
Gibran , Gian , Kevin dan Darren dipanggil Papa Nath keruang kerjanya .
Mereka berjejer seperti sedang menunggu antrian minyak yang sedang melambung tinggi harganya .
Papa Nath, Ayah Fal dan Papi Gerald memandang mereka berempat dengan penuh selidik.
ke empat anak muda itu menunduk ditatap tajam oleh orang tua dan Om - om nya itu.
" Coba jelasin ke Papa ,urusan harga diri yang mana yang kalian bela. " Papa Nath sebagai yang paling tua bertanya .
Ke empat remaja itu saling melirik dan memandang sebelahnya dan sikut-sikutan.
" JAWAB " Papa Nath mulai tidak sabar. Karena jika itu menyangkut harga diri Belle sudah dipastikan ia yang turun tangan menanganinya.
Walau Nathan bukan ayah kandung,tapi sejak Bele bayi sudah berada di gendongannya. Ikatan Bathin pun kuat karena Papa Nath sudah menganggap Belle darah dagingnya sendiri walau tidak ada darahnya mengalir di tubuh Belle. Tapi Papa Nath dengan tulus menyayangi Belle.
" Papa punya feeling gak enak nih " Ujar ayah dari Gian dan Gibran itu.
Mereka semua menghela nafasnya dan akan memulai menceritakan kejadian sebenarnya.
" Jadi gini Pah " Ujar Gian menjalin ceritanya.
FLASHBACK ON
" Bel, Belle " Panggil Willy teman sekelas Belle.
" Hai Wil ,kenapa ? " Tanya Belle yang sedang membawa dua lembar kertas menuju ke ruang musik.
" Boleh minta nomor ponsel kamu gak ? " Tanya Willy dengan Senyum sok Casanova junior.
" Eh nanti ya , aku lupa nomor ponsel aku. " Jawab Belle menghindar tapi tangganya di tarik oleh Willy.
" Sombong banget sih cuma nomor ponsel aja pelit pake banget " ujar Willy kesal.
" Iya iya nanti dikasih . aku mau ketemu guru seni dulu " Ujar Belle melepaskan tangan Willy,iaa tidak ingin Gian melihat tangannya sedang ditarik Willy. Bisa repot urusannya .
" Nah tuh ada adik aku Gian, kamu minta sama Gian aja yah " Belle pun ngacir ke ruang musik dan menyerahkan urusan nomor ponsel ke Gian .
" Bocil, bagi nomor Belle sekarang cepetan " Ujar Willy si pembuat onar.
" Bocal Bocil aja Minta tuh baek-baek bro. " Jawab Gian yang tidak takut walau Willy adalah kakak kelasnya.
" Diem Lo sini cepetan bagi nomor Belle " Willy masih berkata dengan kasar meminta ponsel belle.
" Gak sudi gue bagi nomor kakak gue ke Lo. " Gian tidak gentar sedikit pun.
__ADS_1
" Brengsek Lo,berani Lo sama kakak kelas hah ??? " Sarkas Willy sambil kedua tangannya memegang kerah Gian . Tak lama Gibran dan dua saudaranya Kevin dan Darren pun datang.
" Woy lepasin sodara gue bangsat " teriak Gibran emosi melihat kembarannya sedang posisi ingin di pukul.
" Wohoo beraninya keroyokan " ujar Willy sedikit gemetar.
" Siapa yang keroyokan Cemen " Bisik Kevin.
" Bangsat Lo pada , berani Lo Sama kakak kelas hah " Willy berteriak agar terdengar siswa lainnya. Biar merasa Willy sedang di keroyok oleh pasukan Nugroho .
Gian menahan Kevin,Gibran dan Darren yang ingin menghajar Willy saat itu juga.
" Jangan kepancing, dia sengaja " Ujar Gian masih tenang.
" Ada apa sih emangnya ? " Tanya Gibran .
" Dia maksa minta nomor Kakak Belle " Gian pun menceritakan detail kepada ketiga saudaranya itu.
" Ya kalau Belle gak mau ngasih gak usah di paksa dong bro " Ujar Darren.
" Lo pada sayang sebagai kakak apa sebagai pria hah? Gue tau Belle bukan anak dan cucu kandung di keluarga Nugroho . Segitunya banget Lo pada ngebelain itu cewek. Kandung bukan, sodara bukan .
