Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
23. Jangan Hadap Sini


__ADS_3

Komennya gitu-gitu othor ga ngerti othor masih polos 😌.


***


" Dadanya koq berdegup kencang sayang, udah mulai sayang Mas ya? " Nathan yang selalu serius itu kali ini menggoda Anya.


Anya malah menjauh ingin pergi tapi keburu ditahan oleh Nathan. " Jangan pergi, selesaikan dulu "


" Apanya ? " Anya bingun nya dia pasrah saja dicium dokter tampan yang mengklaim menjadi calon suaminya itu.


" Omongan kita belum selesai Mama Belle, Mau kan nikah sama aku ? "


Sumpah demi apapun Anya merasa menjadi wanita paling bahagia saat ini. Ditengah orang menghina-hinanya, dia malah dilamar dokter tampan.


Dokter yang tanpa sengaja ia temui dirumah sakit tempat ia membawa Belle.


Anya mengangguk.


" Aku butuh jawaban dengan ucapan " Ujar Nathan yang menunggu kata iya dari Ibu muda itu.


" Iya Mas , Anya mau nikah sama Mas " Anya menunduk malu dan meremass tangannya sendiri.


" Aku juga butuh jawaban dengan perbuatan "


Aih Babang Nath ... Ga nahan emang anak Daddy Ryan kalau udah ngomong, bikin othor pengen jadi Anya aja.


Cup .


Anya mengecup pipi kanan Nath. Tak mungkin bibir, ia masih malu rasanya . Kenalan seminggu juga belum hiks.


" Kalau perbuatan kamu itu ,perbuatan aku ini "


Hmmmmpp


Bibir manis Anya yang hanya untuk Nath seorang itu pun dilummatnya lagi, disesap lagi, hingga timbul decakan.


kecipak kecipik kecipuk..


Dan terdengar suara seseorang berbicara lagi .


" Nath, udah cukup cukup, Kita percaya kamu cinta Anya dan Anya mau sama kamu...Mommy matikan ya sambungan teleponnya kamu lanjut aja deh jangan bablas,inget itu ada bayik "


Anya sungguh kaget ternyata itu suara dari ponsel Nathan yang ada disamping Anya dari tadi .


" Mas ? " Anya mennampakkan wajah penuh tanya saat Nathan memegang ponselnya lagi dan diletakkan kembali ke meja dekat piring cemilan yang dibawa Anya.


Nathan garuk-garuk kepala nya yang sudah pasti tidak gatal. Masa shampoo sultan bikin ketombean.


" Buat pembuktian aja ke Mommy aku , Mommy bilang pastikan dulu ke kamu , takutnya karena trauma kamu pernah dilecehkan kamu jadi takut menikah atau belum siap atau apa " Nathan agak tak enak hati sih sebenarnya mengatakan itu.

__ADS_1


" Ga ada hal apa-apa gitu? tadi video atau cuma telepon ? " Anya bertanya lagi , bisa malu kalau sampai video.


" Telpon aja koq,sayang jangan marah ya aku ga punya niat jelek apa-apa koq, Mommy juga cuma mau tau, kamu itu ada rasa juga apa ngga sama aku. Beneran deh " Nathan mengangkat dua jarinya tanda peace.


" Iya Anya percaya " Anya tersenyum.


Nathan bernafas lega ,karena ide Daddy Ryan yang tidak masuk akal ,hampir saja Anya berfikir macam-macam tentang Nathan


" Anya lihat Belle dulu ya Mas, takut bangun " Setelah Nathan mengangguk Anya pergi ke ranjang Nathan dan mencium Belle setelah berada di dekatnya.


Anya berjongkok di depan Belle.


" Bel, hal yang pernah mama khawatirkan hari ini sirna sudah. Kamu segera punya Papa. Kamu punya akte dan kita punya kartu keluarga yang berisi nama Papa Nath, nama Mama dan nama kamu.


Mama janji akan melakukan yang terbaik untuk Papa Nath. Karena berkat Papa, kamu bisa sehat lagi dan punya status yang jelas. "


Anya mencium lagi pipi Belle yang gembil itu.


Tanpa disadari Nathan memeluknya dari belakang setelah Anya berdiri.


