
Setelah acara GO butik Zahra selesai pengunjung mulai berdatangan.
Zahra melayani langsung calon pembelinya diikuti dengan Ryan.
Jangan tanyakan pesona Ryan, pengusaha yang sukses di bidang apapun , sangat menarik perhatian.
Setelah Melayani customer,Zahra dan Ryan menuju ke ruang atas keluarganya nya berkumpul.
" Cie cie " papa Ren menggoda anaknya
Tapi dengan sombongnya si anak tengik itu mendekati orang tuanya.
" Pa kalau kita tentukan lagi tanggal pernikahan harus lamaran ulang ga? " tanya Ryan yang membuat gelak tawa sekeliling.
" ganteng-ganteng koq tiiittt " ujar Papa Rend mesensor omongannya. membuat Zain dan Ziva terpingkal-pingkal tak terkecuali Zahra ia langsung melepaskan pegang tangannya dari Ryan.
" Pah, koq bukan bang Malik aja sih yang Papa jadiin CEO , Pinteran Abang loh Pah " ujar Zahra sambil tertawa.
" Ya ampun jahatnya calon Nyonya ku satu ini " ujar Ryan sambil menahan malu.
" Nyonya satu,nyonya satu, emang nyonya Duanya siapa hah dia " Zahra jadi kesal seketika.
Raut wajah Ryan berubah lagi jika mendengar nama dia.
" By, ingett ga boleh ngambeek ga boleh inget2 lagi . inget yang tadi aku bisikin kan " Zahra lalu mengedipkan matanya.
" Ya ampun Ra, sejak kapan kau genit begitu. koq bunda ngeri ya sama kamu " ujar Bunda kaget.
" Hahaha demi mengobati sakitnya CEO pinter itu bund ,lagian sama calon suami sendiri mah GPP ya kaaann " Zahra dengan gayanya menjawab bunda.
" Eh.." Zahra menutup mulutnya .
" cie - cieee " gantian Zahra yang digoda.
" issh apaan sih.kan emang bener ya kan By " manja Zahra ke Ryan.
" iya Doong, kita kan masih muda udah punya pasangan lagi " Ryan dengan sombongnya melirik ke arah Malik dan sahabat Zahra lainnya . termasuk Sapta.
" Dih jangan sombong, pas bini Lo ngambek gue ya yang temenin yang peluk saat dia nangis " cibir Sapta disambut gelak tawa semua orang disana
" Kamu pelukan lagi yank sama Sapta ? " Tanya Ryan tajam ke Zahra
" Iya lah kamunya aja pelukan sama dia, ga ada kabar sebulan, tau-tau ke kantor jalan gandengan isshhhhhhhhh " Zahra jadi kesal kan..
Ryan sudah memasang wajah marahnya . " Ckkk jangan marah, siapa suruh ga ada kabar. Mas Ryan takut aku babak belur Bund di hajar sama Tu cewek . " mata Zahra ke arah Bunda.
" Haduh nak Ryan kamu mah ga usah khawatir atuh sama Ara, dia mah cewek jadi-jadian " goda bunda
" Ah bundaaaa " Rengek Zahra lalu ditertawai oleh semuanya.
" Tuh akibat bergaul sama 3 orang disana tuh Ara jadi perkasa " oceh Ayah menunjuk Sapta,Bobby dan Andre .
__ADS_1
" Iya Yah ,Bund Ryan ga tau " ujarnya tersenyum malu
" eh tapi aku masih ga terima ya kamu pelukan sama Sapta yank " tambah Ryan
Zahra panik karena ada Mona disana.Ia tak ingin Mona tau hubungan nya waktu itu dengan Sapta..
" Ckk By, itu ada Mona jangan bikin persahabatan aku hancur ya aku ga mau jadi nikah sama kamu loh " ancam Zahra sambil berbisik.
" iya iya Yank maaf " Ryan pun akhirnya tak bisa berbuat apa-apa dari pada ancemannya Batal Nikah.ngerii bathinnya.
" Udah Boss ga jadi marah? " tanya Malik.
" Nggak " sahutnya kesal.
" Araa .. " Goda Sapta sambil merentangkan tangannya.
Zahra melihat itu malah cekikikan .
Dia tau Sapta hanya menggoda.
