
Keesokan Paginya Asisten Arya datang pagi-pagi. karena Siang nanti asisten Arya ada meeting di perusahaan milik Clara , jadi jadwal pertemuan dengan keluarga baru Axel pun dimajukan.
Pagi itu Zahra mengenakan Dress selutut dengan lengan pendek.
Karena perutnya semakin membesar Zahra tak memakai celana kebangsaan nya lagi.
" Axel kamu suka makan apa nak? biar Bik Sum buatkan untuk Axel " Tanya Mama Zen.
" Axel penyuka segalanya Oma hehe " ucap Axel yang pagi ini sudah tertawa. Walau masih ada kesedihan dalam hatinya karena ditinggalkan sang Mama kandung.
" Xel tadi om Arya telepon katanya pagi ini akan kesini untuk bicarakan pesan dari mama Clara " Ujar Ryan.
" Iya Dad, Tapi hari ini jadi kan Dad Carikan sekolah untuk Axel ? " Tanya Axel ke Daddy nya.
" Tentu, Mommy mu saja sudah berpakaian sangat cantik tuh mau tebar pesona di sekolahan mu nanti " Cibir Ryan
" Daddy cemburu ? " Tanya Axel membuat orang yang berada di meja makan itu tertawa.
" Biarin aja Xel, Daddy suka cemburu ga jelas " Ucap Zahra.
" Wajar Mom, karena Mommy cantik " Puji Axel. membuat Zahra tersenyum gemas melihat Axel.
" Nah tuan Arya sepertinya datang, suruh makan sekalian Dad " Ujar Zahra ke Ryan .
" Ckk perhatian banget " kesal Ryan
" Jangan aneh-aneh ya Dad masih pagi loh ini " Omel Zahra membuat Ryan terdiam. Mama dan Pap hanya tersenyum mendengar tingkah keluarga kecil di depan mereka ini.
Asisten Arya pun dipersilahkan masuk dan sarapan bersama keluarga Nugroho.
Dia melihat perhatian Semua orang ke Axel
" Aku tenang Axel berada di tempat yang tepat " Bathin Asisten Arya
Saat sedang makan, terdengar suara ramai dari luar " Assalamualaikum ,numpang sarapan doooong hehe " Ziva berteriak dari luar sana.
Ziva sudah tak canggung lagi jika ke mansion karena Mam Zen juga sangat memanjakan Ziva.
" Sssst kamu nih, masih aja begtu udah tua juga ,malu ada tamu ini " Omel Zahra.
" Eh hehe maaf aku ga tau , selamat pagi semuanya boleh aku sekalian sarapan ? " Ucao Ziva.
" Mohon maaf Tuan Arya, adik ku ini memang bar-bar " Ujar Zahra.
" Seperti kakaknya " Celoteh Ziva.
" Haish " Zahra mencebik.
" loh ada anak ganteng siapa ini " Ziva melihat ke arah Axel
" Halo aunty aku Axel anak Mommy Ara dan Daddy Ryan " Ujar Axel sopan memperkenalkan diri.
" Eh ," Ziva kaget sejak kapan kakaknya punya anak Segede gini bathinnya.
" Nanti teteh ceritakan , kamu makan lah dulu " ujar Zahra
__ADS_1
" Okey, salam kenal anak ganteng. hmm aku jadi merasa tua dipanggil aunty hihi " Ziva tak memusingkan Axel yang terpenting nanti Zahra akan menceritakan janjinya.
Asisten Arya melihat tingkah Ziva lalu tersenyum tipis.Ziva melihat sekeliling dan sampailah matanya ke arah Ziva.
" Nah ini siapa lagi " tanya Ziva.
" Cieeee kepo yaaaa " Mama meledek ke arah Ziva lalu Ziva mengerucutkan bibirnya. " ih mama nih bukanya ngejelasin malah ngeledek ketauan banget aku keponya kan huwaaaa " Jerit Ziva dalam hati.
" Perkenalkan saya Arya Nona, Saya adalah asisten Tuan Axel " Ujar Asisten Arya.
Ziva terdiam
" Duh bingung aku tuh, aku sarapan dulu aja ya hehe biar bisa mikir " Cengir Ziva.
" Gemas juga jadi ingin berlama-lama disini " Bathin Asisten Arya.
" Mereka pun makan dengan nyaman terkecuali Ziva banyak pertanyaan tentang Axel dan laki-laki di depannya ini.
Asisten Arya terbilang masih muda , 25 tahun.hanya karena kekakuan nya membuat ia terlihat agak tua dari usianya.
Selesai makan semua keruang Keluarga, Ziva menahan kakaknya dan bertanya tentang Axel.
" intinya dek, dia anak Abang iparmu dari kesalahan masa lalu dan ibunya meninggal sehingga dia disini..aku rawat aku Anggap sebagai anak ku sendiri.kamu juga gtu ya anggap dia keponakan kandung kamu " ujar Zahra
" Okeyy. trus Asisten tadi tu siapa nya ? " tanya Ziva kepo
" cieee beneran kepo nih ya. ayok kenalan " Ziva ditarik oleh Zahra dna Ziva terlihat malu-malu gitu deh...
