
Nala dan Gerald sudah sampai di pulau Bintan tempat Nala akan shooting untuk menjadi brand ambasador salah satu hotel disana.
" Sayang, Kamar Aku dimana ? " Tanya Gerald yang sudah sampai di kamar Nala.
" Ya disini bareng aku " Ujar Nala santai.
Gerald bingung mendengar pernyataan Nala.
" Orang sini ga tanya-tanya gitu ? "
" Ya nggak, aku kan bilang kamu tunangan aku dan demi keselamatan aku, kita satu kamar " Nala menguncir rambutnya ke atas karena kegerahan setelah perjalanan tadi.
" Wahai tongkat ajaib, aku mohon jangan berfungsi malam ini " Gunam Gerald yang di dengar Nala.
Nala cekikikan melihat kelakuan Gerald yang memandang tongkatnya..
Nala pun bersih-bersih kemudian memakai gaun tidur berbentuk kimono itu. Dengan santainya ia naik ke tempat tidur dan merebahkan dirinya.
" A Ger , bersih-bersih dulu sana. Kalau mau makan tinggal pesan ya A, aku ngantuk banget maaf ya A " Nala merasa tak enak hati tapi kantuknya tak tertahankan.
" Iya Sayang kamu tidur aja " Gerald tersenyum mengusap rambut Nala dan mencium keningnya.
Nala tersenyum manis kemudian memejamkan matanya. Sedang Gerald terus bersih-bersih dan mengabarkan ke grup khusus si kembar dan saat ini ditambah dengan Anya juga Gerald.
Gerald mengabarkan kalau dirinya dan Nala sudah sampai.
Tidak ada balasan tapi minimal dirinya sudah mengabarkan via chat.
Saat ini Gerald sudah selesai mandi dan sedang mengenakan handuk dan akan memakai boxernya.
Setelah selesai Gerald langsung menuju sofa yang ada disana.
" Duh tidur di sofa kecil banget ,ga nyaman. Sama Nala takut si tongkat berubah " Gerald berkata pada dirinya sendiri dan frustasi harus apa.
Nala menggeliat kan badannya dan mencari keberadaan Gerald.
" A Ger, A.. " Panggil Nala.
" Iya aku disini kenapa sayang ? " Tanya Gerald
" Koq gak tidur sih a ? " Nala terbangun kembali.
" Pengen nyemil dulu " Sahut Gerald Asal.
" Ya udah aku pesankan dulu ya " Nala bangun kemudian menekan tombol khusus untuk memesan makanan.
__ADS_1
Setelah memesan makanan Nala menghampiri Gerald yang sedang memainkan ponselnya.
" Lagi apa a ? " Nala duduk di pangkuan Gerald tiba-tiba.
" ini balas pesan di grup chat teman sekolah sayang " Sahut Gerald yang melihat Nala sangat menggemaskan jika tanpa make up sedikitpun.
" Oh " Nala memperhatikan Gerald saling berbalas pesan dengan teman-temannya.
Gerald pun tidak canggung berbalas pesan walau diperhatikan oleh Nala ,karena memang tidak ada yang mencurigakan di isi pesan tersebut.
Pintu diketuk dari luar saat Nala sedang menyandarkan tubuh nya ke dada bidang Gerald.
" A, itu kayaknya petugas yang antar cemilan kamu deh , aku buka dulu " Nala bergegas ingin membuka pintu.
" No sayang, pakaian kamu pendek banget aku gak suka kamu lagi begini di lihat orang " Gerald kemudian bangun dan membuka pintu lalu menerima makanan yang dibawa oleh petugas hotel tersebut dan menaruhnya di meja dekat sofa .
" Ciee posesif " goda Nala.
Saat Gerald meletakan makanan notifikasi pesan di grup berbunyi kembali.
" Bunyi terus nih A' Sambil bales aja makan nya , nanti kamu ketingalan info loh " kekeh Nala.
" Kamu aja yang buka ,trus bacain " Gerald kembali duduk dan memangku Nala kembali.
Nala membaca pesan tersebut dan diminta sekalian membalas oleh Gerald.
Hingga ada satu pesan yang sangat mengelitik hati Nala.