Ryan menahan kesal.lalu dibisikkan kembali oleh Zahra dan iya tersenyum.
" Duh apa sih bisik-bisik tetangga " celoteh Mona.
" Bisik-bisik pasangan shaayy " Goda Zahra sambil mengedipkan matanya.
" Ihh gelayy sama Ara hahahaha " Mona tertawa disambut yang lainnya.
.
Satu Minggu keluarga Zahra dirumah nya sambil membicarakan konsep pernikahan yang sempat tertunda.
Dan saat satu keluarga Zahra berkumpul diruang keluarga.
Zahra memulai obrolan nya.
" Bund Yah ,setelah menikah nanti Ara akan tinggal di mansion Mas Ryan. Bunda sama ayah mau tinggal disini apa di kota B ?
" tanya Zahra
" ah bunda mah sama ayah senang di Kota B saja Nak. sejuk dan banyak tetangga disana "
" hmm Ini rumah biar ada yang tempatin ajak saudara ayah sama bunda aja untuk tinggal disini." ujar Zahra
" siapa lagi nak? semua saudara kita sudah kamu beri kehidupan yang layak dan usaha mereka sudah nyaman dengan yang sekarang.
dikontrakkan saja kalau ga. " saran ayah.
" Ziva katanya mau kuliah di kota J? biar dia tinggal disini aja boleh bund? " tanya Zahra mewakili adik bungsunya yang ingin kuliah di sini.
" Aku mau kuliah sambil jualan online bund. disini kan ada gudang buat penyimpanan barang-barang." gimana bund? tanya Ziva penuh harap.
__ADS_1
" Hmm tanya ayah coba " ujar Bunda.
" Asal kamu bisa jaga diri ,ayah akan izinkan"
" asiikk " teriak Ziva senang.
" Teh ada temen Ziva dia orang ga punya tapi sepertinya dia dapat beasiswa kuliah d kampus negeri sini di darah D. ,boleh ga teh ajak Dia tinggal disini . buat temenin aku " mohon Ziva.
" Boleh aja asal yang ayah tadi bilang, jaga diri wajib bantu Bik Sri jangan cuma ngandelin orang yang kerja disini aja. .intinya bantu rawat rumah ".ujar Zahra.
" Jangan protes juga ya aku pasang CCTV disetiap sudut. " tegas Zahra lagi
" Iya teh iya tenang aja kita mah niat belajar biar bisa seperti teteh . ya kan bang " Ziva mencolek Zain abangnya.
Diangguki oleh Zain.
Tak lama Ryan datang kerumah zahra untuk mengajak bertemu dengan Keluarga besarnya.
" assalamualaikum lagi ngomongin apa nih " tanya Ryan ramah.
" Waalaikumsalam" jawab semuanya.
" Eh ada Abang CEO , ini bang ,Ziva mau tinggal disini nanti setelah kuliah " ujar Ziva happy.
" Oh ya? " tanya Ryan
" Huum By,bantuin cari securty atau yang bisa bantuin jaga By buat disini, soalnya cewek-cewek yang akan tinggal disini. Ziva sama temannya" ujar Zahra meminta bantuan Ryan agar ada orang yang menjaga adik kesayangannya.
" Malik boleh tuh nak Ryan suruh sering datang lihat-lihat Ziva biar dia ga macem-macem. Gimana nak Malik " Ujar Ayah
" emang dia merangkap satpam ya hahaha " Ziva tertawa lalu dipelototi oleh Zahra
" Ah iya maaf maaf hehe " Ziva tersenyum dan munculah Malik dari ruang depan
" Eh ada yang ngomongin saya,pantes saya ketiban kecoa tadi " ujar Malik
" Ish apa hubungannya coba " cibir Ziva
" Jangan Malik yah, nanti aku Carikan bodyguard aja yang pengalaman yah buat jaga disini. Kalau Malik nanti takut bablas soalnya dia itu sama Ziva sukk... " belum selesai Ryan bicara sudah dibekap mulutnya oleh Malik
" Berisik Lo " ujar Malik
disambut tawa Ryan dan Zahra yang bingung hanya menggeleng saja..
.
.
Udah 3 bab ya hari ini.. -z
Jangan lupa dukungannya yang cantik dan ganteng nya othorr
__ADS_1