Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Sesusah itukah melupakannya ?


__ADS_3

Ryan melupakan kekesalan nya, ia tak mau membahas Sapta untuk saat ini.


Dia harus tetap disamping Zahra, jangan sampai Zahra berpaling agar penantian nya tidak sia-sia 5 tahun ini.


" Maaf ya bang, kak Pop , kalian jadi lihat live drama korea hehe " ujar Zahra sambil berusaha tersenyum.


" Gitu dong Adek nya Abang harus ceria ya. " ujar Malik.


" Makasih ya bang " ucap Zahra mengandeng tangan Ryan .


" Abang yang diucapkan makasih, Koq Ryan yang digandeng" cibir Malik


" Kan pacar aku Bang " Nyengir Zahra lalu hidungnya dicolek Ryan.


" good girl " ucap Ryan hangat. walau hatinya panas.


" Pop, cewek kalau sedih biasanya ngapain ? " tanya Malik


" Belanja tuan , ehh.. " Popy menutup mulutnya .


" Oke kita belanja ya Yank, kamu mau ganti Rok Popy yang kamu pakai ini kan? " Tanya Ryan yang berusaha membalikan keceriaan kekasih nya itu.


" Hmm boleh deh By, yuk kak Pop kita jalan duluan ,kasih tau aku toko yang kak Popy mau datangin " ucap Zahra berusaha kembali ceria dan baik-baik saja.


" Hmm ga usah Ra gak apa " ujar Popy tak enak.


" Gak apa Kak, hari ini kita ga ada agenda apapun lagi kak. ya kan bang?" tanya Zahra ke Malik


" Hmm iya ga ada , turutin aja Pop " ujar Malik yang tak ingin Zahra bersedih juga.


Poppy mengangguk lalu berjalan di depan Malik dan Ryan.


Zahra tiba-tiba berhenti mendadak.


" By " panggil Zahra.


" Iya yank ada apa?" tanya Ryan


" Kamu yang bayar ya by " ucap Zahra.


" apapun untukmu sayang " jawab Ryan tersenyum


"ayo kak kita habiskan uang pria dibelakang " ucap Zahra berbisik ke Popy


" Apa tak apa Ra? aku takut sepertinya Tuan Ryan tidak baik-baik saja " ujar Popy berbisik kembali ke Zahra


" Memang, makanya kita alihkan rasa kesalnya kak,kakak percaya saja sama aku, kalau dia ga mau bayar kita paksa Abang suruh bayar hihi " ujar Zahra


Ryan dan Malik bingung melihat 2 wanita di depan saling berbisik.

__ADS_1


" Yank, kamu ngomongin apa sih ,jangan bikin aku mikir macem-macem yank " Ujar Ryan.


Zahra meraih lengan Kanan Ryan lalu dilingkarkan tangannya ke lengan laki-laki itu .


" By nanti jadi kan ke mansion Mama " tanya Zahra .


" terserah kamu yank,kalau kamu merasa belum siap gak apa-apa kita tunda nanti aku bilang mama " ujar Ryan menutupi rasa kecewanya jika memang Zahra tak jadi datang.


Zahra tersenyum..


" Dia tersenyum ,baiklah aku akan mengabari mama khawatir mama sudah menyiapkan banyak makanan untuk Ara " bathin Ryan .


" Nanti setelah ini kita mampir ke toko kue langganan aku ya By, kita bawa ke mansion " ujar Zahra


" Kau yakin mau ke mansion ? tanya Ryan kaget,


" Ya, apa kamu yang belum siap bawa aku ke mansion by. ? " Tanya Zahra Balik


" Ah aku hanya kaget. aku tau suasana hatimu sedang buruk ,aku kira kamu mau batalin yank " ucap Ryan .


" ga mungkin aku batalin by, kasian mama pasti udah bikin makanan banyak " ucap Zahra.


" Terima kasih sayang " ucap Ryan


" By coba hubungi mama, dia masak apa Saja" ucap Zahra.


Zahra berfikir jika memang mama Zen masak banyak ,dia mau minta Popy dan Malik ikut serta .


" Loud speaker by " pinta Zahra


* Ma lagi apa ? *


-Masak puding kesukaan kamu sayang -


* Mama masak banyak ? ap


tau hanya untuk kita berempat Ma? *


- Mama masak banyak sayang, ajak Malik ya kesini -


* Iya ma, aku tutup ya telepon nya *


- Iya Nak -


.


" Tuh banyak yank masaknya " ucap Ryan


" Kamu yang ajak Abang by sama kak Pop " ucap Zahra

__ADS_1


Ryan pun mengajak Malik dan Popy untuk makan malam dirumahnya.


" Yank kamu ga beli baju? " tanya Ryan


" Hmm engga deh by ,aku lagi ga mood " jawab Zahra.


" Uang aku minta dihabisin sama kamu loh itu " goda Ryan


" aih aih sombongnya " Cibir Zahra.


" Yank pilih beberapa baju untuk kamu pakai jikaa baju kamu kusut diruangan aku " ucap Ryan tanpa malu-malu


" Niat banget by " Ujar Zahra


" mau ga,kalau ga mau aku minta Poppy pilihkan aja. " Ucap Ryan lagi


" Beh deh By, aku mager mau duduk aja " ucap Zahra


Popy pun memilih baju untuk Zahra.


Zahra masih terdiam melamun.


" Sesusah itukah melupakannya" Bathin Ryan sedih.


.


Setelah selesai mereka berempat ke mansion orang tua Ryan.


Mereka disambut hangat oleh orang tua Ryan..


" Ma maaf ya aku minta kak Popy ikut " ujar Zahra karena takut Popy merasa tak enak.


" yuhuu Itu bagus sayang, sering-sering lah kalian pacaran kesini nanti mama masakin dengan senang hati " Ucap Mama Zen happy.


Makan malam pun terasa hangat, tapi tidak dengan suasana hati Ryan yang lebih dari hangat alias panasss..


.


.


.


Sabar ya babang Ry, Zahra pasti milik kamu koq .


.


.


.

__ADS_1


Yuk kasih hadiah ke babang Ryan biar dia happy 😘


__ADS_2