Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Tidak Gratis


__ADS_3

Ryan melemah Zahra bilang seperti itu.


" Aku juga ga mau yank begitu. Harga diriku sebagi laki-laki hancurr, butuh waktu bertahun-tahun untuk hilangin ingatan itu yank.


Tapi jika dengan cara kau meneriaki ku terus dengan kalimat itu kamu bisa maafin aku, gak apa, aku akan terima " Lirih Ryan


Zahra masih terdiam.


" Baiklah, aku pulang dulu.Sekali lagi aku mohon maaf " lirih Ryan lagi


Zahra masih betah terdiam dan membiarkan Ryan keluar dari kamarnya.


Sebelum pintu dibuka Ryan, dia berbalik


" Yank aku boleh datang ke grand opening butikmu besok? " tanya Ryan lemah


" Ya datanglah dengan keadaan sehat " ujar Zahra cepat


" Terima kasih " lirihnya lagi.


" Hmm " Sahut Zahra


Ryan pun keluar dengan gontai lalu mengajak Malik pulang dan pamit dengan Zain.


" Jaga kakak mu baik-baik Zain " ucap Ryan


" Pasti bang, Btw Abang besok datang ke GO nya teteh ?" tanya Zain


" Iya, tadi aku tanya dan diperbolehkan oleh teteh mu " ujar Ryan


" Ok bang hati-hati dijalan. Bang Malik aku titip Bang Ry ya " ujar Zain.


" Semangat bang ,nanti aku bantu kasih penjelasan ke teteh " Ryan menyemangati calon suami tetehnya itu .


" Biar lah Zain ,aku sudah pasrah jika dia tak menerima ku lagi. " lirih Ryan


Malik sedih melihat sahabatnya yang pede selangit tiba-tiba merasa down dan terpuruk.


" balik ya Zain " pamit Malik. Lalu diantarkan oleh Zain ke pintu pagar


Zahra melihat dari jendela kamar yang menghadap ke arah teras rumahnya.


Ada ras sedih, bahagia dan sakit mendengar cerita Ryan dan melihatnya lemah seperti ini .


Biarlah itu hukuman untuknya yang tidak ada kabar hampir sebulan. bathin Zahra.


.


Keesokan Paginya Zahra sudah segar kembali. Dan terlihat happy karena hari ini GO butik pertamanya di kota J.


Bunda dan Ayah juga sudah datang pagi-pagi.

__ADS_1


Tak lupa Mama Zen dan Papa Rend juga hadir di butiknya ini.


Mata Zahra melihat sekeliling seperti mencari sesuatu.


" Cari apa Nak " tanya Bunda.


" ah nggak bund cuma mau ngecek sekeliling aja " jawab Zahra


Bunda tertawa melihat tingkahnya.


15 menit lagi GO dimulai tapi Zahra tak melihat Ryan hadir.


" Huh kemarin minta izin mau Dateng, sampe saat ini malah belum datang. memang baiknya aku tak usah maafkan.menyebalkan " Gundam Zahra


" Anak mama kenapa sayang koq mukanya ditekuk nanti di kamera ga bagus loh " goda Mama


" Hehe iya Ma " sahut Zahra lalu berusaha menaikan mood nya lagi dan menampilkan senyum terbaiknya.


" aahh Mami Dateng juga " Zahra pamit dengan Mama Zen lalu menghampiri mami Sapta dan mencium tangannya Mami.


" Ah menantuku memang sopan " Senyum mengembang di bibir Mama Zen melihat interaksi Zahra dan orang tua yang baru datang itu.


Zahra lalu memberi tahu bunda dan ayah ada mami Sapta.


Mama Zen juga diperkenalkan dengan Mami Sapta.


Mami Sapta bertanya ke Zahra siapa mama Zen " Rasanya mami familiar dengan wajahnya tapi koq belum pernah ketemu ya Ra ,Nyonya Zen saudara kamu Ra? "


" Mamanya Ryan mam, " Ujar Zahra


Sahabat-sahabat Zahra juga datang Sapta,Bobby,Amel,Andre dan juga Mona.


Dan sudah saatnya peresmian butik Zahra dimulai.


