
Selesai makan mereka sedikit berbincang,
" Mas Nath " Panggil Anya ke Nathan yang sedang melihat Belle yang sedang tertidur pulas.
" Iya Nya kenapa ? Mau nambah? " Tanya Nathan yang mengira Anya akan meminta makanan lain .padahal makanan sebagian saja belum dimakan.
" Aku mau tanya boleh? " Tanya Anya ragu-ragu sambil meremas tangannya.
Nathan melihat gelagat Anya dia pun memandang Anya serius.
" Boleh banget dong silahkan. " Nathan pun penasaran apa yang ingin ditanyakan dan disampaikan oleh Anya.
" Hmm itu mas , aku mau tanya. Tadi mas Nath serius nyatain perasaan nya sama aku ? "
Nathan mengangguk. " Kenapa Nya ? kamu keberatan? "
" Begini mas, usia ku masih 20 tahun, mungkin jika wanita single di usia ku ini masih dalam proses perkenalan,pacaran dan masih mencari yang terbaik untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan.
Tapi permasalahannya adalah aku sudah punya anak walau belum pernah menikah.
Seandainya Mas Nath ingin mengajak pacaran mungkin mohon maaf aku belum bisa terima mas.
Seperti yang aku ceritakan tadi pagi aku tidak punya siapa-siapa jadi aku juga takut untuk memulai hubungan apapun dengan laki-laki.
Mas Nath orang berada, beda status sosial dengan ku, jadi aku rasa ,aku tidak pantas mas bersanding dengan Mas Nath apa lagi diperlakukan begini.
Jujur hatiku senang mas dapat perlakuan istimewa, tapi apa kata orang Mas Nath. Yang Mas perlakukan spesial itu hanya wanita sebatang kara yang punya anak tidak ber ayah "
Nathan mendengar kan seksama, unek-unek apa yang disampaikan oleh Anya.
" Jadi aku harap Mas Nath pikirkan ulang apa yang mas ucapkan tadi ke aku " .
" Udah ? " Tanya Nathan.
Anya mengangguk.
" Yang bilang mau pacaran sama kamu siapa? " tanya Nathan lagi membuat Anya malu dan terlonjak kaget.
Malu-semalu malunya ini sih .hiks tadi kirain serius dia.
" Saya mau langsung nikah aja sama kamu,kita sama-sama saling mengenal saat menikah.
Setelah menikah kita baru pacaran. Lebih halal malah kan.
Saya tidak perlu izin ke siapa-siapa lagi juga kan kalau menikah sama kamu? cukup kamu yang ketemu sama Mommy dan Daddy saya. Bagaimana ? "
Seperti biasa dluar ekspektasi Anya jawaban dokter Nathan yang tampan itu.
"T Ta Tapi apa keluarga Mas Nath terima Belle ? " Jujur Anya masih takut. seperti di sinetron ikan terbang.
__ADS_1
" Kamu lihat Nala kan bagaimana ke kamu? " Tanya Nathan menatap serius ke Anya.
Anya mengangguk kan kepalanya.
" Semua keluarga saya seperti itu , seperti Nala, jadi jangan takut . Jadi bagaimana ? mau kan terima saya sebagai calon suami kamu? " Ujar Nathan lembut.
" Boleh dijawab setelah Mas Nath antar saya pulang? " ucap Anya ,ia ingin tau reaksi dari Nathan apa setelah melihat kos kosan nya yang seperti kandang burung.berjejer kecil dan banyak kamar. bahkan tak ada tempat untuk mengobrol dengan kamar sebelah .
" Ok , apapun untuk Mama Belle "
Anya tersenyum mendengarnya.
Jika Mas Nath berubah pikiran tidak mengapa,walau aku sudah menyukainya tapi memang tak pantas rasanya bersanding dengan dirinya.
***
Di kediaman keluarga Nugroho.
" Dek udah siap semuanya? " Tanya Fal ditelepon genggam Nala.
" Sudah kak, tinggal berangkat. Kak Fal buruan Dateng ah,aku udah lumutan nih dari tadi sama Bibik. Tau gitu aku sama Kak Nath dulu dan pacarnya. " Gerutu Nala di telepon.
