
Eh koq Nyonya, Mommy Nya , Mommy " Tegas Mommy Ara di layar ponsel Nala.
" ah iya Mommy " Ringis Anya yang bingung dengan kondisi saat ini sehingga ia hanya bisa memijat kepalanya yang pusing . Drama apa ini . pikirnya.
" Maafkan kelakuan adik ku. " Ujar Nathan sambil membuka makanan pesanan nya dan membuka bungkus penutup sedotan untuk jus alpukat.
" Nih minum dulu kamu pasti gerah sama kelakuan Nala " Nathan tersenyum manis ke Anya.
" Astaga tampan nya." Gunam Anya pelan.
" HM apa ? " Tanya Nathan tak mendengar. dan sayangnya yang mendengar adalah Nala .
" Ah saya tidak bilang apa-apa dok " Anya gugup dan langsung meminum jus jeruk yang sebelumnya sudah diminum Nathan.
" Ciee - Cieee kak Anya udah ciuman sama kak Nath cieee " Udah ga ada anggun-anggun nya Nala kalau udah menggoda orang yang pantas digoda itu .
Nathan hanya menahan senyumnya. sedang Anya menahan jus dimulutnya tapi akhirnya ditelan juga.
Kalau Nala sudah pasti tidak bisa menahan apa-apa .
Ketawa nya menggelegar dan Belle bukannya takut karena suara ketawa Nala yang keras malah ikut tertawa geli juga.
" Oh my Bebi bele bele , kamu juga senang kan " Nala menari-nari berdua dengan Belle.
" Dek udah ini kak Anya mau makan dulu kasihan nanti pas Belle minta mimik dia belum ada asupan nutrisi.
Ayo Nya dimakan ini punya mu dan ini juga, " Nathan memberikan makanan dan cemilan lagi untuk dimakan oleh Anya.
Anya pun mengangguk dia makan dengan lahap karena memang sangat lapar sekali. Juga karena makanan yang disajikan sangat lezat dan menggugah selera.
Nala sempat melirik sebentar , matanya menitikkan air mata karena melihat Anya makan dengan lahap. Ia juga menangkap sedih sang kakak yang mungkin merasakan hal yang sama.
" My Bebi Bele Bele ku apapun kesedihan yang terjadi pada mu kemarin, Onti janji itu tak akan terjadi lagi. Kamu cantiknya Onti sekarang dan ga boleh sedih kecuali ga diberi mimik sama Mama Anya ya " Nala mencium Belle gemas.
Suhu badan Belle sudah normal karena Nathan meminta obat terbaik dan terampuh yang diberikan kepada Belle .
Alhasil dalam berapa jam kondisi nya pun pulih dan sudah bisa tertawa lagi.
Setengah jam berlalu , makanan yang dihidangkan di meja tadi sudah habis dilahap oleh Nathan dan Anya.
Nala tersenyum senang karena bekal yang ia bawa juga habis. Sepertinya nafsuu makan Anya memang baik.
Nathan pun terkekeh melihatnya.
" Hmm dokter, dokter ga periksa-periksa pasien gitu ? " Tanya Anya yang agak risih karena Dokter Nathan tidak beranjak pergi dari kamarnya.
" Kamu mau aku periksa? " tanya Nathan ke Anya yang berhasil membuat Anya gugup dan Nala cekikikan.
" My Bebi Bele Bele tuh lihat mama kamu digombalin sama kakak aku hihi "
__ADS_1
" Kakak Anya ku sayang, Kakak Nath ini direktur dirumah sakit ini. Dia banyak waktu, Dan dia adalah dokter Anak tadinya.
Tapi aku rasa sekarang jadi dokter Anak khusus untuk My Bebi Bele Bele yang gumush ini.
Ya kan Kak ? "
Tanya Nala sambil menjelaskan sambil mengusel-ngusel pipi Belle yag empuk.
" Ah oh gitu " Anya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. entah dia bingung harus berbuat apa.
" Nala kamu ada apa kesini? kamu Free ga hari ini ? " Tanya sang kakak.
" Apapun untukmu kak " Nala cekikikan dia sudah tau pasti Kak Nathan mau langsung ngomong sama Kak Anya.
" Bisa bawa Belle jalan ke taman sebentar? "
" Bisa terusss aku juga mau kangen - kangenan ,besok aku ga ketemu sama Belle kan mau ke Bandung. "
" Bandung " Lirih Anya.
" Keluarga mu di Bandung? " Tanya Nathan.
