Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
25. Jenjang Karir


__ADS_3

Belle sudah rapih dan wangi berkat perlengkapan yang dibeli oleh Nala waktu kemarin.


Nathan pun sudah selesai mandi , dan keluar hanya memakai handuk saja .


" Mas pakai bajunya cepat " Ujarnya malu melihat dada kotak-kotak terpampang nyata di depannya.


Nathan mengambil telepon dan menelepon salah satu maidnya agar ke kamar dan mengajak Belle bermain.


" Belle anteng kan sayang? " tanya Nathan setelah menutup teleponnya.


TOK TOK TOK


" Den, ini saya Nurul yang diminta kesini buat jaga Belle " Ucap seorang dibalik pintu .


Anya membuka pintu dan sesuai instruksi dari Nathan barusan kalau Belle biar dijaga Maid karena Anya harus membantu Nathan bersiap-siap.


Anya menurut saja apa kata calon pengangkat derajat nya itu.


Setelah Belle diserahkan , Nathan tersenyum senang. Ia membiarkan Anya memakaikan kemeja di tubuhnya itu.


Di biarkan Anya menyentuh tubuh Nathan yang sempurna sebagai seorang laki-laki.


" Mas udah ,pakai celananya dulu nanti Anya bantu bersiap lagi. "


Dengan santainya Nathan membuka handuknya di hadapan Anya dan membuat Aya malu dan membalikan badannya.


" Oh mau dipeluk dari belakang " Nathan memeluk Anya dan berhasil membuat degupan jantung kencang.


" Mas ga pakai celana ih malu, udah pakai dulu nanti Anya ga mau bantuin lagi nih kalau mas ga pakai celana " Ujarnya malu sangat.


" Siapa bilang mas ga pakai celana. ? Mas pakai koq pegang aja " ucapnya santai sambil menciumi pundak Anya yang menurut Nathan sexy itu jika terlihat.


" Ga mau, cepet pakai celana Anya ga mau bantuin kalau mas gini ,pake celana dulu ga " Ancam Anya kesal dan malu menjadi satu.


Bagaimana bisa dokter tampan yang terlihat Pendim itu memiliki tingkat kemesuman yang sangat luar biasa.


Bukan Nathan namanya kalau tidak bertingkah. Ia mengambil tangan Anya dan mengarahkan ke belakang Anya. " Nih aku pakai celana boxer, kamu udah mesumers aja "


Diarahkan tangan Anya ke paha sampingnya dan Anya mengangguk dan tidak sengaja tangan Anya malah ke tengah dan menyentuh kapsul jumbo nya Dokter Nath.


" Sshh Kesentuh koq Sayang, sayang mau ya? belum boleh kan, harus nikah dulu kan ? " Goda Nathan.


" Isssh Anya mau ke Belle aja mas , Mas mesumm " Kesal dan malu menjadi satu.


Dibalikan tubuh Anya menghadap Nathan.


" Pengen cium lagi boleh ya " Tanpa dijawab Bibir kenyal Anya pun dilahap lagi oleh Nathan seperti tak ingin membuang waktu sedikit pun.


" Hmmmmpp "


" Hmmmmppp "


Habis sudah pagi itu dengan 3 lumattan dan 3 sesapan dari Nathan untuk Anya.


Dan sebelum kapsul menjadi sakit, Nathan melepaskan ciumannya dan membersihkan bagian kenyal Anya itu yang basah karena salivanya .

__ADS_1


" Punya sayang ini cuma buat Mas aja ya. " Nathan menyentuh bibir Anya yang tadi habis di beri olahraga itu .


Anya hanya tersenyum malu tapi mau.


Puas menciumi Anya, Nathan langsung meraih celananya dan memakai nya. Ditangan kanan Anya sudah ads Jas dokter kebanggaan Nathan.


" Mas nanti kalau banyak kegiatan ga usah ke tempat Denis gak apa-apa. nanti Anya yang kabarin ibunya Denis . " Anya membetulkan riasan rambut Nathan menaiki bangku kecil yang entah kapan ada disitu.


" Mas bisa koq, Laki-laki itu yang dipegang janjinya " Ujar Nathan sambil mengambil tangan Anya untuk turun dan berjalan ke ruang makan .


Anya mengangguk dan mengapit lengan Nathan. Dibawah sana terlihat Dani yang sedang bercanda dengan Belle .


" Sayangnya Mas tolong ambilin mas sarapan ya " padahal Anya sudah mengambil piring yang didepan Nathan memang untuk Nathan.


Entah mau pamer atau apa. Tapi memang Berhasil membuat Dani melirik kearahnya.


" Norak banget Bos " Celetuk Dani.


" Ada yang iri sama kita sayang " Nathan memandang Anya penuh cinta membuat Dani ingin melempar kepala Boss nya itu dengan sepatu nya.


" Belle temenannya sama Om Dan aja ya, jangan Sama orang yang disana . Om Dan baru tau kalau calon papa Belle lebaynya nauzubillah " Dani seolah berbisik di telinga Belle tapi tetap terdengar oleh Nathan dan Anya.


