Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
30. Praktek Lagi Yuk


__ADS_3

Semua sudah berada dalam satu mobil.


Gerald dibalik pengemudi dengan Fal disampingnya.


Sedang Nala, Sasi ,Anya dan Belle berada di tengah dan belakang.


Setelah sampai di Mall tempat Nala bertemu dengan klien. Anya agak menjauh karena takut Belle mengganggu konsentrasi Nala . Pertemuan Nala dengan klien berlangsung sekitar satu jam didampingi oleh Gerald.


Setelah saling setuju dan menandatangani kontrak kerja di Pulau Bintan untuk mempromosikan salah satu resort disana, Nala dan Gerald pamit undur diri.


Mereka menuju meja Sasi ,Fal juga Anya dan Belle.


Tampak Sasi sangat canggung duduk berdampingan dengan Fal.


" Kak Fal " Nala duduk di depan sang kakak .


" Aku mau ke pulau Bintan, Sasi boleh ikut ga ? " tanya Nala sambil memakan kentang goreng yang ada di meja .


" Kakak ga bisa ikut " jawab Fal sambil memakan makanannya.


" Lah yang ngajak kakak siapa? Aku ngajak Sasi " Cibir Nala .


" Kalau Sasi pergi aku juga harus ikut , Kamu lupa Ambu nya Sasi nitipin Sasi sama aku loh " jelas Fal dengan maha benarnya.


" Kamu ditemani Gerald aja ,atau Anya sama Belle tuh " ujar Fal lagi .


" Kakak sama Anya sibuk jadi pengantin baru nanti, nggak bisa ikut-ikut Nala " Nathan yang datang tiba-tiba langsung menyahut.


" Eh hehe udah Dateng kak Nath " Cengir Fal.


" Ya udah dek kamu kan udah ada Gerald ,biar Gerald aja yang temenin kamu ya . Fal butuh bantuan Sasi pastinya kalau kamu ga dirumah.


Aku sama Anya kan nanti tinggal di Apartement kasian Fal ngga ada yang bantuin dirumah " Nathan menjelaskan sambil mengambil Belle dari pangkuan Anya.


" Iya kak, tuh A Gerald temenin aku ya . " Ucap Nala cemberut padahal hatinya senang pergi dengan Gerald berdua .


Gerald melirik ke arah Fal dan Nathan.


" Iya kita percaya Lo ga akan apa-apain Nala. Kan Lo ga ada perasaan apa-apa sama Nala. ya ga Fal " Nathan tersenyum berbanding dengan Nala yang malah cemberut.


" Nanti kakak hubungin temen kakak disana kalau kamu mau jalan-jalann " Ucap Fal yang sudah kode-kodean dengan Nathan.


" Si Jo Fal ? " Tanya Nathan memastikan dan mengeraskan suaranya.


Fal mengangguk.


Sedang Gerald langsung menatap Fal.


" Jo disana Fal ? " Tanya Gerald . Ternyata pancingan Nathan dan Fal berhasil mengelitik hati Gerald.


" Iya " Sahut Fal sambil mengambilkan Sasi makanan .


" Ya udah kalau A Gerald gak mau temenin Nala gak apa-apa deh Nanti ada Kak Jo ini disana " Nala mengikuti permainan kakak-kakaknya.

__ADS_1


" Oh ya udah berati aku ga ikut ya " Gerald tersenyum ke arah Nala.


Aaakhh koq jadi gini sih.


Perasaan Nala bercampur aduk jadinya.


...


Nala kini diam saja dan tidak dekat-dekat lagi dengan Gerald saat dibutik. Dan Anya sedang mengepas kebaya pengantinnya dan membuat semua orang takjub .


" Mau ga Sas ? " Tanya Fal ke Sasi yang berbinar melihat Anya.


" Nggak " Jawab Sasi singkat sambil memegang stroller Belle.


Fal hanya menghela nafasnya dengan berat.


" Mama Belle cantik banget sih " Nathan menghampiri Anya yang sedang dibalut dengan kebaya warna putih itu.


" Terima kasih Mas " Anya tersenyum cantik dan manis.


Fal,Sasi,Gerald dan Nala entah mengapa menjadi tidak nyaman berada di butik bersama.


Katanya kembar, apa-apa sama tapi nasibku beda sama Kak Nath.


Nala dan Fal bergerutu dalam hatinya.


Setelah semua selesai fitting baju,mereka kembali ke mansion Nugroho dan beristirahat karena besok siang adalah waktu sakralnya kak Nath dan Anya mengikat janji suci walau diadakan di kantor agama saja.


***


Fal dan Sasi pun terlelap dikamar masing-masing berbanding terbalik dengan Gerald dan Nala. Mereka berdua masih memikirkan pembahasan tadi di Restoran.


