Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
7. Gak Punya


__ADS_3

Tapi memang perhatian dan perlakuan nya sangat hangat untuk ku dan Belle.


Apa aku coba saja memulai hubungan dengan laki-laki ?.


***


Nathan duduk di kursi kebesaran nya di rumah sakit itu. Ia bingung sendiri kenapa bisa ia selancar itu mengucapkan kata cinta untuk seorang ibu muda yang baru saja ia kenal tadi pagi.


Saat ia sedang melamun membayangkan ia jalan bertiga dengan Belle dan Anya tiba-tiba lamunan nya pun buyar karena kedatangan Dokter Nia dan seorang perawat admission.


" Koq ga ketuk pintu dulu " Tany Nathan yang sudah bersikap tenang kembali.


" Kita sudah mengetuknya ya mba, tapi tak ada sahutan dari dalam. " Ucap Dokter Nia salah satu teman di kampus Nathan dulu.


" Oh maaf mungkin tadi saya sedang tidak ngeh " ujar Nathan mencoba menutupi dirinya yang sedang melamun itu .


" Pasien atas nama Nyonya Anya jadinya dimasukan biayanya kemana ? " Tanya dokter Nia memastikan ucapan Nathan yang tadi bilang kalau dimasukkan ke atas nama pribadinya.


" Ke atas nama ku saja. " Jawab Nathan santai sambil memegang ponselnya.


" Ok mba minta dokter Nath tanda tangani berkas itu " Ujar Dokter Nia memberi perintah ke bagian administrasi itu.


Wanita itu pun memberikan berkas dan langsung ditandatangani oleh Nathan.


" Aku boleh tanya? " Dokte Nia penasaran atas dasar apa Nathan ingin membayar dengan biaya sendiri. kenapa tidak dibebankan ke RS untuk orang yang kurang mampu.


" Jika ingin menanyakan tentang Anya , Karena aku ingin saja membiayai nya " Nathan berkata dengan nada datar.


" Kau menyukai nya? " Tanya Dokter Nia semakin penasaran.


" Ya bisa jadi karena aku menyukainya " masih dengan nada datar.


Dokter Nia mengangguk.


" Hmm memang ibu muda itu cantik setelah dibersihkan " ucap Dokter Nia di depan Nathan.


" Ya sudah apa ada lagi? " Tanya Nathan.


" Tidak ada dok, baiklah kami permisi " ucap Dokter Nia sambil mengajak petugas administrasi itu beranjak pergi dari ruangan direktur mereka.


***


Nia adalah salah satu teman Nathan, dia memang menyukai Nathan tapi tidak posesif dan juga tidak agresif. Hanya sebatas menyukai tapi tak perlu memiliki.


Cukup melihat orang yang disukainya senang sudah membuat hati Dokter Nia pun senang.


Walau Dokter Nia tidak pernah diberi harapan oleh Nathan tapi dokter. ia tidak sedih. Sudah berada di dekatnya dan bekerja di rumah sakit yang sama sudah membuat hati dokter Nia senang.


***


Nala sedang kesana kesini melihat stroller yang berada di toko bayi di dekat rumah sakit.


Nala membelikan stroller berwarna pink dan paling mahal di toko itu. Bukan karena mahal nya Nala membeli tapi karena itu yang paling nyaman untuk Belle saat ini.

__ADS_1


Setelah membayar Nala menaruh Belle di stroller dan dia langsung ke rumah sakit kembali khawatir Belle belum pulih.


Dan takut dimarahi juga oleh Ibunya Belle.


Nala menuju kamar VIP tempat Anya dirawat.


***


Nathan masuk keruangan perawatan Anya kembali.


Dia mengetuk pintu. " Anya, boleh saya masuk ? "


Anya mendengar suara Nathan langsung segera merapikan bajunya.


" Masuk aja dok, silahkan " ujarnya dibalik pintu.


" Kamu kenapa tidak berbaring saja Nya ? " Tanya Nathan yang melihat Anya sedang membaca majalah.


" Agak bosan sih Dok " jawab Anya sambil tersenyum.


" Koq panggilnya dok lagi "


" hmm eh iya mas maaf " jawab Anya gugup.


Tidak lam pintu diketuk lagi dan masuklah perawat di IGD tadi yang bernama Titin .


Nathan dan Anya menatap Titin dengan tatapan berbeda.


Jika Nathan menatap sinis, Anya menatap dengan biasa saja.


" Hmm Saya mau minta maaf Dok sama Ibu Anya " ucap Titin takut-takut.


Anya terperanjat mendengar nya.l


" Kenapa harus minta maaf ? " Tatapan tajam dokter Nath membuat Titin ingin menghilang dari muka bumi.


" karena saya salah, saya tidak berhak berkata kasar dan menyakitkan hati orang lain " ujar Titin ingin menangis.