Anya melihat interaksi asisten Nathan hanya senyum-senyum..


" Mas, Anya ajak main Belle dulu ya, Mas sarapan dulu aja sama Mas itu.. "


Berkata begitu ,Nathan malah marah . tidak terima kalau Dani dipanggil mas juga.


" Sayang, cuma boleh panggil mas ke aku aja, ga boleh ke orang lain.Panggil aja dia Dani ga usah pake embel-embel lainnya " gerutu Nathan dan membuat Dani terbahak.


Nathan pun memberikan minuman ke asistennya itu.


" Iya maksud Anya sama Pak Dani Mas. Udah sarapan dulu Anya kebelakang ya "


" Kamu disini aja aku suapin sini duduk . Dani, selain box bayi, tempat duduk bayi buat makan juga jangan lupa di beli." Nathan berbicara ke Anya kemudian ke Dani .


" Sip Bos " Sahut Dani sambil mengunyah makanan nya tanpa mengoceh lagi ,tapi dalam hatinya tetap mengoceh.


Sekalinya pacaran, posesif,mau langsung nikah plus makin galak.


***


Hari itu Dani membelikan semua yang dibutuhkan untuk Anya dan Belle.


Siang setelah ke rumah sakit pun ,Nathan dan Anya menemui Denis.


Denis akan disekolahkan oleh Anya dan dipindahkan ke rumah yang lebih layak.


Ibu Denis dibantu oleh Nathan untuk membuka usaha kue. Nathan dibantu oleh Dani mencari lokasi strategis dan memberikan modal serta memberi masukan-masukan tentang cara berbisnis.


Anya hanya menjadi pendengar sambil mengusap air mata terharu.


Begitu baik dan sangat dermawan calon suaminya ini. bukan hanya ke Anya dan Belle tapi ke semua orang salah satunya Denis dan Ibunya.


Selesai memberi tahu semua hal dan selebihnya akan diurus oleh Dani. Anya dan Nathan juga Belle pulang .

__ADS_1


Anya berpesan kepada Denis untuk mengejar cita-cita nya menjadi dokter .


Denis pun disekolahkan di salah satu sekolah tempat Nathan menjadi donatur terbesar.


Denis bersekolah dengan bea siswa dari Nathan langsung.


***


Kita Flashback ke Bandung lagi ya .


Nala ,Fal ,Sasi DS Gerald kini sudah satu mobil dengan Gerald yang mengendarai mobilnya Fal.


" Ger, Lo kerja ? " Tanya Fal memecah kesunyian di mobil itu.


" Sebelumnya iya Pak kerja "


" Hais Ger, panggil gue Fal aja lah. umur kita paling sama "


Memang kenyataannya umur mereka tidak berbeda jauh. hanya beda beberapa bulan saja dan itu lebih tua Gerald.


" Ah iya Fal. Sebelumnya gue kerja " Gerald terlihat lebih santai dibanding tadi .


" Sekarang ? " tanya Fal lagi penasaran.


" Sejak ibu gue sakit, gue putusin buat resign tapi ibu sekarang udah meninggal paling mau cari kerja lagi dan mungkin di kota aja " sahut Gerald sambil tetap fokus menyetir.


" Sebelumnya kerja di mana Lo ? mau ikut gue aja ga? di kantor ada koq yang bisa diisi " Fal menawarkan karena sepertinya Gerald orang baik yang tidak neko-neko.


" Kemarin sih kerja di kantor,tapi kantor gue kemarin enak flexible gue masih bisa ngajar taekwondo ".


Mendengar itu Nala yang tadinya diam di belakang bersama Sasi langsung tertarik.


" Kak, aa Gerald jadi bodyguard aku aja ya " Nala mengerlingkan matanya meminta.


" Berani bayar berapa kamu ? " tanya Fal kesal. Malah jadi Adiknya yang antusias.


" a' Gerald mau dibayar pakai apa ? " Tanya Nala manja membuat Sasi tersenyum.


" Manis banget senyumnya " Goda Fal ke Sasi.


Sasi pun menyembunyikan lagi senyumannya karena di goda Fal.


" Kapok hahahaha " Nala tertawa ,meledek Fal balik.


" Kamu mau pilih yang mana Ger? kerja di perusahaan atau jadi bodyguard nya Nala ?


Kalau di perusahaan kamu ada jenjang karir loh. Kalau Bodyguard gue rasa ga ada deh. Udah lah ke perusahaan RN Group aja yuk " Fal mencoba mempengaruhi Gerald. Padahal Gerald belum bilang apa-apa.


Nala kesal mendengar kakaknya itu. Ga peka banget deh. kesal Nala.


" aa Ger, kalau di perusahaan memang ada jenjang karir, tapi kalau jadi bodyguard Nala, ada jenjang jodohnya loh "


***


jangan lupa ritualnya pemirsah 😘

__ADS_1


__ADS_2