Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Calon Suami Pengganti


__ADS_3

Mama tersenyum penuh arti saat keluar dari kamar Ryan.


Papa bertanya ada apa ma, mama menceritakan kejadian dikamar Ryan yang ia lihat.


Papa pun tersenyum " udah ma, langsung kita nikahin aja Minggu depan. papa ga sabar pingin punya cucu. "


" Huss papa ga bisa gitu, nanti orang tuanya marah kita main atur aja " ujar Mama menyahuti keinginan Papa.


" Iya pa tolong nikahin aku secepatnya " Seloroh Ryan tiba-tiba sambil menggandeng Zahra.


Zahra merona menahan malu.


" Baiklah sekarang juga kita berangkat ke kota B,siapkan pakaian mu nak. kita langsung lamaran hari ini. Mama sudah telepon bunda mu semalam dan Mama sudah hub EO untuk mendekor rumah Ara pagi ini semua sudah siap dan rapih . yuk " ajak mana


" Hah "..Zahra Dan Ryan melongo di buatnya


" Mama serius ? " tanya Ryan senang.


" Yah, mama ga mau lama-lama lagi ,enak aja kamu udah tidurin anak orang mau nanti-nanti nikahnya " cibir Mama


" Ma, aku blm sejauh itu sama Ara. ya kan yank ? " bela Ryan


" Eh eh iya Ma, " sahut Zahra.


" Trus kalau belum sejauh itu sedekat apa? " tanya Mama


" Baru dari luar aja Ma , ga polos masih pakaian lengkap kita ya kan yank. " sahut Ryan


" Isshhhhhhhhh " kesal Zahra lalu mencubit Ryan yang dengan santainya membicarakan itu didepan orang tua.


" Malu ya ampun malu,ini calon suami gue bar-bar banget sih hiks hiks " bathin Zahra menahan malu.


" anak kita bar-bar seperti kamu ya pa hihi " Mama tertawa meledek Papa untungnya bukan meledek Zahra dan Ryan.


" Yasudah cepat siapkan pakaian mu sekarang Ry ,Ara tolong bantu Ryan ya kita akan menginap di hotel 3 hari untuk mendekatkan diri ke keluarga ayah dan bunda kamu Ra " Ucap Mama


Zahra pun menyiapkan pakaian dan perlengkapan Ryan lainnya.


Setelah selesai Zahra kebawah menemui Mama Zen dan tentu saja di buntuti oleh Ryan.

__ADS_1


Ryan mengetuk pintu kamar Mama ,


tok tok tok


tok tok tok


tok tok tok


" Ckk pintu dikunci lagi ngapain sih Maa?? Aku cuma mau tanya mama udah selesai belum packingnya ?kalau belum biar dibantu Ara " ucap Ryan di depan pintu kamar orang tuanya


Om


Dan tak lama yang keluar adalah sang papa dengan hanya memaki celana training, dan pintu pun dibuka hanya sedikit tidak lebar.


" Kenapa Ry,mama lagi tidur " ucap Papa


" Oh mana coba liat ? " tanya Ryan iseng


" Udah ga usah masuk,kamu mau bilang apa nanti kalau mama sudah bangun papa sampaikan " ucap papa lagi


" Yawda aku bangunin sebentar sini " Ryan ingin mengerjai Papanya.


Zahra yang sepertinya peka akhirnya menarik lengan Ryan.


" Tuh Ara aja ngerti, udah kamu sana anak ga ada akhlak udah di bilang mama tidur juga "


" Cckk dasar tua-tua keladi " cibir Ryan


" Kamu juga nanti ngerasain Ry, awas papa ganggu nanti " ancam Papa sambil menatap sinis.


" Enak aja ,aku ga mau diganggu lah aku punya mansion sendiri, setelah nikah jangan tinggal disini kita Yank.ayok ah yank kita bikin cucu buat orang tua keladi itu " teriak Ryan sengaja ingin mengerjai orang tuanyanya


" PAPAAAA awas ya kalau papa bikin Ryan sama Ara ga betah disini karena PAPA gangguin mama ga mau kasih jatah " teriak mama didalam kamar dan berhasil membuat Ryan tertawa terpingkal-pingkal.


" kamu jahat banget by " Zahra mencubit Ryan


" Enak yank kalo ngerjain papa , biasanya Aku ga akan berkutik kalau pas udah marah tentang kerjaan, tapi Papa yang ga akan berkutik kalau mama udah teriak tentang jatah hahahaha " Ryan masih tertawa geli melihat tingkah kedua orang tuanya


" Kita sampai tua juga gitu ya yank, harus olahraga terus biar awet mudah seperti mama sama papa " goda Ryan ke Zahra

__ADS_1


" Tergantung " jawab Zahra


" Hah, tergantung apa, itu hak suami Loh yank ga boleh ditolak kalau ditolak dosa tau " ujar Ryan sok iye banget ya kan ...


" Tergantung kamu masih kuat apa ngga hahaha " Zahra lalu lari menjauhi Ryan


" Waahh meragukan ku nyonya satu ini ,awas ya aku tangkap akan aku buktikan sekarang juga "


Ryan berlari mengejar Zahra ke taman belakang.


Zahra tertangkap lalu habis lah dikelitiki oleh Ryan sekujur tubuhnya.


" aampun by ampun iya iya kamu kuat iya ampunan hahaha " Zahra tertawa lalu tak lama mama dan papa menghampiri mereka.


" Kalian udah siap? " tanya papa


" Udah dari tadi keless " Sahut Ryan


" anak kurang ajar, ga jadi papa lamarin nih ," ledek sang Papa.


" Ampun Tuan Rendra kasihani saya, saya ingin menikah dan berbuat seperti Tuan Rendra dan Nyonya Zena tadi " ledek Rya lagi


" Benar-benar ga ada akhlak " ucap Papa.


" Aku jmga jadi nikah aja lah Pa sama Ryan kalau dia ga ada akhlak " Zahra sudah mulai berkoalisi dengan Papa Rendra.


Mama Zen yang tadinya kesal dengan ucapan Ryan jadi ingin membalas anaknya " Mama juga bisa koq Ra cariin kamu suami pengganti yang ada akhlak nya, kamu inget kan mama mau kenalin dengan Ferdy " ucap Mama Sok serius


" Yank, kamu koq malah mihak Papa sama Mama sih " Rengek Ryan


" Aku calon suami kamu loh,kita udah pemanasan loh tadi " ujar Ryan ganti meledek


" Huwaaaa mama bener mas Ry ga ada akhlak ,aku mau cari suami pengganti aja ma huwaaaa " Zahra gantian meledek Ryan


" PADA GA ADA AKHLAAAAKKK " teriak Ryan


" udah -udah tinggalin aja ,ayo mama sama papa tetap akan melamar kamu dengan calon suami pengganti " ujar Mama melenggang santai melewati Ryan yang lagi guling-guling


.

__ADS_1


.


Yang mau ikut lamaran yuk kita janjian jam 12 yaa jangan lupa bawa hadiah dan kasih komentar teruwwuww kalian 😘


__ADS_2