Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Telepon dari Sahabat


__ADS_3

PRANNNGG


Terdengar suara gelas jatuh dari dapur,


Ryan dan Malik tertegun lalu segera ke dapur untuk melihat.


" Ra gpp ? " tanya Ryan dan malik berbarengan.


" Gpp koq " Zahra tersenyum kikuk, ternyata ia mendengar semua obrolan Ryan dan Malik tadi ,sehingga tidak sengaja menjatuhkan gelas karena kaget.


" Kamu mau minum ? sini aku ambilkan " ucap Ryan


" Ah Tidak tuan , saya hanya ingin menaruh di wastafel untuk dicuci " ucap zahra Sopan.


Malik dan Ryan bingung kenapa jadi seformal ini Zahra menjawabnya.


Malik tersenyum,mungkin Zahra sudah mendengar apa yang tadi dibicarakan. biarkan saja kita ikuti alurnya , Malik terkekeh dalam hatinya.


" Yasudah biar aku saja yang bersihkan " ujar Malik


" Gpp bang biar aku saja,bisa koq. Abang lanjut aja makannya " ucap Zahra


Ryan mendengus kesal melihat Zahra memanggil Malik dengan tetap abang ,tapi memanggil Ryan dengan Tuan . Ryan lalu meninggalkan dapur langsung menuju mobil.


" gue tunggu di depan lik. kita berangkat setelah Ara selesai " ucap Ryan.


" Ok " sahut Malik.


Malik pun membantu Ara yang sedang membersihkan gelas yang jatuh bertebaran.


Setelah selesai Zahra merapihkan kemejanya lalu segera bersiap menuju Mobil.


Ryan sudah menunggu di dalam mobil. Ryan menggeser duduknya ke sebelah kiri melihat Zahra berjalan ke arah mobil.


Tak disangkanya biasanya Zahra duduk di bangku belakang bersama Ryan, kali ini Zahra duduk di bangku samping kemudi bersama Malik.


Ryan berdehem. " Ehem. kenapa kamu duduk di depan ? " tanya Ryan


Zahra memjawab dengan tersenyum seperti biasa " Memang seharusnya saya di depan Tuan "


" Kamu marah dengan kejadian tadi hm ? " tanya Ryan yang membuat Malik bingung.


kejadian apa yang mana? tanya Malik dalam hati.


" tidak Tuan, seharusnya saya yang bertanya apa anda tidak marah karena saya memecahkan salah satu gelas anda " jawab Zahra


" Bukan itu, kejadian yang di kamar mandi dan di kamar ku,aku minta maaf aku tidak sengaja " ucap Ryan datar.


Heh apa-apan sih ini Tuan Ryan, bikin aku malu saja jadinya dan apa tadi dia bilang di kamarnya dan tidak sengaja. Oh Tuhan aku ingin kabur rasanya hiks. Walau itu bukan c**m*n pertama ku tetap saja aku malu diperlakukan seperti itu, seperti tak ada harganya huwaaaaaa... jerit Zahra dalam hati .


" Ada apa sih ,apa yang tidak aku tau " tanya Malik.


" Bukan apa-apa bang, tidak penting koq " sahut Azahra.


Heh apa, tidak penting. itu sangat penting untuk ku, susah payah aku menahan keinginanku sejak dulu , dan Zahra bilang itu tidak penting. bathin Malik kesal.


" Jalan yuk bang, hari ini Kita ada pertemuan dengan SW Group dari negara A jam 10.00 " ucap Zahra mengingatkan.


Mobil melaju ke RN Group. tiba-tiba ada telepon masuk tak di kenal nomornya ke Handphone Zahra.


Zahra mengangkat nya :

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


"....."


"Serius?? (Zahra terlihat senang)"


"....."


"Baiklah jam berapa?"


"....."


"Aku lihat dulu sebentar."


( Zahra membuka jadwal ia dan Ryan hari ini )


"Okey kosong" (Zahra berbinar)


"....."


"Aku save yang ini ya nanti aku kabari jika aku sudah otw"


"......"


Telepon pun ditutup.


" Siapa " tanya Ryan


" Teman saya Tuan " jawab Zahra tersenyum lalu melanjutkan kalimatnya


" Tuan hari ini kita hanya ada 1 pertemuan di jam 10 dengan SW Group. lalu jam 12 Tuan ada jadwal makan bersama Nyonya dan Tuan besar saja .


Ryan terdiam sesaat tak menyahut,


" Aku izinkan " ucap Malik


" Bos nya siapa? " tanya Ryan


" Ya lo dong Ry, tlgue mewakili lo aja. selama 5 tahun ini Ara kerja ga neko-neko ,tidak pernah izin juga. jadi biarkan saja dia pergi " ucap Malik


" Apa kau ingin pergi ? kau tak mau ikut aku kerumah mama?" tanya Ryan


" Mohon maaf Tuan ,mungkin lain kali saya ikut, kali ini sahabat saya semua yang lama tinggal di luar negeri akhirnya kembali kesini . Saya ingin berkumpul sebentar saja ,boleh ya Tuan " pinta Zahra


" Ya boleh,asal kau tetap memanggil ku dengan sebutan biasanya " jawab Ryan.


