
" Hah Video? Video apa ? " tanya Zee penasaran.
Mama deg deg ser mendengar kata Video. Tapi mama melihat Zahra hanya kaget tidak panik. Sepertinya tidak seperti yang mama kira.
" Video Zahra waktu manggung. " ucap Laras sambil tertawa karena melihat kepanikan mama dan Zee
" Oh My God kakak cantik kamu terbaik, udah cantik, punya butik, punya bakat ,bisa taklukkan sepupu aku si kulkas kutub oh aku padamu kak " Zee memeluk Zahra
Laras kaget mendengar semua hal positif tentang Zahra, ada rasa tak suka sedikit dengan cerita itu.
" Oh ya by the way kak Laras kenal Kak Ryan di mana ? tanya Zee
" Oh itu hmm aku dulu dijodohkan dengan Ryan oleh Tante Zen . Ya kan Tante ? " ucap Laras santai dan melirik ke arah Zahra.
Sekarang giliran mama yang kelabakan mendengar ucapan Laras. ya walaupun itu kenyataan tetap saja mama merasa tak enak dengan Zahra.
" oh waktu zaman Kak Ryan susah Deket dengan cewek ya tant ? " Zee mencoba menenangkan Tante nya dan sepupu iparnya itu.
" kamu gak apa-apa Zah mendengar nya? " Tanya Laras penasaran karena melihat ekspresi Zahra yang biasa saja.
__ADS_1
Zahra tersenyum tanpa beban, " Gak apa-apa Ras, kan waktu itu mama ingin mencari yang terbaik untuk Mas Ryan ya kan ma? " Zahra menolehkan wajahnya ke arah mama
Mama tenang mendengar jawaban Zahra " Iya dong sayang dan Alhamdulillah mama mendapatkan yang terbaik dan sangat terbaik yaitu kamu . " Mama berucap sambil memegang wajah Zahra.
" oh ya waktu itu kan Tante jodohin Kak Ryan ke Kakak ini, trus kak Ryan ga mau atau bagaimana tant? " Tanya Zee sambil mencebik ke arah Laras
" Seperti biasa Zee, kakak mu menolak setiap perempuan yang Tante perkenalkan." Ucap Mama mengangkat bahunya.
" Oh hahaha ternyata memang Kak Ryan sudah punya jodoh termanisnya ya Tante " Zee tertawa puas dan melirik mengejek ke Laras
" Baiklah Tante kalau begitu aku permisi dulu ya, " Laras pamit ke mama.
" Ah iya salam ya untuk mama kamu." Ucap Mama sambil tersenyum.
" Salamnya apa Ras, biar aku sampaikan ke Mas Ry " Ucap Zahra tersenyum
Laras kikuk lalu menggelengkan kepala nya.
" ah em. kalau itu tidak jadi deh aku juga bingung mau salam apa " Ucap Zahra terbata bata
__ADS_1
" Makanya jangan asal ucap salam " Cibir Zee kesal karena ia mencium bau-bau pelakor.
Zahra tersenyum puas karena ia tak ingin ada yang menggangu hubungan pernikahan nya yang baru seumur baby corn.
" Ah ya baiklah , hati-hati ya Laras " Sahut Zahra lagi
Setelah Laras pergi keluar dari cafe ,Zee dan Zahra tertawa merasa puas. Mama pun tersenyum tenang.
Setelah dari Caffe mereka berjalan ke sebuah toko baju khusus wanita.
Mereka berbelanja sepuas hati khususnya mama dengan kartu unlimited dari Sang suami ,mama membelanjakan menantunya dan keponakannya tersayang itu.
Zahra lebih banyak membeli dress entah kenapa dia sangat suka sekali dan dia juga membeli pakaian dinas malam yang sudah tak tersisa lagi di lemarinya.
Mama membeli tas dan Zee semua yang dilihat dibelinya hingga mata Zee menatap seorang pria dengan lengan kemeja digulung terasa tampan dan gagah
" Itu Zain bukan ya " Gunam Zee yang terdengar oleh Zahra dan Mama.
Zahra dan Mama saling melihat dan mengangguk seperti berbicara tanpa terdengar orang lain
__ADS_1
***
jangan lupa dukungannya ya rederrsss