Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
9. Ikut Mas Nath Aja


__ADS_3

"Itu punya anak atau adik kamu ? " tanya Anya penasaran. ia ingin membuka hati tapi ia takut jika akan langsung tertutup.


Nathan yang tau arah pertanyaan Anya pun menyahut diluar dugaan Anya.


" Itu Car seat anak kita, My Bebi Belle Belle " Jawab Nathan tersenyum ke arah Anya seperti suami yang sedang ditanya istrinya membeli barang untuk siapa.


Anya yang dijawab seperti itu langsung bersemu merah pipinya. Bagaimana bisa ada seorang laki-laki tampan, berstatus dokter, bujang single , mengakui Belle adalah anaknya juga.


Yang diluaran orang bilang kalau Belle anak haram tidak punya ayah, anak tidak jelas ,tapi diakui oleh lelaki tampan ini yang tadi menyatakan cintanya.


" Sudah siap? " Nathan membuyarkan lamunan Anya.


" Hmm su sudah mas " Jawab Anya gugup sambil memangku Belle yang terus menatap Nathan.


" Belle liatin Papa terus, senang ya diajak jalan ? "


Degh ..


Hati Anya berdesir kembali mendengar pernyataan dokter tampan itu.


Belle yang diajak ngobrol Nathan hanya tertawa senang. Mungkin merasakan aura posisi dari Nathan.


" Oke kita berangkat ya " Nathan pun mengemudikan mobilnya menuju ke salah satu mall terbesar di daerah Jakarta.


Disepanjang jalan entah mengapa Belle terlihat senang dan selalu tertawa. Nathan terus tersenyum dan menggoda Belle yang hanya baru bisa tertawa saja belum bisa membalas ucapan yang digoda.


Anya sedang menikmati interaksi anaknya dengan sang dokter tampan itu.Hingga tidak terasa mobil Nathan berhenti di salah satu parkiran luas.


" Kita mau kemana? " Tanya Anya yang bingung.


" Kita membeli pesanan Nala dulu ya lagi pula kamu belum bilang dimana rumah kamu, jadi gimana saya bisa antar "


" Oh iya " Anya tersenyum malu..


" Kamu tunggu dulu sebentar saya keluarkan stroller " Nathan turun dari mobil dan langsung ke bagasi dan mengeluarkan stroller berwarna pink itu.


Di bawanya ke pinggir pintu kiri mobil ,dan Nathan membuka pintu mobil tempat Anya duduk.


Belle diambil alih oleh Nathan digendong sebelah tangan yang kiri. Sedang tangan kanannya membantu Anya untuk turun dari mobil.


Seumur hidupnya hingga saat ini Anya belum pernah dilakukan semanis ini oleh lawan jenis. Terakhir kali mungkin saat ia kecil diperlakukan manis oleh ibunya sendiri. Dan itu tidak berlangsung lama karena ibunya meninggal saat ia masih dibangku kelas 3 sekolah dasar.


Anya menerima uluran tangan Nathan dan turun dari mobil.

__ADS_1


" Belle nya mau di gendong apa di taruh stroller Nya? " Tanya Nathan sambil menatap Anya.


" Di stroller aja nanti Mas capek " Ujar Anya pelan.


" Sebenarnya tidak capek, tapi kita taruh stroller aja dulu ya, nanti kalau Belle tidak nyaman boleh nangis koq, nanti Papa gendong " Nathan menoel-noel pipi gembil Belle.


" Jangan begitu mas, nanti Belle terbiasa manggil Papa kalau sudah bisa bicara " ucap Anya.


" Tidak masalah, itu lebih bagus . Ayo kita ke dalam nanti keburu malam "


Padahal itu masih sore hari bahkan baru menjelang sore. Tapi sepertinya Nathan akan lam di mall tersebut bersama Anya dan Belle.


Setelah Belle ditaruh di stroller , Nathan mendorong nya. Anya berjalan di belakang Nathan.


Nathan menoleh dan menarik tangan Anya agar sejajar dengan dirinya.


Jantung keduanya berlompatan tak karuan.


Hingga sampai di toko Handphone Nathan terus memegang tangan Anya.