@Devi " Hai Mantan 😍 @Gerald ,udah lama banget ga lihat kamu. Kapan-kapan ketemuan yuk "
@Jono " @Devi @Gerald Cieee CLBK nih kayaknya "
@Boy " Jangan mau Ger, nanti Lo dimanfaatin lagi "
" Nih A baca sendiri aku ngantuk " Nala langsung berubah mood nya dan ngantuk juga sih jadi sekalian aja lah pikir Nala.
" Loh katanya suka Otak-otak sotong, koq udahan.. Belum habis loh ini sayang " Gerald yang tidak tahu menahu Nala berubah Mood nya karena isi pesan di grup sekola nya pun masih bersikap biasa.
" Kenyang " Ujar Nala singkat kemudian menghadap berlawanan dengan Gerald.
Hmm kayaknya ada yang gak beres.
Gerald mengambil ponselnya yang ada di meja lalu membuka pesan disana.
Ia lalu menghela nafas kala melihat chat yang dikirimkan oleh Devi mantan kekasihnya saat sekolah dulu.
__ADS_1
Ya dulu Gerald sangat tergila-gila dengan Devi hingga mau saja saat diperintah-perintah oleh Devi.
Tapi nyatanya saat itu Devi hanya memanfaatkan dirinya karena Gerald adalah murid yang pintar yang bisa diminta tolong untuk mengerjakan semua tugas sekolah Devi.
Bahkan parahnya Devi malah berselingkuh di belakang Gerald. sejak kejadian itu Gerald memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Devi lagi dan melupakannya.
Merasa hubungan yang baru ia mulai terancam gonjang ganjing, Gerald pun berinisiatif naik ke kasur Toh mereka memang tidur sekamar malam ini.
Gerald memeluk Nala dari belakang karena Nala memunggunginya.
" Pacar aku cemburu ya " Gerald menaruh wajahnya di ceruk leher Nala.
" Sana ih ,aku ga mau deket-deket " Ujar Nala tapi tubuhnya tak menolak perlakuan Gerald.
" Aku kan gak bales apa-apa sayang, gak menimpali chat dia, dari tadi kamu yang balesin hmm " Gerald berusaha menjelaskan ke sang kekasih yang sedang mode ngambek itu.
" iya tapi ada mantan kamu disitu, pantesan tadi aku tidur asik aja pegang handphone " Gerutu Nala yang jadi berfikir tidak-tidak.
" Aku nggak tau sayang ada dia grup itu, coba kamu lihat namanya . Sebelum aku masuk grup aku coba scroll satu-satu nama peserrta grup dan ngga ada dia. aku juga gak tau kalau dia pakai nama lain di akun chat nya " Gerald dengan sabar menjelaskan detail agar Nala tidak salah paham.
Nala masih diam tidak menjawab.
" Aku sudah left group ,dan blokir nomornya aku gak mau berhubungan lagi yang menyangkut dengan wanita itu " jelas Gerald lagi.
Nala berbalik menghadap Gerald. Sampai segitunya Gerald tidak ingin berhubungan lagi. Bahkan sampai keluar dari group.
" Nanti kamu gak punya teman a kalau left dari group .Nanti kamu ga tau info-info reuni sekolah " Nala merasa tidak enak hati.
" Gak masalah aku gak punya teman. Yang penting aku punya kamu. Ketinggalan info di reuni sekolah juga gak apa-apa aku sih, dari pada bikin hubungan kita jadi berantem gini " Gerald memeluk Nala. Terasa sekali ketulusan dari ucapan Gerald .
" Maaf ya A, aku egois, main asal ngambek. Tapi aku emang gak suka " Nala mengerucutkan bibirnya.
" Iya sayang, apa yang gak kamu suka aku tinggalin.Kan aku sayang kamu "
blusshh Nala seperti sedang mendapatkan oase ditengah gurun pasir.
" Tapi ada satu syarat " Ujar Gerald lagi.
" Ada syarat? apa " Tanya Nala yang bingung segala ada syarat.
***
Kira-kira apa ya syaratnya.
main tebak-tebakamn agi yuk 🤭.
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya ❤️