Pita butik sudah di potong , terdengar tepuk tangan dari kerabat dan semua yang datang lalu mengucapkan selamat kepada Zahra dan diangguki senyuman oleh Zahra.


Beberapa menit kemudian ada yang datang dan ramai di depan dengan para pencari berita.


Semua menoleh ke arah pria yang baru datang itu,terlihat senyum diwajah Zahra melihat siapa yang datang


" Yaank.. " Ucap Ryan ditengah ramainya pembukaan butik Zahra.


Rentangan tangan Ryan meminta Zahra datang untuk menyambut dan memeluknya


" Hubby,, " Ucap Zahra tersenyum dan menyambut pelukan dari Ryan


Riuh suara kerabat, pengunjung dan para media yang sengaja datang untuk meliput.


" lama banget sih By, itu juga kenapa ada wartawan segala " bisik Zahra dipelukan Ryan


" Aku kesiangan yank ga bisa tidur semalam gara-gara kamu " bisik Ryan

__ADS_1


" Jangan suka nyalah-nyalahin deh " Zahra merajuk


" Eh ga boleh tampilin wajah jelek gitu. kasian Zain nanti edit ya bingung " goda Ryan


" Oh iya hehe " Zahra lalu merubah moodnya lagi dan melepaskan peluka. Ryan lalu membawa Ryan ke tengah-tengah keluarganya.


Keluarga Nugroho dan keluarga Zahra kaget melihat Ryan datang dan tersenyum melihat 2 pasangan itu akhirnya kembali ceria lagi tidak seperti kemarin-kemarin.


Akhirnya tiba sesi tanya jawab antara media dan pemilik butik.


Media menanyakan konsep butik dan dijawab dengan lugas oleh Zahra.


Beberapa pertanyaan tentang butik sudah terjawab. hingga muncul pertanyaan ada hubungan apa Ryan Nugroho dan keluarga nya dengan Zahra pemilik butik?


Ya keluarga Nugroho memang sangat terkenal didunia bisnis apapun. hanya belum merambah ke dunia fashion.maka dari itu Wartawan sangat penasaran.


Zahra terdiam sebentar dan para media juga terlihat hening seketika. hingga Zahra memegang microphone nya .


" Hmm keluarga Nugroho adalah.."


Zahra terdiam lagi sebentar dan mengambil nafasnya dalam-dalam.


" Mas Ryan Nugroho adalah calon suami saya " Ujar Zahra tersenyum lalu mendekat kan badannya ke Ryan. Lalu disambut elusan pipi oleh Ryan dan tepuk tangan oleh semua yang ada disana


" Wohooo berita besaarr Ryan Nugroho akan menikah " Sorak Sorai para media berteriak dan langsung banyak ucapan selamat dari sana sini


" Semuanya silahkan menikmati jamuan yang disediakan ya maaf jika kurang dalam menjamu semua yang ada disini , Para media silahkan berbaur dengan yang lainnya ya. " Zahra tersenyum mengakhiri konferensi persnya dan menyilahkan semua yang hadir untuk makan dan minum.


" Terima kasih sayang " ujar Ryan


" Hmm sama-sama tapi ini ga gratis ya by " Zahra mengangkat Alisnya dan itu terlihat gemas sekali.


" Pengen cium aja yank jadinya kalau wajah kamu begitu " ledek Ryan


" Enak aja " Zahra lalu mencubit perut Ryan


" AW sakit yank belum nikah udh KDRT aja " ringis Ryan


" Mending disiksa sama siapa hayoo aku apa dia ,, UPS " Zahra lupa kelepasan mengingat kan lagi Ryan tentang cewek Saiko itu


Ryan lalu terdiam, Zahra langsung membisikan sesuatu dan membuat Ryan tersenyum lagi .


" Janji ya " ucap Ryan dan diangguki Zahra.


Wajah Ryan pun ceria kembali, disana 2 pria kesepian tersenyum dan berusaha ikhlas melihat 2 pasang manusia yang sedang berpegangan tangan.


Ya dua pria itu adalah Sapta dan Malik. Mereke berdua saling menyemangati diri mereka masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


Ayook yang belum datang ke GO nya Zahra ditunggu ya banyak makanan menanti nih


__ADS_2