Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Atraksi ibu & Anak


__ADS_3

Pundak Ryan ditepuk Mama.


" Duh Mama ga ada angin ga ada hujan main tepuk aja, emang aku nyamuk apa " Ryan meringis sakit


" Ini ga ada seberapa dibanding sakit nya Ara nanti " Ucap Mama


" Mama apa-apaan sih, siapa yang mau sakitin Ara, ga akan Ma ,ga akan ,mama jangan doain gitu ya aku ga akan biarin Mama misahin aku sama Ara. " Ujar Ryan


Mama beedecak kesal " Ckk dasar somplak , keturunan siapa sih heran "


" Ya terus nya itu apa Ma " tanya Ryan lagi


" Alat tes kehamilan " Jawab Mama ketus ke arah Ryan yang langsung melongo dan langsung antusias juga.


Zahra tersenyum meliha tingkah suami nya itu.


" Ayo yank dicoba sekarang aku mau tau hasilnya " Ujar Ryan menggebu-gebu


Zahra hanya tertawa kecil dan ingin ke kamar mandi, tapi ditahan Ryan


" Mau kemana yank, udah disini aja,aku mau tau hasilnya "


" Iya kan dicoba dulu yank "


" Iya disini aja kenapa sih ". Ryan mulai ga sabaran.


Mama yang esmosi jiwa melihat kelakuan anaknya itu langsung memukuli lagi " Dasar anak ga ada akhlak, gimana mau coba disini,kamu mau istri kamu lagi pipis di lihat Mang Diman hah, " Pletak , tiba-tiba dahi nya Ryan dijentul oleh Papa.


" Papa ga nyangka Ma, anak kita sebodoh ini " cibir Papa


" Mama koq jadi Malu ya, bisa-bisanya dia jadi CEO Pa " Mama bergidik ngeri


Orang tua itu akhirnya tertawa berdua melihat tingkah bodoh anaknya.


Zahra menarik tangan suaminya.


" Temenin By di kamar " Ujar Zahra


" Ayok sayang " Ajak Ryan menyambut ajakan sang istri


Sampai dikamar Zahra lalu masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


" Ia menaruh urin nya di mangkuk kecil lalu mencelupkan alat tes kehamilan tersebut.


Setelah menunggu beberapa menit, hasilnya garisnya adalah satu.


Zahra terlihat kecewa dan pintu kamar mereka di ketuk dari Luar.


" Kalau satu tandanya apa " tanya Ryan.


" negatif By " lirih Zahra.


" Ya udah sayang gak apa-apa" Ryan berusaha tersenyum.


Terlihat raut wajah sedih dari Zahra.


Pintu yang tak dikunci membuat Mama bisa langsung masuk.


" Sayang kenapa?" tanya Mama yang sedang membawa alat testpack 4 buah lagi.


" Garis 1 ma " Ujar Zahra


Mama Mengerutkan keningnya tak percaya.


" Masa sih tapi kelakuan kamu mirip orang hamil loh "


" Gak apa-apa sayang nanti kita coba lagi ya, kita coba main dimanapun kamu suka,Kamu mau Made in Bali atau Made in luar negeri buatnya? aku siap membawa istriku kemanapun " Ryan berusaha menenangkan Zahra


Zahra menatap wajah suaminya. " Maafin ya By, mungkin belum dikasih " Ujarnya


" Gak apa-apa sayang kita masih muda nanti kita coba lagi , " ujar Ryan


" Huwaaaaa aku yang masih muda kamu udah tua by huhuhu " Zahra menangis sedih


Sang mertua masih tak percaya ,karena dari tingkah Zahra dan perut yang agak membesar sedikit serta ***** makan yang meningkat itu menandakan seperti hamil.


Ditambah Sika sensitive nya Zahra. membuat mama yakin kalau alat tes itu salah.


" Mana urin kamu Ra " tanya Mama mertuanya.


" Disitu Ma,masih di kamar mandi belum aku buang " ujar Zahra pelan


Mama bergegas ke kamar mandi di kamar amaknya itu .

__ADS_1


Mama membuka semua alat tes kehamilan.


" Ma udah ma cukup aku mohon " Lirih Ryan yang tak tega melihat wajah sedih istrinya.


Mama menarik nafasnya dalam-dalam.


" Kamu percaya sama mama, deh boleh ya Mama yang coba sekali lagi pakai testpack semua ini " Unjuk mama ke arah Zahra yang sedang menangis.


" Dari sikap begini saja sudah menandakan kalau Zahra sedang berada di mode on sensitive di kehamilan nya " Bathin Mama.


Mama menghampiri Zahra lagi


" Sayang mama bukan ga percaya sama kamu atau bukan ingin memaksakan diri, hanya saja baiknya jika ingin mengetes kehamilan jangan hanya memakai satu alat tes, tapi baiknya beberapa alat. " Ucap Mama pelan-pelan berusaha menenangkan


Zahra teringat akan salah satu temannya di kantor saat ia menjadi sekertaris Ryan dulu.


Zahra melihat temannya membawa alat tes kehamilan 3 buah ,karena temannya bilang kalau mengecek urin untuk mengetahui kita hamil apa tidaknya.


Zahra menghela nafasnya perlahan .


" Baiklah Ma, sini aku coba lagi " ujar Zahra


" udah yank udah ga usah gak apa-apa, besok-besok aja kita coba lagi ya " Ujar Ryan yang tak ingin Istrinya bersedih jika hasilnya negatif.


Ternyata larangan nya malah membuat Zahra menangis kembali


" Huwaaaa mas Ry jahat Ma, dia ga mau aku hamil anaknya " tangis Zahra


Nah kan mama tersenyum masih berfikir kalau Zahra memang Hamil.


" Sudah sayang jangan dengarkan Ryan,biar aja kalau dia ga mau kamu hamil,mama akan rawat kamu dan tidak membiarkan Ryan ketemu kamu " hasut Mama


" Ya ampun Mama macam apa yang begini " Cibir Ryan.


Mulut mama mengsong ke kiri dan kanan mendengar ucapan anak satu-satunya itu.


" Baek-baek nanti mengsong beneran tuh mulut " Ujar Ryan


" Dasar anak kurang ajar, ngedoain mamanya yang enggak-enggak " Mama menimpuk Ryan dengan jepitan Rambut Zahra.


Melihat atraksi ibu dan anak itu Zahra melangkah ke kamar mandi sambil membawa 4 alat tes kehamilan lagi.

__ADS_1


***


Yuhuuu jangan lupa dukungannya ya rederrsss kesayangan akyuuhh 😘💃


__ADS_2