
Suasana hening sebentar.
" Ya udah kalau mau kenapa itu sendok ga mampir-mampir ke mulut aku ya " ujar Malik.
Popy bingung lalu ia menyuapkan sendok berisi makanan ke arah Malik.
Malik menerima suapan dari Popy.
Zahra dan Ryan tertawa cekikikan melihat tingkah dua orang di depannya.
" Yank, emang kenapa Ziva ga boleh sama Malik " bisik Ryan ke Zahra.
" Ziva masih kecil by, lagi pula ada cowok yang dia suka dari pada juga si Abang nanti sakit hati dan makin tua nungguin si Ziva mending sama yang seumuran aja kan " kekeh Zahra.
Popy terus menyuapi Malik , dan ternyata dari tadi itu Popy menggunakan sendok punyanya dan bukan sendok Malik.
Malik sadar dan tersenyum " Wah dari tadi suapin aku pakai sendok kamu ya,berati kita ciuman dong " Ujar Malik bar-bar
" Ckk ciuman tuh bukan begitu bang, tapi gini nih Cup " Zahra memanasi Malik.
Malik dan Popy terbelalak melihat Zahra yang ternyata lebih bar-bar dari Ucapan Malik tadi.
Ryan tersenyum melihat istrinya yang tanpa sungkan menciumnya di depan karyawannya .
" Itu cium yank bukan ciuman ,Kalau ciuman tuh gini nih hhmmmmfftt " Ryan mencium Zahra di depan Malik dan Popy.
Zara menepuk-nepuk dada Ryan karena kesulitan bernafas.
" Ckk malu tau By depan Kak Popy sama Abang " Kesal Zahra yang tadinya cuma mau memanasi malah jadi panas beneran
Malik melongo mendengar ocehan Zahra. " Apa kamu bilang Ra? malu? apa kabarnya kamu tadi main cium Ryan aja " Cibir Malik kesal
" hahaha iya ya " Zahra tertawa senang mengerjai Abang angkatnya itu.
Mereka pun selesai makan dan para wanita membereskan bekas makan mereka.
__ADS_1
Ryan kembali ke meja kerjanya dan Malik duduk di hadapan Ryan sambil menunggu Popy dan Zahra membereskan meja dekat sofa untuk duduk bersama itu.
Setelah rapih Zahra menghampiri Ryan di bangku kerjanya dan mendekat. " By aku tidur dulu diruangan kamu ya, aku mau istirahat, rasanya tubuhku cepat lelah sekarang ini. " ujar Zahra pamit ingin tidur di ruangan tersembunyi Ryan.
" Tunggu sebentar lagi aja yank aku masih kangen, aku ngobrol sebentar ya sama abangmu itu." ujar Ryan menahan Zahra.
" hmmm " Jawab Zahra malas.
Malik lebih malas lagi melihat tingkah pasangan ga ada akhlak itu. untung bos nya kalau ga mau dijitak aja rasanya.
" Jangan hmm hmm aja ,lupa apa sama janjinya tadi hmm " ujar Ryan.
" iya iya hubby ku sayang hubby ku tampan " Balas Zahra.
Tiba-tiba tanpa malu Ryan menarik Zahra agar duduk di pangkuan nya.
" Haiss Lo berdua ya, paling-paling emang " Kesal Malik melihat Zahra ada dipangkuan Ryan.
" Udah jangan komen apa-apa lanjut aja Lo mau bilang apa " Ryan tak memperdulikan Malik menggerutu.
" Cieee mau ikutan yaaa " Goda Ryan.
" Ckk apaan sih Lo kan butuh laporan itu " gerutu Malik
Popy mengambil kertas di sofa lalu memberikan ke Malik dan terpaku melihat kelakuan bos dan istrinya itu main pangku-pangkuan.
Ryan menciumi pundak Zahra dan menyingkirkan rambut belakang nya .
" By Malu ah " Zahra berusaha bangun dari pangkuan Ryan
" Biar aja yank biar, biar dia berdua tau rasanya enak "
" astaga by ga disini juga kali " Zahra menolak perlakuan suaminya itu.
Malik dan Popy tak percaya kelakuan mesumerss bos nya itu. untung sama istrinya sendiri.
__ADS_1
" Woi masih ada kita woiiii " Malik berteriak kesal
" Lakukan aja kalau kalian mau, enak kan ya yank " Tanya Ryan serak yang menahan hasrat nya kaeena Zahra bergerak-gerak di pangkuan nya .
" By ke kamar aja " Bisik Zahra sambil menahan des**ahnya
" Okeh kamu yang minta ya yank "
Ryan mengangkat Zahra yang ada di pangkuannya lalu menggendongnya dan membawa ke kamar pribadinya itu.
" Coba Lik coba enaaaakk " Teriak Ryan sebelum menutup pintu kamarnya.
dan terjadilah di kamar itu apa yang harus terjadi.
" Loh disitu ada kamar ? " Tanya Popy kaget.
" Iya , ruangan ku juga ada. kamu mau coba? " Goda Malik ke Popy.
" Astaga ternyata tuan sama mesumerss nya dengan Tuan Ryan " Cibir Popy
Malik menarik lengan Popy yang ingin berbalik tapi Popy malah terjatuh ke pangkuannya.
" Aku hanya tarik pelan loh tapi kamu malah duduk disini. "
Popy malu bukan kepalang. dia langsung bangung dari pangkuan Malik, wajahnya sudah memerah menahan malu. Ingin berbalik keluar tapi pintu dikunci oleh Ryan dan remotnya entah dimana.
Saat Popy bingung harus apa dan Malik menatap Popy dari belakang Terdengar suara laknat yang saling bersahutan dari dalam kamar Ryan .
" Astaga aku mendengar suara itu secara Live " Gunam Malik sambil berjalan ke arah Popy.
Malik mendekat, makin dekat,makin mendekat semakin dekat dan...
***
yuhuuu minta komen dan like nya dulu ya sebelum dilanjut 😘
__ADS_1