
SPESIAL FOR EMAK-EMAK YANG INGIN MENGHILANGKAN LELAHNYA DENGAN MEMBACA NOVEL OTHOR
Fal masih terbayang senyum manis Sasi.
" Dikegelapan aja manis begitu. jadi pengen lihat saat dibawah sinar matahari " Ucapnya terakhir sebelum matanya terpejam.
***
Pagi-pagi sekali sebelum subuh keluarga Bibik sudah bangun dan beraktivitas.
Nala yang merasakan pergerakan Epi pun terbangun.Padahal Epi sudah sangat pelan agar tidak membangunkan Nala.
Nala pun segera menyiapkan pakaian untuk Kak Fal dan menyiapkan segala kebutuhannya .
Fal mengetuk pintu kamar yang ditempati kakaknya itu.
" Kak, Kak bangun kak " Panggilnya dari luar.
" Iya Sasi aa' bangun " teriaknya dari dalam kamar.
" eh sejak kapan nama aku jadi Sasi, sejak kapan juga kak Fal jadi aa' " gunam Nala sambil membuka pintu kamar, khawatir ada yang tidur bareng dengan kakaknya dan kakaknya salah sebut.
Ga mungkin juga sih ,hihi .
Nala melihat sang kakak masih memejamkan matanya,ia menelisik seluruh ruangan tidak ada tanda-tanda orang lain disana.
Fix kak Fal ngigo nih kesemsem sama Sasi.
" Kak udah pagi kak, bangun. " Nala mengguncang tubuh Kak Fal.
Fal belum bangun juga mungkin karena disini udaranya segar tidur tanpa AC pun sudah dingin.
" Lima menit lagi dek " sahut Fal masih memejamkan matanya dengan tenang.
Nala punya ide brilian sekalian mencari tau apa benar sang kakak kesemsem sama Sasi, sampai tidur pun mengigau nya Sasi.
" Kak Fal bangun kak. Dicariin Sasi tuh katanya semalem janji apa tuh udah dateng anak orang pagi-pagi buta " Teriak Nala.
Fal spontan bangun dan bergegas mencari kaosnya karena kebiasaan Fal adalah tidur tanpa memakai baju hanya boxer saja yang ia pakai.
Melihat tingkah kakaknya yang kalang kabut membuat Nala terbahak dan terpingkal-pingkal.
Merasa di kerjai Adeknya ,Fal pun menatap Nala dengan memicingkan matanya.
Nala yang asik cekikikan sudah mulai ambil ancang-ancang mengambil langkah seribu.
Belum juga berlari Nak sudah tertangkap oleh Fal
" Resek ya kakaknya di kerjain " Nala dikelitiki oleh Fal dan berakhir Nala yang dikerjain oleh kakaknya.
__ADS_1
" Abis kakak ngigo nama Sasi terus " Nala tertawa dan berusaha melepaskan tangan kakaknya.
Karena tidak. Isa kabur dan sudah tak tahan Nak menyerah.
" Ampun kak Ampuuun " teriak Nala berlarian keluar kamar dan diikuti oleh Fal.
Fal yang hanya memakai boxer pun melihat sekeliling. Beruntung tidak ada orang yang melihat.Ia pun ngacir kembali ke kamar.
" Huh untung gak ada Sasi melihat aku telanjang kayak Tarzan gini " gunamnya sambil mencari kaos dan segera mengambil handuk yang disiapkan Nala tadi .
Fal pun mandi agar segar beraktivitas hari ini.
Sedang Nala membantu Bibik menyiapkan sarapan.
" Non udah ga usah ikut bantu-bantu, biar bibik aja sama Epi "
" Gak apa-apa Bik, sama aja kayak dirumah kan hehe " Cengir Nala.
" Oh ya Bik kata Kak Fal nanti pas sarapan kumpul semua ya, ada yang mau dia bicarakan " Ujar Nala.
Bibik pun mengangguk dan meminta semua anaknya berkumpul tanpa terkecuali.
Nala melihat kakaknya di kamar yang ditempati Fal.
" Kak udah siap belum? lama bener. Mau ketemu siapa sih " godanya lagi.
" Mau kerja lah biar kaya " Celoteh nya
" Kak, aku nanti mau ke kota supir kakak bisa kan anterin aku? " tanya Nala ia tetap harus meminta izin kepada kakaknya. Ditambah lagi supir kantor yang dibandung sudah kembali ke kantor kemarin jadi tidak ada mobil lagi.
" Ia kakak hanya cek pabrik koq ga jauh, kamu pakai aja mobil nya setelah Pak Kus antar kakak "
" iya kak, itu juga kalau jadi ya. kalau pelanggan Sasi mau diganti kuenya " Ujar Nala mengingatkan kakaknya tentang Sasi lagi.