" Iya ini Kakak dikit lagi sampai. kamu siap-siap "
" Udah dari tadi keles " Cibir Nala sambil mematikan sambungan teleponnya dengan Fal.
Pria tampan berwajah sama dengan Nala itu membuka kacanya dan memanggil Nala dan Bibik.
" Maaf ya lama, ayo naik biar ga terlalu malam " teriaknya dari dalam mobil.
Nala pun menyeret koper kecilnya dan barang bibik dibawakan oleh Pak Supri ,supir mansion yang standby disana jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
" Kita berangkat ya Pak, " pamit Nala ke Pak Supri.
Bibik pun berpamitan dengan Pak Supri dan penjaga disana.
Setelah pamit dan sedih-sedihan Fal, Nala, bibik dan supir kantor pun berangkat ke Bandung.
Dua setengah jam perjalanan sampai juga di kampung Bibik tapi masih di daerah kota.
Mereka memutuskan menginap di hotel . Karena besok pagi Fal harus mengecek pabrik dan meninjau projects yang sedang berlangsung di kota tersebut.
Nala dan Kak Fal meminta maaf ke Bibik karena harus menginap dulu di hotel. baru besok pagi ke kampung bibik .
Bibik mengerti ,diantar saja oleh majikannya dia sangat beruntung.
Mereka memesan tiga kamar. untuk Fal, Pak supir masing-masing sendiri. Bibik dan Nala satu kamar.
Karena masih belum terlalu malam ,Nala meminta bibik untuk menemani nya keluar menikmati suasana Bandung.
__ADS_1
Fal yang juga ingin keluar berpapasan dengan mereka dan akhirnya pergi bersama minus Pak Kus . Karena Pak Kus lelah dan lebih memilih istirahat.
Akhirnya mereka bertiga mencari cemilan malam sambil bercerita.
" Kak, Kak Nath lagi deket sama cewek tau " ujar Nala antusias.
" Yang dirumah sakit itu ? " Jawab Fal sambil mengunyah cilok.
" Heem " jawab Nala berbinar.
" Enak nih Dek, beli lagi sana kakak mau lagi. " Bukannya ikut antusias Fal maka ingin bakso Cilok. lagi.
" Iya iya tunggu " Nala mengerucutkan bibirnya lalu pergi membeli Bakso Cilok lagi .
Nala membawa Bakso cilok 3 bungkus lagi dan menyerahkan nya ke sang kakak.
" Kakak tau dari mana cewek itu di rumah sakit ? " tanya Nala.
" Tadi Dani cerita disuruh beli ini itu sama Kak Nath segala dibiayain juga rumah sakitnya.
Tapi gak apa-apa ,Dani udah kerahkan orangnya untuk cari tau ,dan memang dia sebatang kara sih ,ah mksdnya hanya sama anaknya aja .
Kasihan sih dek, nanti deh mungkin Kak Nath cerita ke kita tentang siapa Cewek itu. " Jelas Fal yang ternyata sudah di beritahu Dani.
Fal bukan protective ,hanya saja Daddynya berpesan agar hati-hati Jika di dalam dunia bisnis.
Bukan tidak percaya juga pada pilihan kakak nya hanya saja mencegah lebih baik dari pada mengobati. Mungkin prinsip Fal begtu.
" Paling juga Kak Nath udah cari tau duluan dek, dia gak mungkin gegabah memutuskan sesuatu untuk dekat dengan siapa . " tambah Fal lagi menjelaskan ke Nala.
Nala mengangguk-angguk. Sedang bibik tersenyum.
Ikatan mereka bertiga itu memang sangat-sangat dekat dan saling memahami. mungkin karena di dalam kandungan sudah bersama jadi rasa sayang dan memiliki juga empati ke kakak beradik itu sangat kuat.
" Aduh kakak kenyang dek. Yuk balik " ajak Fal dan diangguki oleh bibik dan Nala.
" Hmm Bik besok kalau Kak Fal meeting kita muter-muter aja berdua ya, temenin Nala kesana kesini okeh. ".
" Sip non "
Bibik senang karena besok dia akan kembali ke rumah tempat menghabiskan masa tuanya .
***
Siap-siap besok kita ketemuan Babang Fal dengan pasangannya ya.
Atau mau Nala dulu. 😁.
Jangan lupa ritual nya ya kakak sayang 😘
__ADS_1