Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
35. Aku Mau Tanya


__ADS_3

" Syarat?? " Tanya Nala lalu mengendurkan pelukannya dengan Gerald.


Geral menganggukkan kepalanya.


" Apa sayarat nya ? " Nala menatap Gerald lekat-lekat.


" Hubungan kita apa? " Tanya Gerald .


" Pacaran kan " Jawab Nala


" Kamu panggil aku apa? "


" A gerald "


" Itu yang aku ga mau " Jelas Gerald.


" Maunya dipanggil apa pacarku hmm " Nala tersenyum mendengar Gerald berbicara dengan wajah begitu.


" Pacar aku maunya dipanggil apa? " Nala menggoda Gerald yang saat ini gantian merajuk.


" Apa aja yang penting ga mau dipanggil A Gerald. itu udah biasa. Bahkan Sasi manggil aku juga gitu. Aku ngerasa gak spesial kalau panggilan kamu aja sama dengan Sasi.


Sasi aku anggap adik aku, masa kamu juga panggilannya sama seperti adik ke kakak " Muka Gerald terlihat kesal sedang Nala malah tertawa.


" Ceritanya gantian ngambek nih " Nala memicingkan matanya sambil senyum-senyum. Gerald memalingkan wajah dan tubuhnya membelakangi Nala.


Gantian Nala yang memeluk Gerald dari belakang.


" Jangan marah dong yank, nanti gak ganteng lagi loh "


Nala cekikikan melihat sisi Gerald yang lain.


" Tadi panggil apa? " Gerald tersenyum di balik punggungnya.


" Hmm apa ya " goda Nala nakal.


" Hmm mulai nakal nih ngegodain aku " Gerald sumringah kembali ketika panggilannya sudah berbeda dari Nala.


" Kalau ada apa-apa atau mau apa itu bilang A eh yank jadi aku tau " Lidah Nala masih keseleo memanggil sang kekasih.


" Kayak sendirinya gak aja tau-tau ngambek,serahin handphone ,tidur meunggungin aku " Gerald berbalik menggoda Nala dan membalikan tubuhnya menjadi berhadapan kembali.


" Hehe " Cengir Nala.


" Jangan ketawa gitu ah, gemesin tau gak jadi pengen cium kan " Gerald langsung mencium bibir Nala dan menyesapnya.


Nala tidak bisa dipancing sedikit dan ia pun langsung terbuai.Nala menikmati sentuhan dari Gerald yang penuh dengan perasaan itu.


" Sayang, berduaan gini aku takut bablas " Nafas Gerald memburu . Dia dan Nala sama-sama tidak bisa dipancing sedikit langsung On.


" Ya udah tidur aja sambil pelukan " Nala mencoba meredam keinginan lebihnya.


" Tapi maunya dicium kamu " Mata Gerald menjadi sayu.


Nala inisiatif memagut bibir Gerald duluan


. Gerald langsung menyambut tanpa basa basi.


" Hmmmmppp "


" Hmmmmppp "


Nala melepaskan pagutaannya karena kehabisan oksigen. Gerald menciumi pipi Nala,ke telinga dan turun ke leher membuat Nala kegelian tapi ingin terus.


Dari leher langsung ke bawah dan sampailah di bagian yang menyembul. Ternyata Nala tidak menggunakan apapun di dalamnya .


Gerald masih mencicipi tanpa membuka baju Nala.


Disesap bukit berpucuk dengan masih menggunakan baju yang menempel di tubuh Nala.


Bagian baju tepat di ujung pucuk sudah basah dengan Saliva Gerald. Nala menggeliat tidak karuan sambil mengeluarkan suara merdunya.


Gerald ingin membuka baju atas Nala. " Boleh Yank ? "

__ADS_1


Nala mengangguk memberi izin .


Gerald pun menaikan baju Nala dan melepaskannya. Terpampang lah bukit impian para laki-laki.


" Besar " Bisik Gerald dan membuat Nala memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Gerald.


Gerald menyesap bibir Nak kembali sambil tangannya berputar di sekita areola Nala.


Bibirnya kembali turun dan menciumi sekitar bukit tapi tidak pucuknya.


Nala tidak sabar dan mengarahkan pucuknya ke bibir Gerald dengan menggoyangkan badannya.