Zahra dan Ziva pun bergabung diruang keluarga.
" Silahkan Arya utarakan maksud mu " ujar Papa penuh wibawa.
" Baiklah sebelumnya saya perkenalkan diri kembali kemarin mungkin hanya nyonya Zahra dan Tuan Ryan saja yang mengenal saya, saya adalah asisten Nyonya Clara.
Saya seperti Nyonya Clara tidak ada sanak saudara.Kami memutuskan untuk menjadi saudara selamanya.
Nyonya Clara sangat baik kepada saya, dan dia menjadikannya saya asisten nya dan Beliau berpesan jika dirinya sudah tiada semoga saya dan Axel tetap menjalin silaturahmi.
Saya sudah berjanji dengan diri saya untuk mendedikasikan hidup saya sepenuhnya ke Nyonya Clara dan Axel.
Nyonya Clara membuat wasiat jauh sebelum ia meninggal.
Beliau berpesan jika Papa nya Axel diketemukan dan dia sudah tiada perusahaan Nyonya Clara berganti nama pemilik menjadi milik Axel dan diserahkan ke Papa Axel untuk diurus dan bisa diberikan ke Axel setelah usianya 25 tahun.
Dan ,
Pekerjaan saya hanya sampai sini menyerahkan aset-aset berharga Nyonya Clara saja ke Tuan Ryan " Ujar Asisten Arya sopan.
Ryan menghela nafasnya. Mana mungkin ia menjalankan bbrapa perusahaan sekaligus.
" Arya, " Panggil Ryan
" Iya Tuan, " Jawab Asisten Arya.
" Di perusahaan Clara siapa yang menjalankan dan mengatur perusahaan nya ? " Tanya Ryan
__ADS_1
" Saya dan Nyonya Clara pemegan keputusan Tuan " Ujar Asisten Arya.
Ryan terlihat berfikir, Ryan sudah dapat data dari Malik kalau Arya itu hanyalah anak dari panti asuhan yang sering disambangi oleh Clara.
Dan mereka memang berteman baik .dan layaknya keluarga seperti adik dan kakak
" Kalau begitu tolong lanjutkan saja, jujur aku tak bisa memegang sekaligus karena kakek-kakek itu maunya Sekarang dirumah saja tak mau ke kantor " Uca Ryan sambil menunjuk Sang Papa dengan alisnya.
" Iya dong Papa sudah lelah membiayai mu selama ini. gantian kamu yang kerja biayai Papa " ucap Papa santai
" Hahaha betul Pa,suruh Abang kerja aja Pa " Ziva tertawa disambut Mama dan Zahra.
Axel hanya tersenyum melihat tingkah Auntynya itu.
lain lagi dengan Asisten Arya dia merasa berwarna sekali hidupnya dengan candaan dari Ziva. Andai saja bisa bersamanya setiap hari. Bathin Arya.
" Gimana Ar? " Tanya Ryan.
" Iya Om, terima aja om yang Daddy bilang, nanti Daddy malah minta aku ke perusahaan, aku kan belum lulus sekolah " Ujar Axel membuat semua orang tertawa
" yang nyuruh kamu siapa Xel ? hahaha " Pap tertawa
" ah hangatnya disini " Bathin Asisten Arya lagi "
" Lakukan lah apa yang Axel minta ya Ar, kamu bisa berdiskusi juga dengan ku " Ujar Ryan
" Baik Tuan Ryan terima kasih,saya akan menjalankan seperti biasanya dan laporan yang biasa saya tujukan ke Nyonya Clara per hari ini saya akan berikan ke Tuan Ryan " Ujar Asisten Arya lagi.
" Sering-seringlah berkunjung kesini biar Axel tak merasa kehilangan Om nya juga " ujar Papa.
" iya betul " sahut Ziva keceplosan.
" eh " Ziva menutup mulutnya.
Mam dan Zahra saling tatap dan menggoda Ziva dengan Matanya.
" ah udah ah aku masih laper. aku mau makan lagi ya " Ziva langsung ngacir kebelakang.
" sepertinya ada tanda-tanda nih mah " Ujar Zahra.
" Yoi Ra, kita atur sesi berikutnya " ujar Mama tertawa dengan Zahra. hanya mereka berdua yang tau.
Mereka lanjut mengobrol dan Axel tiba-tiba berkata " Om Arya, aku mau sekolah Reguler om , biar ketemu teman baru " Ujar Axel
" Iya Xel ,semua keputusan tentang mu ada di Orang tuamu sekarang, jadilah anak baik dan penurut seperti biasanya. nanti om akan sering berkunjung " Asisten Arya mengusap kepala Axel.
" Baik Om terima kasih, om jaga kesehatan ya,jangan lupa makan ,jangan kerja terus, jangan lupa medical check up setiap bulan ,aku ga ingin kehilangan Keluarga ku lagi " Axel memeluk Asisten Arya sambil menangis.
Asisten Arya pun menangis lalu mengusap air matanya. ia tak ingin terlihat sedih di depan Axel.
Ziva melihat dari jauh interaksi Axel dan Asisten Arya.
" ah sepertinya dia penyayang, jadi sayang juga " Gunam Ziva .
***
__ADS_1