Gerald memikirkan Nala dengan Jo. Sedangkan Nala memikirkan kenapa Gerald menjadi tidak perduli terhadapnya.


Gerald memutuskan untuk membuat susu hangat,biasanya setelah minum susu hangat Gerald pasti bisa tidur dan lebih relaks.


Sedang Nala memutuskan untuk menemui Gerald di paviliun belakang.


Saat Gerald sedang ingin membuat susu terdengar suara ketukan dari luar.


TOK TOK TOK


Gerald pun segera menghampiri pintu masuk arah suara itu.


Saat pintu di buka oleh Gerald terlihat Nala yang menggunakan baju tidur mini menunggu di depan pintu.


" Loh Nala ada apa kesini ? "Tanya Gerald yang kaget melihat Nala di depan.


" Aku masuk ya A, ada yang mau aku bicarain " Nala menyelonong masuk padahal Gerald belum mempersilahkan nya.


Nala melihat sekeliling paviliun tempat Gerald tinggal.


" Ternyata nyaman banget ya disini " Gunam Nala sendirian.

__ADS_1


"Kamu mau minum apa? aku lagi buat susu hangat. Mau ngga? " Tawar Gerald yang bingung maksud Nala malam-malam menghampirinya.


" Ngga mau, aku udah punya " sahut Nala santai.


Degh, Spontan langsung mata Gerald menuju gundukan Nala yang tertutup kain tipis itu.


Nala duduk di sofa yang ada diruang tamu itu. Sedang Gerald hanya mengikutinya.


" A' " Panggil Nala


" iya Nala kenapa ? " Tanya Gerald yang penasaran.


" kenapa A Gerald ngga mau temenin Nala ke pulau Bintan sih,Nala ngga suka sama Kak Jo. Dia suka gitu matanya ngeliatin Nala dari atas sampai bawah . Nala risih . " Gerutu Nala sambil memajukan bibirnya.


" Kalau cara pakaian kamu begitu pasti Jo langsung lihat dari atas sampai bawah pastinya " Ucap Gerald berusaha tenang walau hatinya berdebar melihat Nala begitu.


" Aku cuma begini dirumah " Sahut Nala yang diiringi dengan Gerald duduk di sampingnya.


" Jawab pertanyaan aku a' " Ujar Nala lagi sambil bangkit dari duduknya dan melihat-lihat isi ruangan Paviliunnya itu


" Kamu bener mau aku temanin ke Pulau Bintan? " ucap Gerald mengikuti langkah Nala yang saat ini menuju dapur .


" Iya, mau ya kak " Nala sambil melihat kesana kesini dan kembali ke sofa. Sedang Gerald hanya mengikuti saja.


" Kamu ngga takut kalau kita cuma berdua disana? " tanya Gerald sambil mendekat ke Nala. Nala gugup tapi berusaha menutupinya.


" Ngga takut ? " tanya Gerald semakin dekat .


Tanpa disangka Gerald Nala malah mendekat juga dan mengalungkan tangannya di leher Gerald.


" Takut kenapa? takut diapa-apain a Gerald? iya ? aku malah seneng, kalau aku diapa-apain A Gerald aku tinggal minta tanggung jawab aja " Nala berucap dengan kata manja.


Nafas keduanya memburu. kemudian entah siapa yang mulai duluan, bibir mereka pun saling berpagut. Tangan Gerald merengkuh pinggul Nala yang ramping sempurna itu.


Lama mereka menyatukan benda kenyal, Nala melepaskan dan menarik nafasnya.


" Aku cuma Bodyguard kamu Nala,dan hanya karyawan di perusahan kakak kamu, jadi anggap tadi ga terjadi apa-apa. Aku minta maaf " Gerald berusaha melepaskan rengkuhan tangannya di pinggul Nala.


Tapi Nala malah tetap merapatkan badannya ke Gerald. " Gimana mau lupa itu ciuman pertama aku " Ucap Nala tanpa dosa.


" Masa sih, koq seperti udah lihai ? " Gerald sedikit berfikir.


" Aku sering nonton drakor,sering baca juga ." Nala berucap dengan nada menggoda .


" Tadi praktek pertama? " Gerald menyahuti tak percaya.


Nala mengangguk.


" Praktek lagi yuk " Nala mendekatkan bibirnya ke Gerald dan mulai melummat bibir atas Gerald . Gerald tak kuasa menolak ataupun menerima, apa lagi dia pun sudah ada rasa ke Nala tapi takut karena status sosial mereka berbeda.


***


Pagi happy Monday rederku sayang 😘

__ADS_1


__ADS_2