
Walau kesal Ryan tetap menggandeng tangan istrinya sambil membawa paperbag .
Zahra mampir ke meja Popy sekertaris Malik Abang angkatnya.
" Hai kak Poppy " Sapa Zahra
Popy kaget melihat kedatangan Zahra.
" Hai Ra eh, nyonya Zahra " Popy kikuk memanggil Zahra
" Ck panggil Ara aja udah kak seperti biasa , profesi kita kan dulu sama " Zahra tersenyum manis
" Tetap saja kamu sekarang menjadi Nyonya boss disini " Bisik Popy ke Zahra
Zahra tersenyum renyah sambil mengeluarkan 2 box dari paperbag yang dibawa suaminya lalu diberikan ke Popy.
" Ini untuk Kak Popy dan Abang ya " ujar Zahra
" Jadi dari tadi aku bawakan ini untuk Malik hfft " Ujar Ryan kesal.
"Eh " Popy kaget
" Sudah kasihkan saja ke Abang ya dan kamu jangan lupa makan bersama Abang hihi " Goda Zahra ke popy,
Zahra tau kalau Popy menyukai Malik, tapi tak berani menyatakan nya.
Bukannya Zahra tak menyetujui Malik dengan Ziva , tapi hanya saja Ziva masih terlalu muda untuk Malik.
Ryan lagi-lagi cemburu
" Perhatian aja terus ke semua lelaki disini ga sekalian yank seluruh karyawan laki-laki disini kamu berikan makan siang " Ryan berjalan kesal ke arah ruangannya meninggalkan Zahra yang sedang asik berbisik dengan Popy sekertaris Malik.
Popy langsung kaget rasanya ingin tertawa melihat tingkah bos nya itu.
Zahra pun langsung terkekeh melihat sikap posesif mantan Boss yang sekarang jadi suaminya itu.
Zahra melihat jam di pergelangan tangannya. lalu meminta tolong ke Popy..
" Kak Popy maaf boleh aku minta tolong ? " Tanya Zahra.
Dengan senang hati Popy berusaha menyanggupi permintaan istri bos nya ini.
" Tolong pesankan aku jus Strawberry pakai es krim ya kak dan Jus Kiwi untuk Mas Ryan. kakak juga pesan untuk kakak sendiri dan Bang Malik . nanti kalau sudah hub aku ya kak aku mau kedalam dlu . Aku harus baikin bayi besar hihi " Zahra terkekeh.
" Siap nyonya Bos terbaikku " Ucap Popy gemas ke Zahra begitu baiknya Zahra sampai ia pun dipesankan juga.
__ADS_1
Zahra menuju ke Ruangan Ryan dengan anggun .
" Hubby ku sayaaanng " Panggil Zahra sambil membuka pintu dan terlihat Ryan sedang duduk dan menatap laptopnya .
" Isa aku masuk ga disambut ,aku pulang lagi nih " Ancam Zahra.
Ryan tak bergeming dari tempat duduknya dan hanya berkata " Hmm "
Zahra tertawa dalam hati suaminya dari pagi kerjaannya merajuk saja dengan dirinya .
Zahra duduk di Sofa biasanya Ryan langsung menghampiri ,tapi Ryan tetap duduk di tempatnya dan matanya tetap menatap ke Laptop tanpa menoleh.
Akhirnya Zahra mendekati Ryan dan duduk dipangkuan suaminya itu.
" Sibuk banget sih by, sampai ga ngedeketin aku ,aku kan kangeenn " Ucap Zahra Manja.
Ryan masih diam saja tapi tidak dengan Kuda kecilnya yang langsung berdiri saat Zahra duduk di atas pahanya.
" Lagi sibuk apa sih By " Zahra berbisik menggoda Ryan
" Sibuk kerja lah , emangnya kamu sibuk perhatian ke cowok-cowok disini " ketus Ryan.
Zahra terkekeh mendengar ocehan suaminya itu " Ceritanya ngambek niiih " Zahra berucap sambil tangannya bermain di kemeja bagian dada.
Sang Suami yang sedang merajuk itu sedikit tergoda dengan jentikan jari istrinya yang nakal itu.
Zahra tak berhenti membujuk suaminya agar tak marah lagi, bokongnya sengaja ia gerak-gerakan sedikit berharap suaminya berhenti merajuk.
Hingga Ryan merasa tak tahan ia pun membalikkan Zahra menjadi berhadapan dengan wajahnya.
" Ngegodain aku aja ya dari tadi ga tau akibatnya apa hmm " Ryan mendekatkan wajahnya ke Zahra dan hendak menghujani Istrinya dengan ciuman tiba-tiba pintu di ketuk.
tok tok
Ryan menghela nafasnya kasar..
" Siapa sih yang ganggu " gerutunya kesal sambil membuka pintu dengan remote.
Ternyata Popy dan Malik datang membawa makanannya dan ingin makan bersama.
" Astaga kalian kenapa kesini ? " tanya Ryan kesal.
Popy merasa tak enak dan Malik tersenyum menahan tawa.
" Katanya mau makan bareng siang ini buat bahas proyek kita di negara P. " Ujar Malik.
__ADS_1
" tapi ini jam istirahat kau gila hah? " tanya Ryan
" Maaf tuan sendiri yang bilang akan makan bersama untuk membahas nya " Popy berani menjawa karena disenggol Malik.
" apa iya ? arrggh " Ryan kesal sendiri.
" Iya Tuan " Ucap Malik dan Popy bersamaan.
" Hmm kalian sepertinya berjodoh hihi " Zahra tiba-tiba tertawa dan merangkul manja lengan suaminya.
" kalau kalian mau membahas pekerjaan baiklah aku akan pergi setelah ini " Ucap Zahra yang tak enak mengganggu.
" Tidak perlu ,kamu disini aja yank. " Sergah Raya tak ingin istrinya pergi.
" Aku suapin ya, kita buat Abang dan Popy menjadi risih tapi kamu jangan larang mereka keluar dari ruangan ini . Popy suka Abang by" Bisik Zahra ditelinga Ryan
Ryan mengangguk tanda mengizinkan.
" Baiklah mari kita makan bersama " ajak Ryan
Tak lama OB masuk dan mengantarkan pesanan minuman dari kantin
Ryan makan sambil disuapi Zahra ,karena Ryan dan Malik sambil memegang MacBook dan Malik sambil menulis .
" Ehem ... Malik bisakah kamu fokus sebentar. " Ucap Ryan.
" Tapi aku juga harus makan bos biar kuat menghadapi kenyataan " Ucap Malik sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Kak Popy aja yang suapin Abang " Ujar Zahra santai tanpa penuh dosa .
" Eh em " Popy bingung harus jawab apa.
" Kenapa Pop? tak mau ? " tanya Ryan
" Eh hmm gmna ya . Popy jadi salah tingkah dan Malik tersedak " Uhuk uhuk "
Zahra terkekeh. lalu menyerahkan Makanan di depan Malik ke depa Popy.
" Udah suapin biar cepet kerjanya. kalian sendiri kan yang datang kesini " Ryan menahan tawanya melihat teman dan partner kerjanya salah tingkah.
" Abang ga mau disuapin sama kak Popy ya? " tanya Zahra menatap Malik
" Hmm itu bukan ga mau Ra, takutnya Popy ga mau " Jawab Malik pelan
" aku mau koq " Popy refleks menjawab dan langsung menutup mulutnya
__ADS_1
***
aciye cieeeee Babang Malik sama Popy atau Ziva yaaaa