" Dimakamkan disana " lirih Anya lagi.lalu menampilkan wajah sedihnya.
" Kalau kamu sudah sembuh kita kesana menyusul Nala ok " Ucapan Nathan selalu membuat teduh Anya.
" Terim kasih " Ujar Anya tulus.
" Kamu tuh asal ganti nama orang aja dek " ucap Nathan tapi sambil tersenyum.
" Aku kadang suka manggil gitu juga sih. " Anya sudah tersenyum kembali.
" Aaaarrggh kita cocok kak, udah ga usah ragu-ragu lagi . Aku pada mu Kakak-kakak Ku " Ucap Nala sambil tetap menggendong Belle.
" Boleh Nya ? " Tanya Nathan meminta izin karena Nala ingin membawa Belle ke Baby Shop.
" Terserah dokter aja baiknya bagaimana? apa Belle sudah boleh keluar kamar ? "
" Sstt diem dulu dek jangan nyengir aja. tuh Mama lagi minta persetujuan Papa buat Onti bawa kamu ke depan " bisik Nala cekikikan tapi tetap terdengar oleh dua orang yang sedang duduk itu.
" eh Bukan begtu, mksdnya itu. hmm " Anya jadi merasa tidak enak.
" Udah aman sih kondisi Belle ,bawa aja Dek " Ucap Nathan yang disambut anggukan bahagia oleh Nala.
Selepas Nala dan Belle keluar.. Nathan menatap Anya.
" Nya "
" Iya Dok "
__ADS_1
" Panggil Aku Nath atau Nathan terserah kamu "
" Ah iya Mas Nath saja ya "
" Bagus kedengaran nya. "
Nathan menghela nafasnya.
" Saya belum pernah pacaran, saya juga tidak tau cara menyatakan cinta dengan benar, apa lagi dengan gaya romantis, sungguh saya tidak tau.
Tapi sejak tadi pagi saya melihat kamu, saya langsung jatuh cinta entah kenapa itu tiba-tiba, perasaan nyaman dan hangat ketika ada di dekatmu.
Saya juga ingin menjadi ayah Belle di mata hukum "
Anya sangat shock mendengar penuturan dokter tampan itu.
" Dokter baru mengenal saya .
Ayah Belle saja saya tidak tau Rupanya. Saya juga buka keluarga terpandang, dan saya banyak hutang dok, saya ga mau dokter menanggung beban saya dan anak saya.
Saya sudah sangat berterima kasih karena sudah ditolong .
Saya merasa tidak pantas bersanding dengan Dokter . " Jelas Anya yang merasa seperti langit dan bumi oleh dokter tampan itu.
" Tapi kamu suka saya ? " Tanya Nathan agar dikit bar-bar dan narsis ya Genks.
" eh.. " Anya kaget, dokter tampan yang cool tadi koq jadi narsis begini ya pikirnya.
" Kalau kamu diam tandanya setuju. Ok kita pacaran ya Nya. Saya jadi Papa Belle sekarang dan teruslah memanggil saya dengan sebutan Mas. Apa ada penolakan ? " Ujar Nathan yang membuat Anya bingung dan gugup.
" Nggak koq ,eh maksud saya " Anya menutup mulut nya sendiri.
" Ok kalimat pertama yang aku ambil. berati kamu setuju.
Aku mau keruang kerjaku ya ada di ujung lantai ini , kamu jika bosan d kamar ini boleh kesana ." Nathan langsung bergegas pergi tanpa memberikan kesempatan Anya bersuara lagi..
Nathan membuka pintu, lalu berbalik. " Tolong belajar mencintai aku " Ucapan Nathan berhasil membuat Anya berbunga-bunga walau masih membingungkan dirinya.
Dibalik pintu jantung Nathan berdetak kencang ,ia sampai memegang dadanya.
Apa begini rasanya jatuh cinta lalu mengungkapkan cinta yang benar agar wanita yang disukai bisa luluh.Semoga Anya tidak berubah pikiran.
Sedangkan di dalam ruangan Anya shock dan merasa seperti sedang wawancara wajib militer ,karena Nathan berkata sangat tegas dan tidak bisa dibantah.
Tapi memang perhatian dan perlakuan nya sangat hangat untuk ku dan Belle.
Apa aku coba saja memulai hubungan dengan laki-laki ?.
***
__ADS_1
Dua bab Nih, yuk di like , di Komen dan di paporitin.
Vote KLO masih ada boleh banget loh hihi.