
Nenek Alin sudah diruang perawatan.Axel,Mommy Ara dan Daddy Ryan pun berada di kamar VIP tempat nenek Alin di rawat.
" Omongin Aja x ya Dad gak apa-apa mumpung nenek nya Alin sudah siuman " Ucap Mommy Ara.
" Kenapa Mom ? " Axel terlihat bingung dengan sang Mommy. seperti ada yang ingin disampaikan
Daddy Ryan dan Mommy Ara mendekat kearah Alin dan Neneknya.
" Halo Nenek Biyah, kami orang tua dari Axel teman Alin sekolah , Saya Zahra Mommy nya Axel dan ini Ryan Daddy nya Axel. " ucap Mommy Ara sopan.
Nenek nya Alin yang bernama Nenek Biyah itu mengangguk dan tersenyum.Nenek Biyah ingin bangun tapi ditahan oleh Axel.
" Jangan bangun nek, gak apa-apa nenek berbaring saja. Pasti nenek masih lemas " Ucap Axel yang pengertian.
Daddy Ryan dan Mommy Ara tersenyum melihat perlakuan Axel ke nenek Biyah.
" Begini nek,Mohon maaf sebelumnya, kami tadi kerumah nenek Biyah untuk memastikan kejadian awalnya seperti apa agar kami bisa memberi tahukan ke dokter ,karena tadi Alin ditanya dokter bingung jadi saya berkunjung ke kediaman nenek " ucap Mommy Ara sopan
" Iya gak apa-apa " Jawab Nenek Biyah.
" Dan mohon maaf lagi Nek, apa nenek berkenan tinggal bersama kami ,karena biar nenek bisa dirawat dan diperhatikan oleh suster yang nanti kami sewa dan biar Alin fokus ke sekolah karena saat ini kan mendekati kelulusan , ada baiknya Alin fokus belajar dan kami fokus merawat nenek. " Ujar Mommy Ara sesopan mungkin karena tak ingin Alin dan Nenek Biyah tersinggung.
Nenek Biyah bingung sebenarnya jika tidak mengontrak lagi memudahkan Alin sekolah, tak perlu menjadi buruh cuci lagi untuk membayar kontrakan.
Tapi Nenek Biyah juga tak ingin menjadi beban dan merepotkan lagi.Ini saja biaya pasti besar untuk pengobatan nya.
" Maaf nyonya Zahra. saya bukannya .. " Nenek Biyah berbicara lalu dipotong oleh Zahra.
" Maaf nek panggil Zahra atau Ara saja jangan Nyonya, anggap saya sebagai anak nenek " Ucap Zahra sambil tersenyum.
Nenek Biyah menangis terharu mendengar penuturan dari Mommy Ara.
" Nak Ara nak Ryan,saya saja masih bingung mengganti dan membalas ini semua , bagaimana bisa saya juga menumpang dirumah kalian " Nenek Biyah mengusap air matanya ia tak ingin terlihat lemah didepan sang cucu.
__ADS_1
Sedang Alin hanya menunduk ia bingung harus mengucapkan apa.
" Nek, semua yang kami lakukan ini Alin yang akan membayar nya dengan cara rajin belajar, fokus ke sekolah dan cita-citanya, Kami akan mensupport apapun cita-cita Alin. Kami menganggap Alin sebagai anak kami juga. jadi nenek jangan sungkan ya Nek " Ucap Daddy Ryan.
" Ya Allah nak, nenek ga tau harus membalas dengan apa segala kebaikan ini. " Ujar Nenek Biyah terharu.
" Nenek cukup sehat saja ya nek, Nenek tinggal sama kami, nenek bebas melakukan apapun di rumah kami.
Saya juga sudah berbicara dengan orang tua saya dan mereka sangat senang jika nenek bersedia tinggal di tempat kami. " Ucap Daddy Ryan lagi.
" Mau ya nek,Alin juga mau ya " bujuk Mommy Ara.
" Alin ga enak Mommy " Ucap Alin menunduk
" Haiss udah ga usah ga enakan Alin nanti bisa main-main sama Adik kembarnya Axel ya biar ga bosan " Bujuk Mommy Ara lagi
Alin terlihat berfikir dan menoleh ke arah nenek Biyah.
" Baik Mommy, kalau begitu Alin jadi pengasuh si kembar aja ya Mommy " Ucap Alin.
" Yah sayang sekali Lin, Pengasuh si kembar sudah ada " Mommy tersenyum
" Kalau pembantu Mommy ? " Tanya Alin lagi
" yah Lin pembantu dirumah Mommy sejumlah siswa di kelas kita Lin " Celoteh Jimmy
Semua tertawa mendengar ocehan Jimmy, Terkecuali Alin yang bingung.
Nenek Biyah juga ikutan bingung.
" Terus Alin jadi apa Mommy, Alin ga mau hanya menumpang saja " ucap Alin
" Kamu cukup belajar seperti yang kami bilang Lin, kejar cita-cita mu setinggi langit dan kami akan dukung apapun yang kamu butuhkan untuk mengejar cita-cita mu. Buktikan ke dunia kamu bisa dan buat Nenek Biyah Bangga " ujar Daddy Ryan memberi semangat ke Alin.
__ADS_1
" Mommy setuju, deal ya Dad kita angkat Alin sebagi anak dan Axel mau kan kamu bersaudara dengan Alin ? " Tanya Mommy Ara.
" Setuju Mom, kita saudara Lin sekarang . jadi apapun yang kamu butuhkan bilang saja ya. Kami akan mensupport " Ucap Axel
" Tumben banget Dad anaknya ngomong panjang bener sama cewek " celetuk Abie.
" demen kali " timpal Iqbal
" Ckk apaan sih Lo " Axel berusaha santai.
Mommy Ara dan Daddy Ryan tersenyum melihat kelakuan sang anak.
" Setelah nenek sembuh bisa langsung kerumah yaa nanti kami siapkan kamarnya " Ucap Mommy Ara dan diangguki oleh sang suami.
" Terima kasih ya Mommy,Om " Ucap Alin terharu.
" Eh koq Om sih, Daddy dooong " Protes Daddy Ryan.
" Eh iya Dad maksud Alin " Ucap Alin masih kikuk.
" Oh Ya Lin kamu juga ga usah pikir kan masalah tunggakan rumah kontrakan kamu ya. sudah diselesaikan oleh Mommy " ucap Daddy Ryan.
Alin menghambur ke pelukan Mommy Ara . " Hiks hiks makasih ya Mommy, Alin janji Alin akan bayar dengan rajin belajar dan fokus sekolah hiks hiks Alin jadi serasa punya orang tua lagi " Alin menangis terisak .
" iya sayang , sama-sama ya udah jangan nangis ga malu emangnya " goda Mommy
Alin menggeleng dan tetap menangis.
***
Selamat malam semuanya.
Ayo tunjukan Komentar terbaik kalian 🤗
__ADS_1