Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Terima Kasih Mommy


__ADS_3

Mata Zahra menatap nakal ke arah sang punya kuda perkasa itu.


Perlahan Zahra duduk di pangkuan pasangan halalnya itu.


Zahra mencium leher Ryan sehingga membuat Ryan merinding disko. " Kangen ga By " bisik Zahra sensual.


" banget sayang,,, Yuk " Ucap Ryan penuh hasratnya.


" Ga mau disini tapi by " ujar Zahra bangun dari bangku kenyalnya.


" Mau dimana sayang? " Tanya Ryan


" Tempat yang nyaman by " ucap Zahra sambil mengelus lagi.


" akh sayang ayok " Tanpa Ragu Ryan mengajak Sang istri pergi dari ruangannya.


Zahra berbalik lalu mengambil pompa asi dan makanan yang dibawa.


" udah makanannya biar aja ,nanti aku belikan lagi disana,aku udah pengen yank ... " rengek bayi besar Zahra itu.


" Ckk nanti sayang mubazir " ucap Zahra.


" Nanti juga diambil OB sayang, aku selalu bilang jika ada makanan yang masih utuh belum di colek, boleh dimakan . " Ujar Ryan meyakinkan Zahra.


" Tapi itu kan by ,,, " Belum selesai Zahra berbicara sudah ditutup dengan jari mulutnya


" Percaya padaku " Ucap Ryan.


" Hmm baiklah yuk " Zahra semangat menggandeng tangan suaminya mesra sehingga menjadi pusat perhatian.


Zahra menaiki mobil sedan Ryan dan menuju hotel yang sudah dipesan oleh Ryan.


Tak berapa lama Sampailah mereka ditempat yang dituju.



" Akkhh sukaaaaakkk " Zahra berteriak senang karena hotel yang dipesan mengarah ke lautan itu.

__ADS_1


" Makasih Daddy, Mommy seneng banget ini ih jadi pengen puasin Daddy aja " ucapan Bar-bar Mommy Zahra kembali hadir membuat sang suami semangat 45.


Ditarik lengan Zahra perlahan, lalu ciuman penuh kasih sayang dan hasrat pun dilabuhkan ke bibir sang istri.


hmmmmppp...Lidah Ryan mulai bermain-main di rongga mulut Zahra, Zahra mengalungkan tangannya di leher sang suami tercinta itu.


Pelan-pelan Ryan berjalan menuju sofa tanpa melepas ciuman itu kemudian duduk.


Dipangku nya tubuh Zahra,dibukanya kancing depan dress Zahra dan munculah gundukan su su yang sekarang dikuasai sang anak.


" Mau yaaaankk " ucap Ryan penuh naf su.


" Ga boleh hisap ya Dad, nanti keluar susu , pinggirnya aja okey " bisik Zahra ditelinga suaminya.


Tanpa menjawab,


Ryan memberikan banyak tanda di sekitaran gundukan Zahra itu.


" ssshh Dad... koq banyak dimerah2n gitu " Tanya Zahra ditengah de sa hannya itu.


" Kalau anaknya tau marah deh Dad " Ucap Zahra sambil membuka resleting celana suaminya itu.


" ga akan " bisik Ryan ditengah nafas yang memburu.lalu diangkat sang istri ke ranjang setelah dilucuti pakaiannya.


Ryan kembali menciumi Zahra dari wajah, leher,dada dsn turun ke perut membuat Zahra menggelinjang hebat.


" Sshh dad.. ga tahan euungh " tangan Zahra menuntun kepala Ryan agar lebih kebawah, sepertinya ia yang sudah tak tahan


sedangkan Ryan masih ingin menikmati permainan nya.


Tak lama Wajah Ryan sudah ada di lembah bawah yang sudah berdenyut-denyut tak tahan seperti nya.


Disentuh hutan tandus itu lalu Ryan mulai memasukan Lidah dan memainkan nya, menjilati nya , meliuk-liukan lidahnya sehingga Zahra pun mengeluarkan pelumas nya untuk memperlancar kuda Daddy Masuk.


" akkhh dadddd enaaak " ujar Zahra membuat Ryan tersenyum.


Ryan lalu naik ke atas mengukung tubuh Zahra kembali untuk memanjakan kudanya yang sudah siap berpacu itu.

__ADS_1


Mereka bergulat membuat ruangan itu penuh dengan suara-suara yang diinginkan oleh rederssss


" Akkhh Sayang kamu begitu nikmat "..


" akhh dadd terus dad.. aku belum sampai .."


" eungh.hmmppp " ryan mencium bibir Zahra sambil melepaskan bibit-bibit premium nya kembali di perut Zahra setelah sekian lama.


" terima kasih Mommy, seperti perawan lagi koq Ya " Ryan berbicara sambil mengecup kening istrinya


" Biar Daddy bahagia,biar ga kemana-mana. makanya Mommy rawat biar Daddy selalu merasa Mommy itu masih Seperti perawan, walau Daddy nanti udah Seperti kakek-kakek hihi " Zahra menggoda suaminya yang sedang memejamkan matanya itu merasakan lelahnya


bermain pacuan kuda itu.


Mendengar itu Ryan membuka matanya lalu menatap tajam Zahra. " maksudnya aku udah tua? udah ga kuat gitu ? "


" Bisa di bilang begtu " Zahra makin menjawab membuat Ryan kesal dan malah mencium-cium Zahra sana sini membuat Zahra kegelian dan akhirnya mereka bercanda dan berbincang-bincang membahas ini itu tentang anak-anak mereka dan karena Zahra sudah lelah, Zahra pun terlelap lebih dulu.


Ryan tersenyum mengingat pembicaraan nya tadi dengan Zahra.


" terima kasih sayang, kamu sudah menjadi Mommy terbaik untuk anak-anak kita dan terutama Axel, terima kasih sudah menganggap Axel seperti anak kandungmu dan menyayangi tanpa membedakan dengan si kembar .


Maafkan kesalahan-kesalahan ku yang membuat hatimu kemarin-kemarin sudah terusik dengan kisah-kisah masa lalu ku .cup


Terima kasih Mommy " Ryan mengecup Zahra.


Di dalam tidurnya Zahra tersenyum entah sedang memimpikan apa. Ryan pun tersenyum lalu terlelap.


***


Yok yok yang minta lanjut dan minta up dibantu like koment dan vote nya yuk prok prok prok 🤭


***


Btw rederssss ku tersayang yang mau nyumbang alur cerita mangga ya silahkan ,misal ceritanya mau Axel cepet gede trus gmna2 gituuu siapa tau aku jadi dapat ide kan.. karena jujur kadang kalau lagi buntu tuh ga punya ide . jadi maafkan ya misal kadang ceritanya suka bikin kalian mikir " duh mamih othor apa siihhh 🤣 "


Jadi maafin ya kalau kadang tuh suka ga nyambung gitu ceritanya 😌

__ADS_1


__ADS_2