Zahra menghela napasnya. " Iya mas terima kasih."


" Kalian itu seperti sepasang suami istri sebenarnya hanya tidak terikat pernikahan dan tidak satu rumah saja ahaha. kalau kau berniat menikah dengan wanita lain ,biar aku saja yang bersama Zahra Ry ,aku juga ingin di urus oleh zahra seperti mu tapi dengan ikatan pernikahan " Malik tertawa meledek melihat tingkat Ryan dan Zahra.


" Coba kalian pikir, zahra setiap hari menyiapkan pakaianmu,sarapan, memakai dasi,memanggil Mas,menemani makan siang dan kadang malam juga kurang apa coba hahaha "


Bodoh banget sih pikir Malik si Ryan itu, kenapa Zahra tidak dijadikan istri saja .cantik pula. pikirnya dalam hati.


" Ya itu kan tugas sekertaris juga asisten " ucap Ryan


" ya Aku memang hanya dianggap sebatas itu,tapi kan sekertaris juga tidak dic*um seenak jidatnya aja huh " gerutu Zahra dalam hatinya.


Tak lama mobil sampai di loby, Ryan trun lalu membuka pintu mobil depan agar Zahra turun dengan mudah.


" Terima kasih Tuan " ucap Zahra

__ADS_1


Ryan lalu melangkah duluan diikuti oleh Zahra dan Malik.


Mobil dipindahkan oleh security ke tempat parkir khusus CEO.


Zahra berjalan di belakang Ryan sambil memegang tabletnya , semua karyawan tersenyum ke arah mereka memberikan salam dan ada juga yang menanggukkan kepala.


Tiba-tiba handphone Zahra berbunyi dan terlihat nama Boy asisten SW Group.


Zahra berbicara sebentar.lalu mematikan telepon nya.


" Mas,pihak SW group memajukan jam meetingnya. apakah mas mau? " tanya Zahra


" Menurut mu bagaimana? " tanya Ryan


" Hari ini tidak ada meeting lainnya Mas, dan waktu Mas bisa lebih luang berkunjung kerumah Besar hari ini ( Rumah Papa Rendra dan Mama Zen )


" Baiklah boleh, atur semuanya dan jangan sampai ada berkas yang tertinggal " perintah Ryan


" Oke Mas " jawab Zahra tersenyum senang.


" Sepertinya dia sangat senang hari ini padahal tadi sebelumnya murung, sesenang itukah dia bertemu dengan sahabat zaman sekolahnya dulu " bathin Ryan.


.


.


pukul 09.00 Ryan dan Zahra sudah sampai di Restoran tempat SW Group dan ia membuat janji untuk meeting.


Saat Zahra menanyakan reservasi atas nama Boy dari SW Group pelayan langsung mengarahkan ke ruang meeting VIP di restoran tersebut.


Zahra pun melenggang masuk tersenyum ke arah 2 orang yang sudah menunggu,lalu membukakan pintu untuk Ryan.


Zahra lalu menyapa dengan ucapan Bahasa inggris karena SW Group berasal dari Negara A. Zahra meminta maaf karena datang terlambat beberapa menit.


( otor pakai bahasa indonesia aja ya, takut salah tar malah ga enak bacanya hihi)


" Maafkan saya tuan - tuan karena terlambat hadir kare... " ucapan Zahra tercekat melihat salah satu orang yang di kenal nya itu.


" ARA ?" Ucap salah satu Orang yang bukan Boy sang asisten pastinya. karena Zara sudah pernah video call dengan Boy membahas pekerjaan.jadi Zahra sudah mengenal Boy.


" SAPTA ? " Tak kalah kaget Zahra melihat Sapta.


" Jadi kamu CEO SW Group yang susah dihubungi itu aishh tau gitu aku samperin aja hahahaha " Zahra menghampiri Sapta yang berdiri dari duduknya.


" Ga kangen ? " tanya Sapta sambil merentangkan tangannya


" Kangeeeeeeeennn " ucap Zahra lalu berlari kecil ke arah Sapta laku memeluknya . Zahra sampa melupakan kalau ada Ryan boss nya disini.


Boy pun melongo dibuatnya.


Kenapa tingkah sekertaris itu jadi manja ke Bos Sapta,ada hubungan apa mereka . bathin Boy


" Ehem sudah Kah? " ujar Ryan sambil berdehem dan melihat tajam ke arah Zahra dan Sapta.


.


.


.


Yuhuu jangan lupa Like,Coment dan Vote nya ya shaayy ,😘

__ADS_1


__ADS_2