Atau jangan-jangan mereka kalian gilir ya buat kesenangan kalian. " ( Bagian kalimat ini tidak diceritakan ke Papa,Ayah dan Papi mereka. Bisa gawat urusannya. )
BUGH..
Sesuai dugaan Gian, Willy pun segera menghajarnya hingga terjatuh . Gibran ,Kevin dan Darren ingin membantu tapi dihalangi Gian.
" Gue aja, gue yang babak belur biar dia yang kena pasal salah duluan buat nyerang " Bisik Gian yang dibantu berdiri oleh Gibran sang kembaran.
Gian dan Willy pun saling pukul, dan ketiga saudaranya memberi Gian semangat dengan menyoraki .
Mendengar keributan ,Belle dan guru-guru pun berdatangan .
" YA AMPUN GIAAAAAAN " Belle memekik kencang dan panik membuat Gian terhenti dan Willy berhasil menghantam perut Gian. Beruntung tenaga Willy tidak besar. Jadi Gian pun tidak terlalu sakit.
" Gibran,Kevin ,Darren. Gian berantem kalian diem aja sih bukan dilerai " Gian yang babak belur langsung di bawa Belle keruang UKS .
Beberapa murid pun membawa Willy ke UKS sebelahnya . Ya disekolah internasional tempat mereka menimba ilmu ada dua ruangan UKS untuk memudahkan jika ada lebih dari satu orang yang sedang butuh pertolongan pertama.
" Kenapa harus sampai pukul sih " cecar Belle sambil mengobati luka sang adik.
" Aku gak suka kakak diganggu " Ujar Gian dan diangguki oleh Gibran, Kevin dan juga Darren pastinya .
" Ini juga bertiga bukannya misahin yang berantem malah sorak sorak " kesal Belle
__ADS_1
Keempat saudara itu terdiam, mereka tidak mungkin menceritakan hal sebenarnya .
FLASHBACK OFF
" KURANG AJAR " Ketiga bapak-bapak di dalam ruang kerja Papa Nath pun emosi dan geram hingga mengeluarkan kata kesal yang sama.
" Anak koruptor siapa dia ,biar ayah semakin hancurkan karirnya " kesal Ayah Fal .
" Kayaknya nama bapaknya Pak Frans siapa gitu deh , itu loh Pa yang kasus xxx " ujar Kevin ke sang ayah.
" Berati yang kerja sama dengan perusahaan kita juga tuh perusahaan bapak nya. Udahlah putus kontrak aja. Gak menguntungkan juga " Ujar ayah Fal lagi .
" Besok kita rapat pimpinan perusahaan berati ya " Papi Gerald memastikan dan Ayah Fal mengangguk .
" Harusnya kamu hajar sampai gak bisa bangun itu anak ingusan " kesal Papa Nath.
" Pengennya Pah, tapi kakak Belle keburu Dateng jadi terhenti " ujar Gian yang masih merasakan sakit perutnya .
CEKLEK
Pintu ruang kerja terbuka.
" Serius banget sih, gak ajak-ajak " Belle masuk dengan senyum manisnya sambil membawa nampan cemilan dan diikuti bibik yang bekerja dirumah itu dengan membawa minuman.
" Kamu dari tadi sayang di sana " Tanya Papa Nath khawatir Belle mendengar.
" Baru banget " Belle berbohong, padahal ia mendengar semua pembicaraan karena disuruh sang Mama membawakan cemilan.
Belle juga memberitahu bibik kalau tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Mau pelukan ah sama kalian " Belle memeluk ke empat remaja sebayanya itu. Kelimanya pun berpelukan.
" Kalau si Willy macam-macam lagi bilang Papi ya " ujar Papi Gerald.
" Bilang ke Ayah dulu " Ujar Ayah Fal
" Enak aja ke Papa dulu, kamu anak Papa ya " Papa Nath tak mau kalah.
" Iya Pah, Iya Yah, Iya Pih " Sahut Nala dan kemudian memeluk Papa,Ayah dan Papinya.
***
Gak tau kenapa othor bingung nih , mau buat judul baru, tapi banyak ada 3 judul yang belum othor tamatin ðŸ¤.
Salah aku emang bikin cerita banyak-banyak jadi kepecah 😅.
__ADS_1