
Masih cerita Nenek Biyan ya sayang..😘
***
Karena hari sudah sore semua pun pulang kecuali Alin.
Sebelum pulang Axel berpesan kalau semua kebutuhan Alin dan nenek sudah disiapkan dan dibeli oleh Axel.
Suster khusus pun ditempatkan di ruangan Nenek Biyah.
" Jangan sedih lagi ya Lin, besok aku dan anak-anak kesini lagi. " Axel tersenyum ramah.
Mommy memberi jempol atas perhatian Axel ke Alin.
Daddy Ryan pun terharu melihat kepedulian Axel ke sesama.
" Mama mu pasti sudah mendidikmu dengan baik dan ia pasti bahagia melihat mu disana " Bathin Mommy Ara.
***
Keesokan paginya di sekolah heboh dengan postingan Bu Benita mengenai Alin dan keluarga Axel.
Akhirnya terkuak juga siapa orang tua Axel yaitu Ryan Nugroho pengusaha yang sukses di semua bidang.
Dan karena hal itu Ruang gerak Axel semakin tidak bebas karena kesana kesini ada saja yang berusaha menarik perhatiannya.
3 kawan somplak nya pun jadi bodyguard dadakan karena beberapa orang tua ada yang menghampiri Axel ditengah pelajaran nya membuat Axel jengah dan Pasrah.
Salah banget memang kemarin Bu Benita satu mobil dengan Axel dan mendengar seluruh pembicaraan Axel dengan Daddy nya. hingga membuat satu sekolah heboh seharian tadi.
***
Siang hari setelah pulang sekolah 4 sekawan itu menjenguk nenek Alin kerumah sakit.
Axel membawakan buku pelajaran nya yang kemarin dan hari ini agar Alin tak ketinggalan pelajaran.
Tak lupa ia juga membawa makanan siap saji ,ia baru mengetahui Alin sangat menyukai burger . makanya ia membelikan burger untuk Alin .
Karena semangat yang luar biasa dan mungkin juga obat mahal yang bukan generik membuat Nenek Biyah membaik dan segar kembali Seperti sedia kala.
Dokter menghampiri Axel, " Tuan Axel jika kondisi terus membaik nenek Biyah besok boleh pulang. " Ucap dokter muda tersebut.
" Benarkah? " Tanya Axel dan Alin juga 3 sekawan itu.
__ADS_1
" Iya tuan muda benar, " dokter meyakinkan Axel dan Alin.
" Baiklah aku akan beritahu Daddy dan Mommy " ucap Axel senang
" maaf Tuan Muda kami sudah memberi tahu Tuan Ryan karena barusan saja Tuan Ryan menanyakan kabar Nenek Biya h " Dokter itu menerangkan sambil tersenyum
Alin dan Nenek Biyah terharu mendengar nya.
" Ayo nek semangat kita pulang kerumah Daddy besok " ucap Axel ke Nenek Biyah.
" terima kasih ya nak Axel, Nenek tau kalian semua orang baik. Jadi jika nanti nenek tidak ada umur Nenek titip tolong jada Alin ya " ucap Nenek sambil tersenyum.
" siap Nek, nenek percayakan Alin sama Axel ,Axel akan jaga selamanya " Axel berucap sambil menampilkan senyum terbaiknya.
Duh Axel kecil-kecil udah janji ya gaess.
***
Hari ini adalah hari Sabtu tepat hari ini Nenek Alin alias Nenek Biyah pulang ke mansion.
Oma Zen dan Opa Ren sudah menyiapkan kamar untuk Alin dan neneknya dibawah demi kenyamanan nenek Alin agar tidak naik turun tangga.
Oma Zen senang karena akan mendapatkan teman seumuran untuk memandang dan memetik bunga yang berada di taman belakang.
Mommy Ara dan Daddy Ryan datang menjemput nenek Biyah di rumah sakit. Si kembar ditinggal kan bersama Axel dan Oma Opa nya juga tiga sekawan yang saat ini berada di mansion dan akan menginap karena ingin Mabar dengan Daddy Ryan.
Sampai dirumah sakit,
Alin sudah membereskan barang-barangnya dan Nenek Biyah.
Nenek Biyah pun sudah duduk di kursi roda. Sebenarnya nenek Biyah bisa jalan hanya saja khawatir masih lemas jadi disarankan duduk di kursi roda.
Saat Daddy Ryan dan Mommy Ara tiba di kamar VIP tempat nenek Biyah Semua sudah siap. Untuk administrasi sudah diurus oleh sekretaris Ryan kemarin jadi mereka tinggal pulang saja tanpa mengurus yang lainnya.
" Nak Ryan ,Nak Ara ini benar nenek sama Alin pulang kerumah kalian ? " Ucap nenek Biyah memastikan.
" Iya nek, dan hari ini rumah kami ramai nek ada teman-teman Axel, dan juga orang tua nya Zahra " Ucap Daddy Ryan dan diangguki oleh Mommy Ara.
" Jangan sungkan ya Nek ," Ucap Mommy Ara lagi.
Mata Alin terlihat kesana kesini seperti mencari seseorang.
Mommy Ara melihat nya dan tersenyum. " Cari siapa Lin? " tanya Mommy Ara
__ADS_1
" Eh hehe ga cari siapa-siapa Mom " Ucap Alin
" Cari Axel yaaa " goda Mommy Ara.
Alin tersenyum dan mengangguk.
" Axel nya lagi jaga adik-adik dan ada om juga tantenya pada Dateng sayang dari Bandung " Jelas Mommy Ara.
Alin mengangguk tanda mengerti .
Mereka pun naik mobil menuju Mansion.
Seumur-umur nenek Biyah baru naik mobil mewah begini dan diperlakukan sangat spesial oleh orang lain.
" Nenek jadi seperti punya anak orang kaya " tiba-tiba nenek Biyah berbicara membuat semua orag di dalam mobil menengok ke arahnya.
kecuali Daddy Ryan ya, karena Daddy sedang menyetir.
" Anggap saja begitu nek, kan kami sudah menganggap nenek itu orang tua kami " ucap Zahra sambil tersenyum lucu kearah nenek Biyah yang memandang kesana kesini.
" Semoga kebahagiaan yang kami berikan bisa membuat umur nenek lebih lama " Bathin Ryan.
Daddy Ryan diberitahukan oleh dokter yang menangani nenek Biyah ,jika tidak di operasi kemungkinan bertahan hidup tidak lama.
Tapi mengingat kondisi usia yang senja membuat team medis pun urung untuk mengoperasi nenek. ditambah lagi Nenek Biyah pun ada penyakit Gula jadi agak beresiko untuk dilakukan tindakan .
Tak lama sampailah di mansion mewah milik Orang Tua Ryan.
" Masya Allah Nak... ini rumah? " Ucap Nenek Biyah
" Iya Nek, mari masuk " Ajak Daddy Ryan dan Mommy Ara.
Alin tak kalah takjub, Bahkan memikirkan nya saja Alin tak sampai, ini ada di depan mata Alin seperti mimpi masuk kerumah orang kaya ini . pikir Alin.
Saat Nenek Biyah dituntun masuk oleh Alin dan Mommy Ara, mata nenek kesana kesini. " Ini nenek bisa nyasar ga ya kalau lagi jalan keliling rumah " celetuk Nenek Biyah membuat semua orang tertawa.
" Ga akan nyasar nek, nanti nenek juga terbiasa dan kalau misal pun nyasar banyak maid nek di berbagai sudut " Kekeh Daddy Ryan.
***
Morning happy people happy rederssss ..
__ADS_1
Yuk jempol yuk buat Axel