" Kamu boleh pilih yang mana saja ,saya tidak tau selera wanita " ujar Nathan yang memang tak mengerti urusan wanita kecuali soal Mommy nya, Kakak perempuan dan Nala adik kembarnya itu.


" A Aku tidak paham Mas " Anya berkata pelan dan setengah berbisik malah membuat bulu kuduk Nathan meremang.


" Mba pilihkan satu ponsel untuk wanita ya jangan yang terlalu berat ,nanti dia pegal harus pegang ponsel setelah menggendong anaknya "


" Sweet banget Pak, jadi mau digombalin juga " Karyawan gemulai itu meliuk-liukan badan dan kepalanya seperti ulat keket.


" Saya tidak jadi beli nih " Nathan mengancam lelaki cantik itu.


" Ah gitu aja sensi deh , tunggu ya tampan " ujar Manja si jadi-jadian itu.


Nathan bergidik ngeri mendengar nya. Tak lama Nathan menerima pesan dari Nala kalau sore ini ia berangkat ke kampung bibik bersama Fal dan supirnya.


Nathan pun membalas pesan tersebut dengan tiga kata ok dan hati-hati.


Ponsel untuk Anya pun sudah dibeli Nathan dengan harga dua digit di depannya. Anya hanya meringis melihat orang kaya asal mengeluarkan uangnya dengan mudah tanpa berfikir.


Kartu juga nomor ponsel Nathan dan Nala sudah ada di kontak ponsel Anya.


" Handphone nya terlalu canggih mas, saya takut ga bisa gunakannya " Ucap Anya jujur.


" Kamu bisa hubungi saya atau nanti dirumah kamu saya ajari sebentar boleh kan ? " Nathan seolah punya trik buat semakin dekat ke kekasih dadakan nya itu.

__ADS_1


Anya menggelengkan kepalanya . " Nanti mas lihat aja ya sekiranya nyaman ga ditempat ku " tutur Anya .


" Ok tidak masalah saya pasti nyaman-nyaman aja " Sambil beranjak dari toko ponsel dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pegawai disana yang sudah membantu mengurus ponsel baru Anya.


Anya diajak Nathan berkeliling dan makan malam di salah satu Restoran Korea yang terkenal di mall tersebut.


Anya senang, bagaimana pun seusia nya masih senang dengan hal-hal baru. Ia biasanya hanya melihat di papan reklame iklan-iklan makanan atau tentang drama Korea di handphone salah satu orang baik, Tetangga kos nya yang bernama Jenar.


Saat itu pula Anya antusias dan menampakkan wajah berbinar.


" Mas Nath, kita makan disini? " tanyanya senang .


Nathan mengangguk lebih senang lagi, dipanggil namanya dan menggunakan Mas pula.


" Tapi ada satu syarat " Nath punya ide seperti nya.


" Eh apa? kirain tulus " jawab Anya yang ternyata ceplas ceplos.


" Syarat nya mudah aja koq " Nathan tersenyum .


Anya menatap Nathan. seolah bertanya apa syaratnya?.


" Panggil saya seperti tadi, Mas Nath saya suka dipanggil begitu " Ujar Nathan senyum-senyum .


Anya tersenyum, dan mengangguk.


" Ayo masuk kamu bebas mau cari tepat dimana. apa mau diruangan khusus? " Tanya Nathan yang melihat Anya terlihat bingung mau duduk dimana.


" Aku kurang paham disini ,aku ikut Mas Nath aja " Ucap Anya pelan.


Nathan pun mendorong stroller dia mencari tempat yang view nya enak dilihat agar Anya merasa fresh.


Benar saja, saat duduk disana Anya merasa senang terliha dari wajahnya.


Nathan pun memesan makanan bermacam-macam jenis agar Anya bisa memilih yang mana yang disukainya.


Belle tertidur nyaman di stroller tidak menggangu acara makan kedua pasangan yang masih belum jelas hubungan nya apa.


Pacaran kah, Calon suami istri kah ...


Habis ini Nathan ingin memastikan kembali agar hubungan mereka jelas.


***

__ADS_1


Happy Monday.


Jangan lupa ritualnya ya 🤗


__ADS_2