" Saya minta maaf Bu Anya ,saya salah sudah menyakiti hati Bu Anya " Ucapan Titin terlihat tulus dan ia menundukkan kepalanya karena malu.


Tanpa disangka, Anya menghampiri Perawat Titin.


" Sudah Mba Titin, saya tidak apa-apa . Mengenai perkataan tadi sudah saya maafkan koq " Titin menanggapi dengan senyuman.


Dokter Nia dan Nathan terperanjat kaget tak percaya, ada orang dihina-hina bahkan anaknya dihina juga tapi tidak marah. Mereka tak habis pikir. Terbuat dari apa hati Anya ini.


Perawat Titin yang mendengar ucapan Anya tadi semakin malu dan menundukkan wajahnya ia sampai tak kuasa menahan air matanya.


" Hiks hiks sekali lagi maafin saya Bu Anya saya janji tidak akan berkata seperti itu lagi kepada siapapun. Maaf hiks " Titin menangis tersedu.


Beberapa temannya bilang sesama perawat dia sedang tidak baik suasana hatinya, karena ditinggal kekasihnya menikah dengan wanita lain.


" Iya sudah tidak apa-apa yang penting dijadikan pelajaran kalau sebaiknya ucapan-ucapan yang keluar dari mulut kita itu yang baik-baik. Karena setiap perkataan adalah doa .

__ADS_1


Saya sudah memaafkan mba Titin, dan saya jugaminta maaf karena saya mba Titin jadi dipanggil keruangan HRD ya " Ucapan lembut Anya semakin membuat Nathan menyukainya.


Nala yang bau saja kembali dari luar pun bingung ada apa di ruangan calon kakak iparnya itu kenapa ramai sekali .


Dokter Nia tertegun dengan ucapan Anya. Wajar saja Dokter Nath suka karena sepertinya pribadi Anya memang baik.


Titin dan Anya pun berpelukan ucapan tulus dari mereka berdua pun diakhiri dengan perjanjian. Titin berjanji tidak akan berkata seenaknya lagi. dan Anya berjanji akan menjadi teman Titin.


Titin pun keluar dari ruangan Anya bersama dokter Nia.


Nala memberikan Belle yang tertidur di stroller kepada Anya.


Nala juga membawa beberapa pakaian lucu-lucu untuk Belle yang di belinya tadi .


" Kamu ga marah perawat tadi udah hina kamu ? " Tanya Nathan.


" Ngga Mas , saling memaafkan lebih baik dari pada saling menghujat "


" What Mas ? Cieee Kak Nath dipanggil Mas. Mesra-mesra gimana gitu " Nala langsung senyum-senyum sendiri.


" Eh ga boleh ya panggil mas ? " Anya merasa malu dan tak enak hati ke Nala .


" Eh eh gak apa-apa koq Kak Anya, panggil sayang juga boleh . Nala sih bebas asal Kak Nath suka . Ya ga kak ? " Nala menggoda kakak kembarnya itu.


" Hmm " jawab Nathan hanya dengan deheman saja.


" Eh lagian tadi ada masalah apa sih ? " Tanya Nala.


" Gak apa-apa koq Nala , sudah berlalu. Oh ya makasih ya udah bantu aku jagain my Bebi Belle Belle " Ujar Anya sambil senyum mengalihkan pembicaraan tentang Titin.


Nala bercerita seru tadi saat Belle dibawanya ke baby shop. Hingga Ponsel Nala berbunyi.


Nala pun mengangkat nya. dan menjauh.


Setelah selesai menerima telepon, Nala mendekat kembali dan mengabarkan kalau dirinya dan Naufal juga Bik Sum akan segera berangkat ke Bandung sore ini juga.


" Ya udah sana dek hati-hati ya salam untuk Bik Sum " ucap Nathan.


" Okeh sip kak , aku pergi ya. bye My Bebi Belle Belle nanti kita ketemu lagi ya setelah Onti pulang dari Bandung cup cup " Nala mengusel pipi gembil Belle.


Nala segera pergi dan berbalik kembali.


" Kak Nath nanti share nomor telepon Kak Anya ya biar aku bisa Videonya Call sama Belle "


" Ah maaf aku ga punya ponsel Nala ,Nanti kita ketemu aja ya kalau kamu sudah pulang . " Ujar Anya sambil menepuk-nepuk paha Belle.


" Hah ga punya ? . Hmm Kak Nath udah tau dong ya apa yang harus dilakukan " Nala mengedipkan matanya.


" Iya " Sahut Nathan.


Sedangkan Anya bingung dan membiarkan nya.


***

__ADS_1


Happy weekend semuaaa.


Jangan lupa ritualnya yaaa🤪


__ADS_2