
Ryan senyum-senyum meliha tingkah Zahra.
Dan diluar ruangan Malik nasih mendengar apa ssja obrolan Ryan dan Zahra.
Ada rasa senang saat Ryan bertanya Apa Zahra suka Malik dsn Zahra menjawab kalau iya kenapa.
Tapi Malik merasa itu candaan Zahra saja.
"Huft biarlah kali ini Ryan menang dan menemukan bahagianya dengan Zahra mungkinn" bathin Malik.
.
.
Di dalam kamar Ryan,
Setelah mengganti baju Zahra keluar.
Zahra mengenakan baju dan celana panjang dari Malik
Ya , Malik sudah mempersiapkan agar Zahra tak pakai baju pendek seperti biasa ia kenakan kalau dirumahnya.
Ryan melihat Zahra ingin tiduran di sofa,ia memanggilnya.
" Ra tidur sini aja " ucap Ryan sambil menepuk kasur sebelahnya.
" Ga mau tidur sama otak yang belum di sapu ah. takutt " Zahra melipir ke arah Sofa lalu merebahkan badannya disana.
Ryan tertawa senang " hahaha masa kamu' takut ,kamu tadi duluan yang cium aku lho "
" Eh seorang Ryan yang kaku bisa tertawa " cibir Zahra dan terdengar oleh Ryan.q
Ryan membawa infusan lalu ia mendekat ke arah zahra
" Bilang apa tadi hmm, Kalau kamu gamau tidur disana,aku juga akan tidur disini "
Ryan mendekatkan wajahnya ke Zahra dan terasa sekali hembusan nafasnya di wajah Zahra
Zahra gugup lalu ingin beranjak pergi dari tempatnya tapi ditahan oleh tangan Ryan . Degup jantung Zahra berdetak cepat " Ah bikin grogi " bathin Zahra
Degup jantung Ryan pun tak kalah hebat, ia menahan kegugupannya lalu makin mendekatkan diri ke Zahra.
Tiba-tiba pintu terbuka lagi. ceklek.
kali ini Suster yang masuk ingin mengganti infusan Ryan.
Suster merona malu melihat suguhan di depan matanya. dia datang menyatakan maksudnya.
" Ckk. apa tidak bisa besok saja. " ucap Ryan kesal.
" Sudah habis Tuan infusannya jadi harus diganti " ucap perawat tersebut
Zahra lega lalu tersenyum dan berkata " Silakan di ganti Sus, "
" Sus kapan saya boleh pulang " tanya Ryan
__ADS_1
" Tunggu keputusan dokter ya tuan " info suster
" Hmm baiklah " ucap Ryan
Setelah selesai menggantinya suster pun pergi. Zahra lalu membantu Ryan untuk merebahkan tubuhnya.
Saat Zahra sudah selesai membantu, tangab Zahra ditarik oleh Ryan .
" Mau kemanan ?" tanya Ryan
" Tidur disana " jawsb Zahra pendek
" Udsh tidur sini aj Ra, nanti badan mu sakit "
" Ngga mas, aku kadang dirunah suka tertidur depan TV di sofa " ucap Zahra
Ryan menatap tajam Zahra
" aku ga terima penolakan " ucap Ryan
Zahra bergidik ngeri. lalu kesal
" Mas tau ga, aku bukan ga nyaman dekat Mas Ry, tapi ga etis mas. masa sekertaris ssma Bos nya begitu. orang-orang nanti bilang apa. lagi aku mau jaga kesehatan jantubg aku, aku ga mau mati muda. masih banyak mimpi yang belum aku capai " ucao Zahra panjang lebar.
" Deg " Ryan jadi teringat gosip kalau Zahra mau buat butik dan resign.
" Hmm Ra, bisakah kita lebih dari ini , jantungku berdetak cepat jika dekat kamu, kamu juga kan? pacaran saja yuk hehe " ajak Ryan .
" Hmm ceritanya bos dingin mengutarakan isi hatinya nih " goda Zahra.
" Dari 5 tahun lalu nih Ra, tiap ketemu kamu gini. aku takut kesehatan jantung aku lemah " Ucap Ryan menatap Zahra
" Maukah jadi kekasihku? " lanjut Ryan
" Ga mau ah nanti, cepet ditinggal lagi karena sakit jantung hahaha " Zahra malah tertawa.
" Ra aku serius " ucap Ryan lagi
dag dig dug dag dig dug
Detak jantung Zahra juga semakin cepat, apa ini saatnya ia melepas masa jomblonya . Zahra senang sih, tapi apa iya Ryan benar ingin kan ia jadi kekasihnya.
" Jawab Ra " tanya Ryan lagi
Zahra masih terdiam, ia bingung harus jawab apa. Zahra juga sebenarnya senang, karena dari awal bertemu Zahra sudah menyukai Ryan. tapi Zahra berfikir pantaskah seorang sekertaris berhubungan dengan Atasannya
Ryan yang tidak sabar dengan jawaban Zahra lalu menghela nafas.
" Hmmfh sepertinya dugaan ku benar,Kau lebih menyukai Malik dibanding Aku, ya sudah gpp Ra. aku hargai keputusan kamu " ucap Ryan sambil memaksakan senyumnya.
Zahra masih terdiam , ia bingung antara senang tapi takut.
Takut dengan pembicaraan orang-orang jika ia berhubungan spesial dengan Ryan.
Ryan lalu membalikan tubuhnya. ia sudah mengerti kalau Zahra pasti menolaknya. Ya dia harus siap menerima resiko ditolak dsn berjauhan dengan Zahra.
__ADS_1
Ryan sudah memikirkan langkah apa yang harus diambil jika ditolak. Ryan akan ke negara P
Zahra pun melangkah ke sofa menjauhi Ryan.
Perasaannya berkecamuk .
satu sisi senang, satu sisi lagi ia bingung jika keluarganya kena dampak jika ia berhubungan dengan Ryan. sosial media pasti ramai membicarakannya.
Saat dulu awal masuk ke RN Group saja menggemparkan orang sekota B, apa kabarnya sekarang . Haduh Zahrs ga mau bundanya sskit lagi memikirkan Zahra.
Tiba-tiba Zahra ingin meminum minuman dingin. untuk mendinginkan otaknya.
Zahra pamit keluar
" Aku keluar sebentar ya Mas, ada yang mau aku beli "
" Hmm " jawab ryan
" Mas mau nitip apa ? " tanya Zahra gugup.
" Aku nitip kamu biar baik-baik saja disini " ucap Ryan berbalik tersenyum ke arah Zahra.
" Ah iya " jawab Zahra berfikir keras maksud omongan Ryan.
Zahra pun melangkah keluar.
1 Jam Zahra keluar berjalan kaki mencari udara segar di malam hari.
Zahra sudah memantapkan hatinya tentang keputusannya.
Di dalam kamar, Ryan terdengar berbicara dengan seseorang di telepon.
Sayup-sayup Zahra mendengar suaranya Ryan di balik pintu.
" Ya siapkan segera,aku akan pergi pagi-pagi sekali. Aku akan mengambil alih perusahaan Papa di negara P. siapkan serah jabatan juga besok."
Tak lama Ryan menutup Teleponnya. Zahra kaget mendengar Ryan mengambil alih perusaan di Negara P.
Ceklek pintu kamar Ryan terbuka oleh Zahra.
Zahra melihat Ryan yang pura-pura tidur.
" Hmm semoga keputusan ku tepat " gunam Zahra sambil melangkah masuk.
.
.
.
Pagi epribadihh...
Otor update pagi-pagi nih.
jangan lupa like dan komentnya ya reder kesayangan otor 😘
__ADS_1