" Akh sayang.. nanti Hmmmm " Nala membungkam bibir Gerald dengan pepaya gantungnya.


Gerald pun langsung menghisap tanpa pertanyaan apa-apa lagi sambil tangannya mengusap-ngusap punggung Nala yang mulus itu.


Tangan Nala mulai kreatif dibawah sana menurunkan Boxer Gerald walau agak susah. Tapi beruntung Gerald memakai yang longgar sehingga mudah .


Merasa Nala sedang menurunkan Boxernya , Gerald mengangkat pinggulnya agar Nala mudah melepaskannya. Sampai di dengkul boxer diturunkan dengan kaki Gerald.


Baju yang dipakai Gerald pun sudah dilepaskan oleh nya.


" Yank ,yang sebelah belum loh nanti besar sebelah gimana ? " Goda Nala dengan wajah senyum-senyum malu tapi mau.


" Nakalnya cuma boleh sama aku ya yank " ucap Gerald dengan nafas memburunya.


Nala menganggukkan kepalanya dan menyodorkan pepaya satunya lagi ke Gerald.


Segera Gerald melahap seperti bayi yang kehausan.


Tangan Gerald mulai aktif diatas segitiga, Membuat gerakan naik turun perlahan membuat area didalam segitiga sana semakin lembab dan basah.


Nala merenggangkan kakinya dan meminta jari Gerald bukan hanya naik turun tapi menekan-nekan karena pinggul Nala menekan-nekan ke atas.


Jari Gerald pun masuk ke dalam segitiga Nala berwarna hitam itu dan bermain-main di dalam sana dengan bibir Gerald masih setia dipepaya Nala membuat Nala terbang ke langit ke tujuh .


Tangan Nala menekan kepala Gerald agar lebih dalam menyesapnya dan keluarlah pelumas dari tubuh Nala membuat Nala bergetar. " Akkh yank " Nala menjerit dan memegang rambut Gerald.


" Suka ? " Tanya Gerald .


" Cuma boleh sama aku " Gerald menekankan sekali lagi.


" Ia sayang " Nala mengecup bibir Gerald dan melummatnya perlahan.


" Kamu mau juga gak " Bisik Nala sambil memegang tongkat Gerald yang sudah on fire itu dan masih dilindungi dengan segitiganya.


Tanpa bicara Gerald naik ke tubuh Nala dan mengukungnya.


Nala bergerak di bawah Gerald dengan menekan nekan ke arah inti Gerald dan itu sangat terasa sekali oleh keduanya .


" Issh sayang jangan begitu " Gerald memejamkan matanya Tapi Nala tidak mendengarkan Gerald malah terus semakin bergerak.


Akhirnya Gerald pun ikut bergerak menekan inti Nala dan karena foreplayy yang cukup membuat Gerald dengan mudah memuntahkan lahar nya dan ambruk diatas Nala.


Nala tersenyum karena Gerald juga sudah merasakan hal yang sama dengannya tadi.


Gerald turun dari atas Nala dan kini saling berpelukan dengan bagian bawah yang masih lengket itu.


" Sayang " Panggil Gerald ditengah pelukannya .


" Iya pacar " Jawab Nala sambil tersenyum.


" Kalau aku gak punya apa-apa kamu mau gak nikah sama aku ? " Tanya Gerald serius karena ia sudah melakukan melampaui batas walau masih dilapisi kain berbentuk segitiga itu.


" Mau, " Jawab Nala cepat.


" Aku ngga bisa punya rumah mewah seperti rumah kamu " ujar Gerald .


" Ya kita tinggal dirumah aku " Jawab Nala santai.


" Kebutuhan kamu aku belum.bisa penuhi..Mungkin harga make up dan skin care kamu setara dengan gaji aku " jujur Gerald.


" Kamu tinggal kelola perusahaan jatah aku dari Daddy aja yank, itu Sama besarnya dengan perusahaan kak Fal dan Kak Nath " Nala masih menjawab santai.

__ADS_1


" Tapi aku, " Gerald bingung ada saja jawaban Nala.


" Udah yank tenang aja, aku cuma butuh orang yang sayang aku, serius sama aku, dan yang pintar bkar bisa jalankan perusahaan dari Daddy. Karena aku ga ngerti di bidang itu " Nala mengerucutkan Bibirnya.a


" Kamu ngertinya apa ? " Gerald serius dengan pertanyaanya dan malah dijawab sekenanya oleh Nala.


