Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Nyonyaku


__ADS_3

*By jangan aneh-aneh ya, semua orang yang keluar dari ruangan kamu itu mukanya ga pada enak dilihat. Kamu apain mereka. Kamu kalau kesal sama aku jangan orang lain kamu jadikan pelampiasan , sini lampiaskan aja ke aku*


Isi pesan Zahra membuat Ryan semakin kesal dan ingin memaki semua orang.


Satu orang bagian keuangan lagi masuk dan tak lama keluar dari ruangan Ryan dengan muka ditekuk lagi


Malik datang ke meja Zahra , lalu menanyakan ada apa dengan Ryan semua di grup chat karyawan pada mengadu tentang mood Ryan yang kurang bagus dan semua hal yang dilaporkan menurut Ryan salah.


" Ra sorry, ini demi kebaikan bersama , kalau kamu ada masalah dengan Ryan please kali ini kamu ngalah dulu ya nanti setelah jam kantor selesai, bebas deh kamu mau apain tuh anak terserah , apapun masalahnya tolong ya Ra Abang kasian sama karyawan pada dimarahin ga jelas "


Malik memohon kepada Zahra untuk baikin Ryan karena banyak agenda bisa kacau kalau mood Ryan rusak.


" Hmm iya bang, aku coba ya bang , doakan ya hehe , semoga luluh sama aku " ucap Zahra.


" Ra, emang masalahnya apa ? "


Zahra hanya tersenyum menjawab pertanyaan Malik


" Ya kali bang aku ceritain , memalukan hiks " bathin Zahra


Zahra melangkah keruangan Ryan. mengatur nafas dan berdoa agar tidak terpancing jika Ryan emosi lagi .


tok tok tok


Zahra mengetuk pintu.


" By aku masuk ya " ucap Zahra lembut


Ceklek, Zahra masuk ke ruangan Ryan. lalu mengunci nya.


Ryan sedang memandang keluar jendela.


" Sampai kapan kamu mau marah-marah sama karyawan kamu by ? " tanya Zahra lembut sambil mendekat ke arah Ryan


" Sampai kamu ga marah lagi sama aku ,sampai kamu mau aku deketin," ucap Ryan sendu sambil membelakangi Zahra.


Zahra mendekat ke arah Ryan


" Kalau ngomong hadap ke orangnya dong by, aku rasa ngomong sama tembok " ucap Zahra


" Aku takut ga kuat lihat kamu, mau peluk kamu " lirih Ryan


" Yaudah nih peluk sepuas kamu "

__ADS_1


" Serius honey ? " Ryan berbalik menghadap Zahra


" Yes by " sambil tersenyum manis


Ryan memeluk Zahra lalu menautkan dahunya ke pundak Zahra.


" I'm so sorry honey " Lirih Ryan.


" By kamu tau ga aku udh sayang sama kamu sejak kamu terima aku kerja di perusahaan kamu? "


" aku juga honey,sama seperti kamu " lirih Ryan kembali.


" By aku ga tega ah liat tampang kamu sendu begitu, mana pacar aku yang tampan dan cool hmm ?


Tapi aku juga ga tega lihat karyawan yang masuk keruangan kamu semua keluar pada mukanya acem , gimana mereka mau kerja dengan baik coba kamunya marahin gitu " Zahra meraih wajah Ryan


" Jangan gitu lagi ya by, gimana perasaan kamu kalau aku yang di posisi itu ? " ucap Zahra


" Iya nanti aku minta maaf sama mereka semua , tapi kamu jangan marah lagi sama aku ya, dengerin dulu kalau aku ingin mengatakan sesuatu ,jangan kamu potong seperti tadi akunya kesel sendiri. Ga bisa bikin kamu happy berhubungan dengan aku. " mohon Ryan


" Iya by, aku juga minta maaf ya, aku juga kesel kamu curiga terus sama aku. bukan aku ingin terlihat cantik didepan siapapun selain kamu, tapi ini kan menyangkut tentang reputasi perusahaan kamu . maaf ya by. jangan marah lagi. tuh lihat aku bawa apa " uujar Zahra sambil menunjuk sesuatu di belakangnya


Ryan menoleh.


" Iya biar kalau kamu rese seperti tadi aku tetep bisa rapihin baju aku yang kusut karena kamu jadi rapih kembali " ujar Zahra malu .


" Jadi boleh yank? " tanya Ryan


" Boleh by, cuma ga boleh curigan ya aku hanya pernah kiss dengan satu orang dan hanya kiss saja ga yang lain. mohon kamu percaya juga ya " Zahra lalu meraih wajah Ryan mendekati bibir dan m*l*m**nya lama lalu melepasnya .


"cup Hutang ku terbayar 1 ya by " Zahra mengedipkan matanya


" Hmm nakalnya nyonyaku ini. Cuma boleh sama aku ya yank "


" iya By, iya, kamu mau panggil aku siapa sih by, honey,sayang,yank ga jelas deh, apa jangan-jangan kamu bingung lagi karena punya 3 pacar. " tanya Zahra


" Sembarangan kamu ,Cuma kamu,cuma satu,ga ada yang lain,super deh " ucap Ryan


" Gimana by dicurigain gitu enak ga " kekeh Zahra


" hmm iya iya , maaf , maafin ya yank "ucap Ryan


Zahra tersenyum lalu mengangguk.

__ADS_1


" Dikit lagi jam 10 by, kamu udah siap meeting? udah ga marah lagi ya? " goda Zahra


" Boleh dikit ga yank ,sambil menunjuk ke baju Zahra " memelas.


" Yakin bakal datang ontime ke ruang meeting? 10 menit lagi loh by " ucap Zahra.


Hufttt Ryan menghembuskan nafas nya kasar.


" Ayo siapin filenya ,kita siap-siap keruangan meeting " ajak Ryan


" Udah siap nih By, yuk " sahut Zahra sambil senyum


" Inget jangan marah-marah loh "


" Iya yank tapi cium dulu dong sekali "


" cup ,done ya .yuk by "


Zahra melangkah ke ruangan meeting bersama Ryan.


Tangan Zahra melingkar dilengan Ryan sesuai permintaan Ryan .


Ryan tersenyum ke arah Zahra.


.


.


Sampai diruang meeting Ryan memasang tampang dingin kembali.


Suasana di ruang meeting terasa semakin dingin.


Masing-masing Peserta meeting berbicara dengan kontak bathin .


.


.


.


up segini dulu ya hari ini


jangan lupa persembahan untuk otor yang polos ini

__ADS_1


__ADS_2