" Mama Belle ga usah sedih lagi tentang Belle ya, Papa Nath juga akan melakukan yang terbaik untuk anak kita. ingat anak kita, Belle anak kita ya "


Anya membalas pelukan dengan memegang lengan Nathan yang ada diatas perutnya itu.


" Terima kasih Mas " Ucap Anya tulus sambil melihat Belle. Natha pun mengangguk kan kepalanya.


Mereka di balkon berbicara panjang lebar dengan posisi Anya duduk di depan Nathan dan Nathan duduk sambil memeluk Anya dari belakang.


Kata Othor sih dikit-dikit nyentuh kapsul jumbo nya Babang Nath tuh. Cuma sepertinya ditahan sama si Babang.


" Mas, ada yang mau aku bilang lagi " ujar Anya pelan. Mau tidak mau ia harus bicarakan mengenai itu.


" Apa pun katakanlah " Natha sambil memeluk Anya dan memainkan ujung rambut Anya.


" Hmm itu mas, hmm boleh kah mas izin dengan ayah dann ibuku. " Ujar Anya.


" Ke Makam di Bandung ? " Tanya Nathan memastikan.


Anya mengangguk.


" Ok nanti kita bawa Belle sekalian ya. " Ucap Nathan yang disertai dengan mata berbinar Anya.


" Serius Mas? " Tanya Anya tak percaya.


" Iya dan setelah itu kita ke tempat Mommy sama Daddy Mas ya " kali ini Nathan yang mengajak Anya.


" Dimana Mas ? " Tanya Anya.


" New York, Belle kita bawa juga, Sekalian kita resepsi ya disana.

__ADS_1


Disini kita nikah dulu secara hukum dan agama tapi tidak ada orang tua ku gak apa-apa ya? kasihan Oma dan Opa disana kondisinya kurang fit kalau harus bolak balik kesini .


Bagaimana ,kamu setuju tidak? "


Nathan sambil memainkan rambut dan dagunya berada di bahu kiri Anya, mencium aroma shampoo Anya.


" Anya ikut Mas aja, apapun yang terbaik untuk kita " Tangan mungil Anya memegang pipi Nathan dan itu sukses membuat hatinya semakin berdesir.


" Besok aja yuk nikah nya " Ajak Nathan yang jujur tak tahan rasanya ingin berduaan setiap hari.


" Besok kita kan ketempat Mama nya Denis Mas, kamu juga kerja emang bisa dadakan gitu. " Anya mengingatkan.


" Iya abis ga tahan pengennya peluk terus " Pelukan pun semakin erat.


" Iya ,tapi ini udah malam Mas, aku mau pindahin Belle ke kamar yang udah disiapin Mba Mira tadi "


" Disini aja " Anya langsung diangkat oleh Nathan ala bridal style dan sontak Anya pun mengalungkan tangannya di leher Nathan karena takut terjatuh.


" Mas " Anya takut-takut belum pernah ia diperlakukan semanis ini oleh siapapun.


Direbahkan Anya di samping Belle. " Tidurlah ,aku tidur di sebelah sana Cup . " Nathan mencium kening Anya dan menunjuk ranjang Sebelah sisi kanan tempat ia tidur .


Tidak salah Mommy mengganti ranjang yang lebih besar ternyata untuk ini .


Nathan bergunam dan tersenyum dalam hatinya. Hingga Belle kemudian merengek tanda haus.


" Mas, bisa menghadap sana ga? " Ringis Anya yang bingung jika Nathan menghadap sini pasti melihat dengan sempurna bulatannya itu.


" Harus hadap sana? " Ujar Nathan menggoda.


" Mas. " Kali ini Anya merengek manja.


" Iya iya aku hadap sana " Nathan pun berbalik membelakangi Anya dan Belle sambil tersenyum.


Anya mengeluarkan bulatan pabrik susu murninya itu dan segera memberikan ke Anya.


" Sayang, " ujar Nathan sambil tetap membelakangi Anya.


" Iya Mas ,jangan hadap sini bicara aja " sahut Anya .


" Selamat tidur sayang mas ngantuk, mas tidur duluan ya " Nathan sengaja berbicara begtu. agar Anya relaks dan tenang dalam memberi minum Belle.


" Iya mas "


Hingga beberapa saat Nathan pun berbalik dan Hap .


***


Hayooo Anya di peluk dari bagian mana 🤣.

__ADS_1


__ADS_2