" Aku bisanya bikin anak " Nala tertawa lepas.


" Ya ampun bar-bar nya pacar aku . Kamu gak takut aku ambil gitu perusahaan kamu setelah kita nikah , seperti di sinetron ikan terbang ? " Tanya Gerald memancing ingin tau jawaban Nala.


" Ya kalau itu terjadi, terjadilah , aku tinggal cari aja suami baru yang serius, lebih baik, bertanggung jawab,yang ganteng dan yang pastinya bisa bikin aku menjerit seperti tadi " Nala balik memancing Gerald.


Dan tentu saja itu berhasil membuat Gerald kalang kabut. " Gak, gak boleh enak aja ,kamu itu cuma punya aku dan boleh menjerit karena perlakuan aku bukan orang lain "


Nala tertawa , mendengar ucapan Gerald.


" Makanya jangan mancing " Nala masih terbahak.


" Kalau Daddy sama Mommy kamu gak setuju gimana ? " Gerald khawatir akan hal itu.


Tanpa menjawab Nala langsung mengetikan sesuatu di ponselnya.


" Mom, Dad ,aku mau nikah sama Gerald ya "


Tanpa menunggu lama yang balas malah Oma nya . Karena Nala memang mengirim pesan di grup keluarga Nugroho.


" Akhirnya... 😍


Ya udah nikah lah bareng Fal disini ,Oma ga bisa berpergian jauh , Oma tunggu ya Sayang. kabarin kapan kalian siap nanti WO sini aja yang urus ,kalian tinggal datang bawa diri masing-masing "


Nala memperlihatkan balasan Chat dari Oma nya ke sang kekasih.


" Masih belum puas ? kita hubungi Mommy ya " Ujar Nala karena melihat keraguan lagi di wajah Gerald.


Nala pun menghubungi ponsel Mommy Ara. Nala menekan angka-angka di ponselnya.


Tut..Tut.. Tut..


Setelah berapa lama, panggilan pun tersambung akhirnya.


" Ya sayang " Suara Mommy seperti sedang menahan sesuatu.


" Mom aku mau nikah sama Gerald " Ujar Nala


" Ah Syukurlah, kapan sayang ? " tanya Mommy sambil mengeluarkan kata - Akh Dad sabar dulu -


Nala cekikikan mendengar suara mommy ,ia tau mommy Ara pasti sedang di garap Daddy Ryan.


" Sayang, nanti Daddy hubungi kembali ya ,Kami senang kamu mau menikah akhirnya. dan juga setuju kamu menikah dengan siapapun Saat ini kamu tau kan Daddy dan Mommy sedang apa? jadi nanti kita bahas ya kamu tidur dulu sana, kamu baru sampai kan di pulau Bintan ? "


" Iya Dad ,ya udah ya Dad lanjutkan , Semangat "


Nala malah memberi semangat ke sang Daddy yang lagi mengasah tongkatnya .


Daddy Ryan sepertinya tidak mematikan ponselnya , dan suara lenguhan mommy dan Daddy pun terdengar di ponsel Nala membuat Nala cekikikan .


" Nala matikan ponsel mu " Terdengar kembali teriakan Daddy Ryan.


Nala langsung mematikan ponselnya dan tertawa.


" Pantes anaknya bar-bar ,Daddy sama Mommy kamu lebih bar-bar ya yank " Gerald ikut tertawa.


" See, mereka ga masalah kan sayang .jadi kamu ga usah khawatir " Gerald pun menganggukkan kepalanya dan Nala memeluknya.


" Kita harus tidur , besok kita banyak kerjaan sayang , tidur yuk " Ujar Nala yang merekatkan tubuhnya kembali Ke Gerald.


" Iya, Yank, aku mau tanya , misal setelah nikah kamu gak jadi model lagi gimana ? " Tanya Gerald.


Nala tidak menjawabnya , dan Gerald masih menunggu jawaban dari Nala.


***


Hmm ada yang bisa tebak Nala jawab apa?

__ADS_1


Othor udah kayak pembawa acara kuis belum?


Jangan lupa ritualnya yang bestie 😘


__ADS_2