ckk pura-pura sakit biar ditolongin digendong sama Zain , lagu lama. baru Dateng udah modus aja " goda Ryan
Zee pun menoleh ke arah pria yang menolongnya . " AAAAAAKKKKK " Zain kaget dengan teriakan Zee yang luar biasa melengking nya malah jadi refleks melepas pegangan Zee sehingga Zee pun terjatuh lagi.
Melihat Zee terjatuh lagi Ryan malah tertawa terpingkal-pingkal , sepupu ga ada akhlak emang nih Ryan .
" awwhh aduh duh sakit Yank.. " ujar Ryan gantian meringis karena cubitan Zahra.
" Makanya jangan iseng udah tau adiknya lagi jatuh malah diketawain " omel Zahra.
" Rasain, kualat marahin Gadis imut kayak aku gini " Pede Zee.
" emang iya? " Tanya Zain.
" eh e... " Zee lupa kalau ada Zain lalu terdiam malu.
__ADS_1
" Kak Ara, bantuin aku dong kak ini laki pada ga punya kekuatan apa ya ga ada yang mau bantuin aku " gerutu Zee
" Ara lagi hamil ga bisa dia bantuin kamu " Ucap Tante Maya cekikikan.
" udah sama Zain aja tuh yang masih muda, emang ga tertarik apa kamu sama Zain " timpal Tante Rika membuat Zee manyun .
Laki-laki yang muda hanya Zain, Ryan dan Malik saja selebihnya sudah menuju senja.
" Tolongin tuh Zain , kita ga pada bisa angkat Zee, dosanya banyak banget jadi berat " celetukl Malik
" eh calon penganten punya mulut dijaga ya, aku manusia paling suci begini " ujar Zee sambil berusaha bangun
Ryan dan Zahra terpingkal-pingkal mendengar celotehan Zee. Sedang Zain hanya terdiam saja.
" Udah Zain bantuin tuh cewek berisik,kasian calon keponakan mu nanti keberisikan dalam perut. " ucap Ryan
" Ga, Zee ga mau, nanti dijatuhin lagi, udah sakit fisik sakit hati juga " Ketus Zee membuang muka dari tatapan Zain.
Kareka Zee berbicara seperti itu Zain pun duduk lagi sambil memainkan handphone nya.
Sekilas ia melirik ke arah Zee yang mulutnya masih komat Kamit entah sedang mengoceh apa.
" huh dasar manusia ga peka , aturan maksa kek buat bantuin malah diem aja . mana sakit lagi duuh " Bathin Zee
Zee berusaha bangun sendiri sekuat tenaga ,karena memang bingung mau minta bantuan siapa lagi.
Saat Zee mencoba berdiri tiba-tiba tubuhnya melayang kiranya ada keajaiban dia bisa terbang.taunya diangkat pangeran tampan bernama Zian
" Ga usah sok nolak, ga usah Sok kuat " Zain berbicara lurus kedepan tanpa memandang Zee
***
__ADS_1
Aciee ciee cieeee Babang Zain masih muda udah ada jodohnya aja nih kayaknya
Jangan bosan dukung othor yang polos ini ya 😌💃