Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Lagi Sedih


__ADS_3

Grup chat keluarga Nugroho terlihat sangat Riuh karena ada foto Zee sedang digendong.


Makan malam tiba, hanya Zee yang belum turun, karena disuruh beristirahat agar relax kembali kakinya tang terkilir Zee meminta Bik Sum mengantarkan makanan ke kamarnya saja.


sebenarnya ia ingin sekali makan malam dibawah dan membantu-bantu dibawah apa lagi banyak tantenya yang super heboh itu pasti seru ngobrol-ngobrolnya pikir Zee.


" By, Zee ga ikut makan malam. ada seafood gini dia kan suka banget " ujar Zahra menanyakan keberadaan Zee.


" Mungkin kakiny masih sakit Yank " timpal Ryan.


Zahra manggut-manggut mendengar jawaban suaminya.


" Zain kamu ga liat keadaan Zee ? " Tanya Mama


" Hmm ga Ma, biar aja paling udah enakan . " Sahut Zain santai .


Mama dan tante-tante Ryan berbicara melalui mata Bathin sepertinya, karena mereka saling lihat tatap dan senyum bersamaan dan sekarang juga mengangguk bersamaan.


" Zain, coba tolong cek Zee , apa benar dia sudah baikan kakinya " Ujar Tante Maya.


" sekalian makanannya di makan apa ngga ,dia kalau sakit susah makan " ucap Tante Rita menyahuti Tante Maya


" Dan besok dia bisa ga ya ikut acara lamaran kerumah Popy " timpal Tante Luna


" Biar aja dia ga ikut, Kalau ikut pasti berisik. "


" Yah pasti orang tuanya sangat sedih perwakilannya ga bisa menghadiri lamaran Malik . " ucap Tante Rita lagi.


" Hmm Aku cek dulu deh Ma ,tant,kak, bang ,aku permisi" ujar Zain disambut cekikikan Zahra dan Tante-tante tak terkecuali Mama.


" Sip berhasil " Ujar Tante Luna.


tok tok tok.


" hey.. Udah tidur belum? " terdengar suara dara luar kamar Zee.


" masuk aja ga dikunci " Zee menyahut dari dalam.


Zain pun masuk setelah dipersilahkan oleh Zee.


" Gimana kakinya " tanya Zain datar seperti biasa


" Lumayan enakan " sahut Zahra pelan seperti biasa.


Zain manggut-manggut. Lalu melihat ke arah meja masih lengkap makanan yang dibawakan oleh Bik Sum tadi.

__ADS_1


" Koq ga dimakan ? " tanya Zain setelah melirik makanan yang masih utuh itu


" Nanti aja aku belum laper " ujar Zee pelan tidak seperti biasanya. Wajahnya pun terlihat murung


" Tumben amat nih cewek jadi kalem.biasa berisik " Pikir Zain.


" Makan ,katanya besok mau ikut acara lamara Bang Malik. " Bujuk Zain tapi tetap cool.


" Gak apa-apa kalau aku ga diajak " Ucap Zee lemah.


" Kepentok kayaknya nih anak. biasa ga begini " Bathin Zain


Zain lalu mengambil piring berisi makanan yang belum tersentuh itu. Diambil lauk serta nasinya laku disendok dan disuapkan ke arah Zee.


" ayo makan nanti kamu sakit aaaakk.. " Ucap Zain


Sebenarnya Zee sedang tidak nafsu makan tapi karena disuapi oleh Zain Akhirnya Zee pun membuka mulutnya.


" Ok good girl " ujar Zain.


Akhirnya hampir setengah piring Habis.. Zee meminta disudahi makannya.


" Udah Zain terima kasih. aku sudah kenyang " ujar Zee


Zain mengangguk. lalu mengambil minuman untuk Zee.


Wajah Zee masih terlihat murung. membuat Zain penasaran.


" Kamu kenapa " Tanya Zain


Zee menggeleng menjawab dengan kode kalau tidak ada apa-apa.


" Tumben biasanya kamu berisik " tanya Zain lagi "


" aku ngantuk Zain, bisakah aku dtinggal sendiri. " Pinta Zain


Zain merasa aneh dengan tingkah Zee yang tidak biasa.


" hey kamu kenapa? jika butuh teman cerita aku siap mendengarkan " Ujar Zain.


" Zain aku ingin berteriak bisakah kau membawaku keluar rumah ? " pinta Zee


Zain bingung sedang apa yang terjadi dalam diri Zee. tapi melihat tingkah nya Seperti ini sepertinya Zee sedang ada masalah.


" Zain " Panggil Zee lagi

__ADS_1


" Ah iya " Zain kaget.


" Bisa ga? kalau ga bisa minta tolong panggilkan Mang Diman " Ucap Zee


" Ckk wanita gitu aja ngambek. " Gunam Zain.


Zain pun beranjak bangkit dari duduknya.


" mana Jaketmu? " Tannya Zain.


" masih di koper belum aku bereskan " ujar Zee


Zain membuka koper tersebut lalu mengambil jaket Zee .


Dipakaikan jaket itu dimulai dari tangan kanan ,tangan kiri lalu dirapihkan.


" Kancingkan sendiri aku tidak bisa " Ujar Zain


Hati lagi sedih tapi sikap Zain sangat manis hari ini ke Zee. Apa aku harus sedih terus biar Zain tetap seperti ini. Ujar Zee dalam hatinya.


Zain menelepon ke ponsel Zahra.


#


Halo teh, Sepertinya Zee sedang butuh teman untuk berbicara diluar . aku ingin mengajaknya pergi. apa boleh?


Dek menjauh dulu dari Zee ,aku mau ngomong.


Iya


Udah?


Udah bang .


Saat ini Zee sedang sedih orang tuanya sedang tidak akur dan Zee korban dari keegoisan mereka berdua. Tolong kamu hibur dia dek,kamu naik motor kan? pakai aja mobil Abang kuncinya cari di tempat biasa. janga naik motor mu yang tinggi itu kasian kaki Zee masih sakit.


iya bang


#


Sambungan telepon pun di putus dan Zain pun segera mengajak Zee keluar rumah .


***


Jangan lupa tetap dukung othor yah kesayangan.

__ADS_1


Maaf jika Komen kalian ga terbalas satu-satu.


Othor tetap pada kalian 😘


__ADS_2