" Harus mau dek, kamu harus yakinin pelanggan nya Sasi dengan kemampuan kamu sebagai model "
" Dih apa hubungannya bambang ngeyakinin pelanggan Sasi sama kemampuan model aku. Ya kali aku ngomong nya sambil lenggak lenggok " Nala jadi cekikikan sendiri membayangkan.
" Ya apa aja terserah kamu usahain, kasian kan Sasi kalau berangkat sendiri ,tuh jalanan aja ngeri begitu. Apa lagi katanya kalau ke kota ya naik motor dulu. Aduh kakak ga bisa bayangkan deh betapa licinnya dan harus pegangan gitu " jawab Fal serius.
" Sok Care deh ada apa sih kak dengan Sasi ? " Nala mencoba mengorek kakaknya.
" Ga ada apa-apa, seperti biasa aja Mommy kan suka ajarin kita aware ke sesama manusia " ucapnya santai tapi raut wajah gugup. Membuat Nala ingin guling-guling liat ekspresi kakaknya yang ga singkron dengan omongannya.
" Dek " Panggil Fal lagi.
" Iya kak "
" Denger kan tadi kakak bilang apa? "
__ADS_1
" Iya Kak, nanti aku usahakan dengan kemampuan aku sebagai model biar pelanggan Sasi mau dibelikan kue di toko aja " Jawab Nala tak ingin menggoda kakaknya lagi karena hari semakin siang dan kakaknya harus berbicara dengan Bibik dan anggota keluarga nya.
Nala dan Fal menuju meja makan rumah Bibik. Sebelum makan Fal mengutarakan maksud kedatangan kerumah Bibik. Yaitu ingin membangun rumah bibik sebagai bentuk terima kasihabats pengabdian bibik selama ini ke keluarga Nugroho.
Semua menyambut dengan suka cita dan bahagia. Bibik pun terharu begitu pula yang lainnya.
" Dan karena ini perombakan Full jadi mau tidak mau semua harus pindah dulu . Nah disini ada ga rumah yang disewakan gitu Bik? Biar nanti Nala yang bicara ke yang punya rumahnya kalau ada " Ujar Fal sambil memakan sarapannya.
" Maaf aku sambil makan gak apa-apa ya " Ucap Fal ditengah pembicaraan nya.
" Iya den silahkan makan yang banyak biar kuat menghadapi kenyataan " Celetuk Oding anak Bibik yang pertama.
" Iya bener hahaha " Nala menyahuti sambil tertawa.
" Menghadapi kenyataan kalau Sasi ga jadi ikut kerumah kita kak " Bisik Nala dan Terdengar oleh bibik.
" Sasi ga jadi kerja? Koq ga bilang bibik " Bibik bingung tak enak hati jika tidak ada yang menggantikan nya.
" Hehe bukan koq bik, Nala cuma godain Kak Fal aja " Cengir Nala.
" Oh kirain bibik sampe kaget " bibik mengusap dadanya.
" Isengnya jangan dibawa Nala kalau sedang serius, kasian tuh bibik jadi kaget. Kamu lupa bibik sakit apa " Omel Fal.
" Iya kak maaf " Nala melanjutkan makannya lagi.
Oding pun tak enak hati.
" Maaf den tadi saya cuma bercanda juga "
" Eh a' Oding ga gitu kak Fal cuma lagi kesel aja sama Nala dari tadi isengin Fal terus. Takut nya ngaruh ke sakit Bibik juga " Gantian Fal yang tidak enak hati.
" Oh kirain " Oding pun nyengir kembali.
" Jadi nanti kakak pulang udah bisa kan ya dapat info rumah yang disewa La? Soalnya orang kakak ga dapat info rumah kosong disini " Ujar Fal ke Nala .
Hal ini diserahkan ke Nala siapa tau dengan keahliannya bicara Nala bisa mendapatkan rumah sewa untuk bibik dan keluarganya.
" Nanti kita kerumah Sasi coba Non, siapa tau Ambu izinin kita tinggal disana " Ujar Epi.
" Okeh sip Teh. Teh nanti ikut anterin Nala sama Sasi kerumah pelanggan Sasi ya " Pinta Nala ke Epi.
" Okeh " Jawab Epi.
***
Oke misi Nala mendapatkan rumah sewa dan bicara ke pelanggan Sasi dimulai bab berikutnya ya.
Yang kanget Nath dan Anya juga Belle aku Up di bab setelah Nala dan Babang Fal otw ke Jakartahhh..
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya ya kakak sayang 🤗.